When Loyalty based on The Needs


Menjadi baik itu bukanlah pilihan
Itu kewajiban; fitrahnya makhluk

Baik itu relatif dari sudut pandang individu

Tetapi absolut jika takarannya hati

Terkadang kita sudah merasa baik; tetapi tetap saja dinilai tidak

Rasanya ingin sudahi saja menjadi yang baik

Mungkin masa bodoh bisa jadi pilihan yang baik

Muak sudah menjadi baik selain untuk diri

Yah… lebih baik menjadi baik hanya untuk diri; bukan yang lain

Finding a true one is not an easy way

Terlalu banyak asas pemanfaatan dalam suatu hubungan manusia

Beragam motif; beragam tujuan

Mungkin butuh seumur hidup untuk menemukannya

Some people aren’t loyal to you…

They are loyal to their need of you…

Once their needs change, so does their loyalty

Ini titik nadir… ketika kepercayaan, penghormatan, dan pengorbanan menguap tak berbekas

-Bengkulu, Ramadhan 11 to 12 Juni 2017-

THE FIRST (AND MOST IMPORTANT) 3 MINUTES OF YOUR PRESENTATION


Saya duduk di pesawat Garuda yang sedang terbang dari Surabaya bersama dua sahabat saya. Kami baru saja menghadiri seminar Human Resources di kota buaya tersebut. Sementara kedua sahabat saya tertidur saya membaca sebuah majalah tentang Social Media Marketing ….
Mata saya tertuju pada sebuah interview dengan Country Director sebuah perusahaan internet.
Wawancara itu membahas tentang video marketing melalui social media platform.

Dan di situ dia menyatakan betapa pentingnya lima detik pertama pada video yang akan anda tampilkan di social media.

Lima detik pertama itu akan menentukan apakah audience (target group) anda akan memutuskan untuk terus melihat video anda atau langsung lari dan pindah ke content lain.

Padahal anda punya objective agar message anda nyampai ke objective anda. Dan untuk itu anda harus make sure bahwa audience anda akan stay until the last second of your video.

What a great lesson! Bukankan hal ini juga kita bisa terapkan pada …

  • sales pitch kita
  • presentasi kita
  • training kita
  • meeting kita
  • pada saat kita berjabat tangan dan berkenalan dengan partner bisnis kita
  • job interview anda

Sebelumnya mari kita belajar dulu dari film favorite saya, James Bond. Saya mengidolakan James Bond karena dia selalu mempunyai senjata yang paling mutakhir (dan sama sekali bukan karena alasan lainnya 😀).

Sutradara film film James Bond selalu memulai filmnya dengan adegan yang sangat seru. Biasanya dia sedang mengerjakan misi lain dan dikejar musuhnya dalam adegan full-action yang sangat seru. Pada saat orang melihat ini, pasti tidak ada satupun yang beranjak. Mereka ingin terus menonton. They want to stay.

Meskipun setelah itu kita disuguhi adegan agak membosankan di mana dia menemui bossnya untuk dijelaskan misi utamanya.

Coba seandainya kita nonton James Bond dan langsung disuguhi adegan yang membosankan di awalnya (meeting yang boring dengan bossnya), pasti anda akan kabur dan tidak sabar.
And that’s exactly the same point that I want to talk about …

Selama presentasi anda, meeting anda, training anda, sales anda, jabat tangan dan perkenalan anda dan job interview anda…. dalam lima detik pertama … apakah anda cukup menarik untuk dilihat (atau didengarkan) sehingga orang akan terus mendengarkan anda, ataukah anda begitu membosankan dan orang-orang akan mengalihkan perhatiannya (ke smartphone mereka, pergi ke toilet, atau ngobrol dengan teman sebelahnya?).

Pikirkan hal ini, mereka hanya punya sedikit waktu untuk memutuskan hal itu.
Ok, mungkin untuk video bagi millennial generation di social media perlu waktu 3 detik. Dan untuk presentasi anda (atau interview anda) audience anda akan memerlukan waktu 3 menit untuk menentukan apakah mereka akan mendengarkan atau tidak.
Kenapa demikian ?

Karena attention span makin lama makin pendek.

Contoh pertama adalah film. Dulu orang tahan nonton film 2 jam (bahkan film The Message dan juga Pengkhianatan 30S/PKI) itu lamanya 4 jam. They were ok with that.

Lama lama dari dua jam turun jadi satu jam (contoh Criminal Mind), kemudian turun jadi 30 menit (Friends, How I met your mother , Office …etc).

Sekarang anak anak saya melihat video clip di YouTube selama 3 menit dan exit.

Bukan hanya untuk video, tetapi juga untuk aspek lain dalam hidup kita. 

Masak mie rebus, dulu ibu saya perlu 1 jam untuk masak mie rebus (mie godhog) dengan segala pernak perniknya. Saya mulai memasak mie instant , dan saya hanya memerlukan 15 menit. Anak anak saya sekarang makan Pop Mie dengan hanya menuangkan air mendidih ke dalam mie … cukup 3 menit. 

Saya yakin bahwa cucu saya nanti akan langsung makan mie mentah dan kemudian minum air mendidih biar nyampur di perut 😀

Jadi bagaimana dong 

… How to Spend the First 3 Minutes of Business Presentations?

Before you proceed to your actual content, keep in mind that the first three minutes are crucial: your introduction can either connect or distance you from your audience.

The message you want to convey can be affected if your opening can’t catch their attention.

Ini beberapa tips yang bisa dicoba …

1. Develop a Sense of Belonging
Bikin mereka tertarik dengan create a sense of belonging among your audience.
Ceritakan sebuah story yang sangat berhubungan dengan topik anda.

2. Develop a catchy and memorable introduction to get their attention before you discuss the content.
Tell a quote atau tunjukkan gambar, foto, atau video, atau cerita yang menarik dan berhubungan. Sehingga mereka akan terus teringat topik itu seterusnya.

3. Establish Eye Contact
Jangan hanya melihat slide, lihatlah audience anda dan.lihatlah mereka.

Tunjukkan bawa anda sendiri tertarik dan menikmati dan menguasai topik yang anda presentasikan.

4. Answer the Audience’s Hidden Questions

Why am I here?

what is it for me?

Make sure mereka merasakam manfaat dari pembicaraan anda.

4. Tell a Story
Nothing beats the power of storytelling.
Ceritakan sesuatu yang sangat personal yang bisa dimengerti oleh semua orang, agar mereka tertarik untuk mendengarkan isi presentadi anda selanjutnya.

Remember, cacth your audience attention in the first 3 or 5 seconds.

If you fail to do this, you’ll have a harder time making them listen to the rest of your presentation. Make those first three minutes to be so interesting that they want to stay until the end of the presentation.

Salam Hangat

Pambudi Sunarsihanto

[Repost]: 3 MENIT (PERTAMA) YANG PALING PENTING DALAM PRESENTASI ANDA 

[Review]: Kungfu Yoga, kungfu khas Jackie Chan yang menghibur

Wahhh bakal ada film nya Jackie Chan (JC) nih 😍 itu yang terlintas pas lihat cuplikan film-film yang bakal tayang sebelum Resident Evil: Final Chapter dimulai.

Sebagai anak 90-an yang akrab dengan film jadul khas JC, film ini wajib ditonton. Gak peduli judulnya apa, ceritanya gimana, pemainnya siapa. Karena dengan ada jaminan akting JC…, filmnya bisa dipastikan bakal menghibur. At least ekspektasinya begitu haaa.

Sedikit OOT, kungfu yang ditawarkan JC menurut saya agak berbeda dengan kungfu-nya Bruce Lee, Jet Lee, ataupun Chow Yun Fat. Secara komersil, kungfu nya JC ini diminati karena adanya unsur hiburan dan kecerdikan dalam tiap gerakannya. Padahal kungfu itu lekat dengan adegan kekerasan serta kesannya serius dan dewasa banget. Iyalah disana ada fighting, darah, senjata tajam dimana-mana. Serem deh…

Karena perbedaan hal itulah, film-film JC bisa diterima di setiap kalangan dan tak lekang dimakan jaman. IMO.

Back to Kungfu Yogaaaaa 😄

Trededeng… dimulai dengan kemunculan sekumpulan gajah (berasa nonton Mahabarata) dan pejuang tiongkok yang dibela oleh pendekar india dalam bentuk animasi. Terus ada yg nyeletuk… yahhh masa filmnya animasi?? Kecele dong nonton ini. Masa nonton Jackie Chan animasi 😑

Agak harap-harap cemas juga sih kalo emang nih film full animasi hahaa… tapi film dengan dialog dominan tionghoa dan sedikit inggris ini ternyata hanya menyisipkan animasi sebagai pengantar di awal saja. Thanks God 😆

Menurut saya, Stanley Tong (penulis dan sutradara) cukup berhasil membuat Kungfu Yoga menjadi film yang bernuansa tiongkok dengan sedikit sentuhan india. Berbeda dengan film-film Holywood jadinya. 

Film action-adventure-komedi ini mengkisahkan JC sebagai Jack, seorang Profesor Arkeolog (Musium Terracotta Warior) yang diminta sang bos untuk membantu Ashmita (Institut Musium Nasional India) dalam menemukan harta karun Maghada yang terdapat di Tibet. 

Ashmita membawa peta yang diyakini merupakan petunjuk untuk menuju harta karun tersebut. Peta itu merupakan peta keluarga yang hanya bisa dibaca menggunakan metode khusus. Profesor Jack mempunyai penemuan spektakuler semacam cairan penyemprot yang bisa melihat warna dan bahan asli dari benda-benda kuno. 

Cairan ini kemudian disemprotkan untuk analisa awal peta tersebut. Singkat cerita, terbentuklah tim pencari harta karun Maghada yaitu Prof. Jack dan dua asistennya, Ashmita dan asistennya, Jones (pencari harta karun) dan satu orang ahli dalam hal gali menggali menggunakan alat berat muktahir.

Dimulailah proses pencarian harta karun di Tibet. Disini… pemandangannya wahhh banget. Salju dan lokasi syutingnya membuat saya terpana. Cantik banget. Dari googling katanya sih lokasi syuting kungfu yoga juga ada di Iceland loh. Melihat air terjun di saat salju itu indah banget. 

Disini juga ada adegan dimana sekumpulan serigala siap menyerang tim nya Jack. Di scene ini kita dapat pengetahuan sedikit nih, gimana cara mengusir kawanan serigala. Caranya adalah dengan show off ke serigala bahwa kita lebih kuat dari mereka. Lalu Jack mengajak Jones untuk berduel agar ditonton para serigala. Ceritanya nakut-nakutin si serigala nih… Sembari duel, Jack menanyakan filosofi dari gerakan kungfu yang pernah diajarkannya ke Jones ketika masih kecil. Dan Jones masih ingat banget filosofi yang diajarkan Jack semasa dia masih bocah. FYI, Jones ini anak dari teman karibnya Jack. 

And you know what? It works. Para serigala segan untuk mendekati kemah nya Tim Jack. Hikmahnya adalah jangan pernah tunjukkan ketakutan kita di depan kawanan serigala.

Nah… di bagian ini deh yang agak kurang sesuai ekspektasi. Proses kerjanya tim hingga berhasil nemuin lokasi harta karun yang tepat itu ga diceritain. Tau-tau udah maen gali es aja, udah ada alat berat, komputer untuk monitor lengkap banget 😂

Terlalu banyak lompatan cerita pada proses kerja tim. Padahal menurut saya ya, kalau disini dikasih liat sedikit aja prosesnya mungkin agak lebih make sense dan terlihat ilmiahnya sedikit. Jadi ceritanya lebih berbobot gitu. Tiba-tiba alurnya udah ketemu dengan harta karun aja. Lalu….

Muncullah sosok antagonis, Randall. Dia membawa anak buahnya yang siap mengambil harta karun. Menurut penjelasan Ashmita, Randall ini merupakan keturunan ke-9 dari raja apa gitu dan dia merasa paling berhak terhadap harta karun Maghada. Kehadiran Randall ini juga ujug-ujug banget sih kalo menurut saya.

Setelah terjadi perkelahian di gua besar yang terdapat di bawah danau es, akhirnya Randall berhasil mengambil koin emas dan harta yang berharga. Jack dan teman-teman dibiarkan hidup-hidup terperangkap disana. Kecuali Jones, yang berhasil melarikan diri dan membawa artefak berlian merah muda, salah satu harta karun berharga Maghada.

Berkat latihan Yoga, Ashmita mampu mengalahkan suhu dingin dan berencana untuk mencari jalan keluar bersama Jack. Mereka berdua memutuskan untuk berenang di dalam air es dan mencari jalan keluar. Akhirnya mereka berhasil menemukan jalan keluar yang berada tepat di bawah air terjun.

Dua pekan kemudian ada informasi yang mengatakan bahwa artefak berlian dengan kadar 212 karat yang dicuri oleh Jones dilelang di pasar gelap Dubai. Akhirnya Jack dan tim terbang ke Dubai untuk mengambil kembali artefak tersebut dengan bantuan temannya yang kaya.

Setelah proses bidding yang cukup alot dan kocak, Jack dan temannya akhirnya memenangkan lelang. Randall yang menjadi salah satu pesaingnya tidak terima dan mengambil paksa artefak berlian tersebut. Disini adegan paling lucu di Kungfu Yoga pun dimulai.

Ketika kejar-kejaran menggunakan mobil di jalanan Dubai, ternyata Jack mengendarai mobil yang di dalamnya ada Singa besar (namanya juga Jack loh haaaa). Dalam kecepatan tinggi, Sang Singa pun bangun dari tidurnya. Jack terkejut melihat bahwa di dalam mobil yang dikendarainya ada singa besar. Saking paniknya, Jack bilang “Hai Singa apakah kau bisa berbahasa Mandarin? Atau hanya bisa bahasa Arab? Assalamu’alaikum…” 😂

Yang buat ngakak ketika mobilnya Jack melompat, terus mimik mukanya Jack persis sama dengan Singa hahaaaa. Walau ini adegan yang template dalam film komedi, tapi karena moment nya pas jadi terlihat kocak banget. Kejar-kejaran ini berakhir di tangan Ashmita yang menangkap tas berisi artefak berlian sambil mengendarai motor. 

Hal inilah yang mengantarkan Jack dan asistennya pergi ke India untuk bertemu Ashmita. Ternyata ketika Jack ke Institut Musium Nasional India, mereka menemukan bahwa Ashmita yang asli bukanlah Ashmita yang mereka kenal.

Ashmita yang mereka kenal ternyata keturunan termuda dari kerajaan Maghada dan asistennya adalah saudara perempuannya. Surpriseeee…. Ashmita mengatakan bahwa artefak berlian itu disebut “eye of shiva” dalam keluarganya dan merupakan kunci untuk membuka harta karun yang tersimpan. Dan dia meminta Jack untuk menemukan harta karun sebenarnya dan melindunginya dari orang yang salah. 

Ternyata Randall masih berusaha untuk menguasai harta karun Maghada. Randall mengerahkan anak buahnya untuk mengancam Jack dan Ashmita dalam pencarian harta karun terpendam. Singkat cerita… mereka menemukan teka-teki untuk membuka pintu akses menuju harta karun itu dengan menggunakan artefak berlian sebagai kuncinya. Di scene ini berasa nonton Tomb Raider deh. Tapi nanggung 😂petualangan alias adventure-nya ga dapet sih. Terlalu cepat flow-nya menurut saya. Sisi tegang dari sebuah film adventure agak diabaikan disini.

Ada beberapa adegan kocak lagi di scene akhir ini. Mereka ternyata menemukan bangunan emas dan patung budha besar yang terbuat dari emas. Tapi bukan itu sebenarnya harta karun terpendam Maghada, melainkan ilmu para leluhur yang berisi obat-obatan, ajaran budha, struktur bangunan, dan lain-lain yang dituliskan di kertas dan disimpan rapi di dalam peti.

Randall tidak bisa terima bahwa harta karun yang dia cari selama ini ternyata bukan harta yang menurutnya berharga. Ending-nya Randall sadar dan JC menari bersama Randall dan lainnya. Yang pasti narinya ala India~

So… Kungfu Yoga ini nanggung semua sebenarnya. Actionnya, adventurenya nanggung… tetapi komedinya over all sih cukup menghibur. Kalau menurut review dari Rotten Tomatoes sih, skor film ini 46% dari review 13 kritikus. Yah.. cukup menghilangkan rasa kangen dengan film kungfu rasa Jackie Chan. Anyway, nari indianya JC saik juga ternyata haaa…

-Selamat menonton-

Twitter: @reni_triasari | IG: @reni.triasari
Trailler official : https://www.youtube.com/watch?v=ENWW74s2_aM

[@salimafillah]: Menyimak Kicau, Merajut Makna


Tempat paling aman untuk bersembunyi adalah ruang kejujuran. Tempat yang paling nyaman untuk lari adalah lapangan pertaubatan. Layang-layang justru bisa terbang saat melawan angin. Jangan gentar saat memang harus menentang. Tetapi pastikan ada benang terhubung pada-Nya.

Tiap orang hebat di kedudukan apa pun mulai bermasalah saat lebih berhasrat menjadi menarik daripada menjuangkan apa yang diyakininya. Tiap ahli bidang apa pun mulai bermasalah saat lebih berhasrat tunjukkan keahlian dibanding berkarya pada apa yang dicintainya. Tiap penyeru menuju jalan apa pun mulai bermasalah ketika terjebak pada kesibukan menanggapi saja, bukan bawakan gagasannya jadi amal.

Kata Al-Qur`an, tugas kita bukan jadi hakim, melainkan SAKSI yang baik agar kelak punya pembela saat jadi terdakwa di pengadilan-Nya. Setelah itu jadilah penyeru kebajikan. Kitalah penyala cahaya, bukan pengeluh gelap. Kita bawakan teladan sebelum mengenalkan. Maka, saat semua di sekitar terasa gelap dan sesak, curigalah bahwa kita ini yang dikirim Allah sebagai cahaya tuk mereka. Berkilaulah.

Penyeru kebajikan percaya dan terpesona pada sekecil apa pun niat baik, bahkan yang masih mengintip malu. Tugas mereka menumbuhkannya. Para penyeru kebajikan terhubung ke langit dengan ibadahnya, menjadikan kerendahan hati sebagai penggenap bagi cantiknya kebenaran. Penyeru kebajikan ialah wujud rahmat-Nya; lembut hati dan pemaaf, memudahkan bukan mempersulit, membawa kabar gembira dan tak membuat lari.

Sederhana itu memperindah semua. Yang miskin jadi kaya. Yang kaya jadi mulia. Yang jelata dipercaya. Yang berkuasa dicinta. Tiap orang akan mati di atas apa yang dia biasakan hidup padanya. Maka sekecil apa pun kebaikan sangat berharga tuk diistiqamahkan. Kebenaran hanya cantik, bila bersanding dengan kerendahan hati. Kebaikan hanya manis, jika dibersamai ketulusan jiwa. Rasakanlah.

Pandai, tampan, shalih; itu memesona. Tetapi mengunjuk-unjukkan pada sesama bahwa kita pintar, rupawan, atau taat; pasti memuakkan. Berbahagialah dia yang berhasil sembunyikan ibadahnya dari mata manusia, tetapi mampu tampilkan bekas indahnya berupa akhlak mulia.

Tiap musibah telah diukur kadarnya; takkan lampaui apa yang bisa ditanggung. Jadi yang diuji-Nya bukan kemampuan, melainkan kemauan. Tiap penghalang di jalan kehidupan tertakdir ada untuk satu alasan sederhana: Mengetahui sebesar apa tekad kita untuk melampauinya.

Melihat spion itu perlu. Tetapi sesekali saja. Merenungi masa lalu itu niscaya. Tetapi jangan sampai ia membelenggu langkah maju kita. Sebab kita tak tahu ke mana takdir membawa, mari syukuri ketidaktahuan itu dengan merencanakan dan mengupayakan yang terbaik. Mari kerjakan apa yang semestinya kita kerjakan. Sebab jika tidak, kita akan mendapat kesulitan yang semestinya tidak kita dapatkan.

Banyak hal tak kita minta, tapi Allah tak pernah alpa berikannya. Maka pada apa yang kita mohon, jangan marah jika dapat yang lebih. Banyak hal tak kita minta, tapi Allah tak pernah alpa berikannya. Maka pada apa yang kita mohon, jangan marah jika dapat yang lebih. Kita tak selalu memperoleh apa yang kita suka, maka kita belajar menyukai apa pun yang kita peroleh. Jadilah ia makna kesyukuran.

Jika ada perintah Allah terasa berat bagi kita; cara membuatnya jadi ringan ialah dengan melaksanakannya. Kemudahan itu menyertai. Ikhlas tak selalu berarti ringan rasa hati kala melakukan. Yang berat itu jua keikhlasan; bahkan pahala sebanding kadar kepayahan. Yang ikhlas itu semurni susu; bergizi dan mudah dicerna. Jika tercampur kotoran dan darah; membuat muntah atau tertelan jadi penyakit.

Rasa, kata, dan laku yang ikhlas bagai susu; nikmat didengar dan dilihat, mudah dicerna jadi energi jiwa, menggerakkan amal shalih sesama. Sebaliknya; pikiran, ucapan, tulisan, dan tindakan, yang riya’ lagi kagum diri; ia memuakkan, dan jika tertelan menebar kefasikan. Ikhlas membuat syaitan tak sanggup hinggap, tak berdaya menggoda. Kesejatiannya rahasia, malaikat pencatat pun terhijab darinya.

Ridha-Nya tak terletak pada sulit/mudahnya, lapang/sempitnya, suka/dukanya. Ia ada pada ketaatan kita di semua warna kehidupan itu. Sombong tak disebabkan adanya kelebihan. Sulaiman yang lebih kaya dan kuasa bisa tawadhu. Tetapi Firaun, dia kerdil jiwa, sempit ilmu.

Setiap nikmat membawa serta ujiannya. Ketampanan Yusuf juga sepaket dengan iri saudara, perbudakan hina, goda wanita, dan penjara. Setiap musibah seringnya juga jalan menuju kejayaan; di penjaralah Yusuf berjumpa rekan yang kelak merekomendasikannya pada Raja. Kekuasaan dipergilirkan, juga nasib kaum. Bani Israil di Mesir berjaya bersama Yusuf; lalu Dinasti itu kalah; mereka diperbudak.

Niat-niat berkebajikan mendahului kita menghadap Allah untuk mengetuk pintu-pintu karunia yang memampukan kita mewujudkannya. Cinta dan kebersamaan dengan mereka yang mulia, mengantar kita ke kedudukan yang mungkin takkan dicapai hanya dengan amal pribadi. 

Betapa susah mencari sahabat sejati. Sulit sebab yang kaucari sahabat yang memberi. Sahabat untuk diberi, ah, banyak sekali.

Bersalah itu manusiawi. Menyangkal kesalahan itu menjatuhkan harga diri. Menyalahkan orang lain atas kesalahan kita, menjijikkan. Berbuat baik itu terpuji. Mengungkit-ungkit kebaikan; membuat risih. Menyuruh orang berterima kasih atas kebaikan kita; memalukan. Cara memperbesar kesalahan; dengan menganggapnya kecil. Cara memperbesar kebaikan; dengan menyembunyikannya dalam senyum Tuhan.

Sesungguhnya orang-orang yang shalih dilipat-sangatkan bagi mereka ujiannya. Dan tidaklah menimpa seorang mukmin setusukan duri atau bahkan lebih ringan dari itu melainkan dihapus baginya kesalahannya dan ditinggikanlah derajatnya. (Hadis Shahih No. 1660)

Dan pesan Guru kami; Bacalah Al-Qur`an dengan menangis. Jika tak mampu, pura-puralah menangis. Lalu tangisilah kepura-puraanmu. Juga menghadirkan ke dalam hati nikmatnya surga (betapa belum layak kita) dan mengerikannya neraka (betapa dekat karena dosa).

Berbakti yang tak mudah; menyusuri getir di tiap langkah pengabdian; MENARI DI ATAS BATAS. Bergiat dalam makna mensyukuri; kemuliaan yang terjemput; BEKERJA MAKA KEAJAIBAN. Begitulah para peyakin sejati. Bagi mereka, hikmah hakiki tak selalu muncul di awal pagi: YAKINLAH, DAN PEJAMKAN MATA. Menghayati ujian Ibrahim; lika-liku Yusuf; tersuruknya Ayyub; berjayanya Sulaiman; pedih-pilunya Musa, Nuh, dan Isa.
 
*Dari buku Menyimak Kicau Merajut Makna, penulis Salim A. Fillah

Abu Hurairah R.A: Belajar dari Sang Penuntut Ilmu

Tentu kita sudah tak asing lagi dengan nama Abu Hurairah RA. Sahabat yang satu ini paling sering kita dengar namanya ketika dikaitkan dengan periwayatan hadits. Abu Hurairah RA adalah salah seorang sahabat yang terkenal paling banyak meriwayatkan hadits. Padahal beliau hanya bersama Rasulullah SAW selama 3 tahun saja. Masya Allah. Waktu yang singkat tapi luar biasa manfaat. Bagaimana bisa? Apa rahasianya? 

Abu Hurairah RA adalah orang miskin dari suku Daus di Yaman. Beliau masuk islam ketika berumur 18 tahun setelah sampai dakwah islam ke Yaman. Setelah berumur 30 tahun, beliau memutuskan untuk pergi ke Madinah karena keinginannya yang kuat untuk belajar langsung kepada Rasulullah SAW. Karena sangat miskin, Abu Hurairah tinggal di Shuffah masjid Nabawi. Shuffah adalah tempat yang disediakan bagi pendatang dari luar Madinah dengan tujuan mencari ilmu kepada Rasulullah SAW, sedangkan mereka dalam keadaan miskin dan tidak memiliki tempat tinggal. 

Demi mencari ilmu kepada Rasulullah, Abu Hurairah rela menahan lapar dan dahaga. Bahkan untuk menahan lapar, beliau mengikatkan batu pada perutnya. Beliau merasa telah tertinggal jauh dari para sahabat yang lain karena baru saja ikut bersama Rasulullah, sedangkan sahabat yang lain telah bertahun-tahun bersama Rasulullah. Beliau juga merasa tidak memiliki kecerdasan yang tinggi. Inilah yang kemudian dikeluhkan sahabat Abu Hurairah kepada Rasulullah SAW. 

“Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku hari ini menuntut ilmu tetapi esok hari sudah lupa lagi”. Inilah yang sering menjadi kendala bagi para penuntut ilmu, bahwa ilmu yang diterimanya mudah hilang ditelan lupa. Lalu apa yang dilakukan oleh Abu Hurairah? Apakah putus asa karena merasa kecerdasan kurang dan mudah lupa? Ternyata tidak, beliau datang kepada Rasulullah dan meminta Rasulullah mendoakannya. Dan tidak berhenti di situ, Abu Hurairah berdoa sendiri di hadapan Rasulullah dan meminta Rasulullah meng-amin kannya. 

“Ya Allah, aku meminta kepadaMu, ilmu yang tidak lupa lagi”. Masya Allah. Begitu gigih usaha Abu Hurairah dalam menuntut ilmu sehingga dalam 3 tahun kebersamaan beliau dengan Rasulullah SAW telah menghantarkannya menjadi salah satu yang periwayat hadits terkemuka. 

Nama besar Abu Hurairah sebagai periwayat hadits tidak mulus begitu saja. Banyak muncul perkataan-perkataan sinis dari orang-orang yang meragukan kebenaran hadits yang diriwayatkan oleh nya. 

Orang-orang meragukannya karena Abu Hurairah hanya bersama Rasulullah selama 3 tahun dan beliau bukan termasuk orang yang memiliki kecerdasan luar biasa. Apakah kemudian Abu Hurairah mundur karena hujatan masyarakat? Tentu saja tidak. Abu Hurairah dengan gamblang memberi penjelasan. 

“Ketika aku bersama Nabi, maka aku tidak disibukkan dengan hal yang lain. Cukuplah ada yang bisa kumakan hari ini. Tidak seperti yang lain yang disibukkan oleh ladang dan perdagangan”. 

Luar biasa sekali. Kita tidak akan pernah berhenti mengagumi dan berterima kasih kepada sosok yang satu ini. Pembelajar sejati yang tidak berhenti atas kendala yang dihadapi. Tetapi terus maju sedikit demi sedikit mengejar ketertinggalan. Mental seperti inilah yang diperlukan bagi pembelajar saat ini. Rasanya malu karena usaha yang ditempuh tidak sebesar itu dalam mencari ilmu. Ketika menyadari diri ini terkendala ingatan dan kecerdasan pas-pas an bukankah layaknya kita meniru Abu Hurairah. Berdoa kepada Allah untuk memohon pertolongan. “Ya Allah, aku meminta kepadaMu, ilmu yang tidak lupa lagi”. 

Dalam buku Ta’lim Muta’allim terdapat kisah syair. “Aku mengadu kepada Imam Waki’ tentang hafalanku yang lemah, lantas ia memberiku petunjuk agar meninggalkan maksiat”. “Hafalan adalah pemberian Allah, sedangkan pemberian Allah tidaklah diberikan kepada orang yang bermaksiat”. Dari sini dapat kita lihat bahwa Abu Hurairah disibukkan dengan menuntut ilmu kepada Rasulullah SAW, hingga beliau tidak sempat untuk sibuk dengan ladang dan perdagangan. Apalagi sibuk dengan maksiat. Inilah salah satu pesan lagi bagi para penuntut ilmu. Hindarkanlah diri dari bermaksiat sehingga ilmu mu bisa melekat. Jadi ingat dengan sebuah tulisan dari Bunda Ely Risman tentang kerusakan otak dikarenakan terpapar pornografi. Naudzubillahi min dzalik. 

Sebuah kisah kehidupan yang banyak memberikan pelajaran. Bahwa ilmu haruslah dikejar dengan kesungguhan, keikhlasan dan tentu saja memohon pertolongan kepada Allah SWT. Semoga kita menjadi seorang penuntut ilmu seperti Abu Hurairah RA. 

“Aku tidak menangisi dunia kalian. Aku menangis karena sungguh panjang perjalananku setelah ini. Dan sungguh sedikit perbekalanku. Aku akan naik dan hanya ada surga dan neraka. Dan aku tidak tahu aku akan berada di mana” (Abu Hurairah RA)

Memilih Takdir Kepemimpinan(Taushiyah Ustad Anis Matta pada Rakernas KA-KAMMI)


Oleh Yanuardi Syukur*

Dalam Pelantikan dan Rapat Kerja Pengurus Nasional Keluarga Alumni KAMMI dengan tema “kaum muda Indonesia memimpin perubahan dunia”, di Hotel Diradja, Jakarta (21 Januari 2017), Ust HM. Anis Matta, Lc menyampaikan empat hal penting terkait persiapan yang harus dilakukan oleh pemuda muslim Indonesia dalam upaya berkontribusi untuk peradaban dunia. 

Berikut adalah empat hal penting tersebut. 

1. Korelasi Kalimat Pertama dengan Debut Kepemimpinan

Ketika Umar bin Abdul Aziz hendak dilantik, ia berbisik kepada Imam Az-Zuhri, “inni akhafunnar” (saya takut kepada neraka). Itu kalimat pertama yang ia ucapkan ketika dilantik.

Apa korelasi kalimat itu dengan pencapaian seseorang dalam memulai debut kepemimpinan? 

Kalimat ini berarti bahwa beliau memulai dari akhir bahwa akhir dari semua ini adalah kematian dan hidup setelah kematian hanya mempunyai dua pilihan, yaitu surga dan neraka. Ulama mengatakan, “orang yang paling berakal adalah yang paling jauh pandangannya tentang akhir dari semua yang ia lakukan.”

Beliau memulai tidak dengan berharap surga, akan tetapi memulai dari rasa takut kepada neraka. Tidak ada yang menyangka bahwa umur beliau setelah ucapan itu hanya 2.5 tahun. Ia sangat sehat, bahkan ahli sejarah mengatakan bahwa batang leher beliau adalah orang yang terawat dengan baik, bahkan trendsetter dari keluarga Umawiyah yang ia dikenal dari parfum dan cara jalannya hingga disebut “Al-Masy-yal Umawiyyah” atau cara berjalan ala Umar. 

Setelah pelantikan, Umar bin Abdul Aziz mengumpulkan seluruh keluarganya dan mengambil harta mereka dikembalikan pada Baitul Mal. Ia bahkan mengancam istrinya jika tidak mau memberikan harta, antara kembalikan atau bersama Umar. Terjadi pergolakan tapi ia melewatinya dengan baik.

Saat ini kita hidup di era Kapitalisme yang berhasil dalam seratus tahun menyebarkan kesejahteraan ke banyak penduduk bumi. Tapi ada satu fakta yang tidak dicapai Kapitalisme, yang pernah dicapai di masa Umar, yaitu para amil zakat tidak mendapatkan orang yang menerima zakat. 

Ketika Umar wafat, ia mati muda di usia 39 tahun. Sebelum menghembuskan nafasnya, ia meminta istrinya untuk keluar kamar dan mengucapkan sebuah ayat yang menutup kisah Qarun tersebut sebagai berikut, 

تِلْكَ الدَّارُ اْلأَخِرَةُ نَجْعَلُهَا لِلَّذِينَ لاَيُرِيدُونَ عُلُوًّا فِي اْلأَرْضِ وَلاَفَسَادًا وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِينَ

“Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di (muka) bumi.Dan kesudahan (yang baik) itu adalah bagi orang-orang yang bertaqwa. (QS. Al-Qashash: 83)

Cerita tentang Qarun menjelaskan bahwa ia menafsirkan sebuah keberhasilan sebagai hasil dari kekuatan individu. Itu yang Allah tidak rela. Dalam ayat Al-Qur’an juga dijelaskan apakah Qarun tidak tahu bahwa dulunya juga ada yang lebih kaya dan dihancurkan oleh Allah. Qarun ditenggelamkan di masa-masa puncak ketika ia berkuasa dan ditutup dengan ayat tadi. 

Dr Imaduddin Khalil dalam buku biografi Umar bin Abdul Aziz berjudul “Revolusi Islam di zaman Umar bin Abdul Aziz” , ia menulis sebuah bab berjudul “tikungan jiwa”. Dari mana Umar mendapatkan energi sebesar itu dalam 2.5 tahun? 

Ternyata, sumber energinya adalah ketakutan pada neraka. Itu yang membuat kita tidak bermain-main dengan pilihan-pilihan yang kita putuskan untuk diri kita dan orang lain karena kita tahu akibat dari apa yang kita ambil. 

Makna dari ingatan pada akhirat itu melahirkan “ruhul mas’uliyah” (semangat pertanggungjawaban). Kita menyadari bahwa kita adalah pemikul beban, bukan pencari kuasa. Bukan pemburu popularitas. Karena sebeerapa besar beban yang kita pikul sebesar itu pula posisi kita di akhirat. Allah jika mencintai hamba-Nya maka Dia akan menjadikan hamba-Nya untuk kepentingan agama-Nya.

Ruhul mas’uliyah akan lahir dari pernyataan-pernyataan pribadi sejenis ini. Abu Bakar As Shiddiq misalnya, ia memerangi orang yang memisahkan zakat dari salat. Alasan pribadinya adalah, ia mengambil alihnya secara personal dalam perkataannya:

“Apakah Islam ini bisa berkurang padahal saya masih hidup?” 

“Ayanqushul Islamu wa ana hayy?”

Abu Bakar tidak menganggapnya fardu kifayah tapi menjadikannya tanggungjawab personal. Semangat pertanggungjawaban seperti ini yang dibutuhkan oleh umat kita sekarang ini.

Pernyataan seperti ini akan terlihat dari motif dari awal. Kita tidak dikumpulkan oleh kemarahan, kekecewaan, akan tetapi oleh semangat pertanggungjawaban pribadi kepada Allah dan kepada umat manusia. Semangat pertanggungjawaban seperti ini kita ambil secara pribadi yang akan membuat kita menjadi manusia bebas dan penuh energi. 

Karena kita merasa bahwa sumber pertanggungjawaban kita hanyalah kepada Allah. Kita bertanggungjawab atas pilihan-pilihan sadar yang didorong oleh semangat ruhul mas’uliyah dan perkataan Abu Bakar As Shiddiq, “ayanqushul Islamu wa ana hayy”.

Jika kita ingin bertahan lama maka pastikan dari awal niat kita benar.

Hanya dengan cara seperti itu maka kita akan menemukan pertemuan seperti ini menjadi gabungan energi yang besar. 

Point pertama ini mengantarkan pada point yang kedua.

2. Cara Memilih Peran yang Tepat

Jika salah memilih peran kita tidak efektif. Kita akan banyak membuang waktu tapi tidak menghasilkan apa-apa. Cara memilih peran itu adalah dengan memahami yang baik kebutuhan lingkungan, zaman, tempat kita, dan melihat kemampuan yang ada dalam diri kita yang diberikan Allah yang bisa kita berikan bagi manusia. 

Point pertama adalah “Wajibul Waqt” atau kewajiban kita terhadap zaman atau tuntutan zaman. Inilah peran yang diharapkan oleh zaman ini. Sedangkan yang kedua adalah membaca potensi diri kita yang kita bisa. “Setiap orang akan melakukan peran-peran yang untuk itu mereka diciptakan.” 

Point kedua ini membuat kita membaca arah zamannya sejarah. Jika dapat membaca sejarah maka kita dapat membaca masalah manusia dan menawarkan solusi untuk itu.

Sebuah kutipan mengatakan, “Hard time create strong leader. Strong leader create good time. Good time create weak leader. Good leader create hard time.” Itu siklusnya.

KAMMI lahir di Reformasi dan kini berada di kejatuhan global order atau kekacauan global. Sekarang muncul dua hal, yaitu trend kekacauan global dan lahirnya leadership style dari negara-negara besar yang diwakili oleh beberapa tokoh seperti Putin, Trump, dan Xi Jin Ping. Dulu di Perang Dunia II ada Stalin, Roosevelt, dan dst yang lahir di era hard time. 

Ketika sistem global jatuh, maka ada model kepemimpinan baru yang membawa dunia pada suatu arah yang tak ada seorangpun dapat meramalkannya. Ini menentukan geopolitik global di masa akan datang.

Sekarang kita telah selesai dari global disorder dan memasuki tahapan kedua yaitu global chaos. Tahap antara chaos dan selanjutnya biasanya satu dari dua hal, yaitu perang atau menemukan kesepakatan baru jika ada pemimpin yang bertangan dingin. Seperti apa tiap pemimpin mendefinisikan musuhnya maka seperti itulah ia akan bertindak.

Saat ini dunia Islam adalah outsider dan dalam sistem politik di seluruh dunia Islam harakah Islam masih outsider. Presiden Mursi baru masuk politik di Mesir sudah keluar lagi. 

Ayat geopolitik pertama dalam sejarah adalah surat Ar-Rum yang turun di Mekkah, gulibatirrum. Ayat tersebut agar generasi baru tahu bahwa “ini hanya masalah waktu.” Sudah ada kesadaran geopolitik global. Ayat tersebut definitif. Waktu itu Persi dan Romawi. Siklusnya mereka akan dikalahkan dalam beberapa tahun (‘bidh’a sinin’—antara 3 dan 9 tahun). Berkat kesadaran global itu Rasulullah mengerti bagaimana cara menemukan peta jalan bagi diri mereka sendiri.

Genghis Khan melewati 40 tahun pertama hidupnya sebagai buronan yang lari kemana-mana. Tapi karena ia tekanan itu, maka 20 tahun setelah itu ia menguasai hampir separuh dari seluruh dunia. 

Salah satu tipe dari orang yang lahir di hard time adalah kemampuan mereka mengubah tantangan menjadi peluang, ketakutan menjadi keberanian, kelemahan menjadi kekuatan. Saat ini kita perlu mendefinisikan peran sejarah yang ingin kita lakukan dengan melihat: sejarah dan potensi. 

Sejarah empat pemimpin mazhab, akan terlihat yang sama pada mereka yaitu mereka jauh dari politik dan dengan sadar menjauhi politik. Karena mereka tahu bahwa itu bukan peran utama yang dituntut oleh zamannya. Saat itu mereka established, sejahtera. 

Ekspansi Islam yang sangat luas membuat Islam bertemu dengan banyak budaya multikultur. Untuk itu maka secara intelektual, orang akan mengalami kesulitan dalam memahami teks-teks Al-Qur’an dan sunnah dalam melihat fenomena real di lapangan. Begitu banyaknya budaya baru yang bergabung dengan horizon Islam menjadi sangat besar peluang multi tafsir. Maka mereka-mereka bersepakat menyelesaikan masalah ini. 

Abu Hanifah misalnya, belajar di tengah jalan, karena ia pedagang. Ketika bertemu seorang ulama, ia ditanya kenapa tidak ke masjid ilmu? Ia berkata bahwa ia lebih sering ke pasar daripada ke ulama. Tapi kata ulama tersebut, kamu punya kecerdasan dan energi. Abu Hanifah memikirkan kalimat tadi dan sejak itulah ia mengubah jalan hidupnya. 

Imam Syafi’i lahir di Gaza, besar di Mekkah dan Madinah, keliling ke Irak dan Mesir. Umur 7 tahun hafal Al-Qur’an, 10 tahun hafal kitab Al-Muwaththa’ karangan Imam Malik. Beliau adalah imam para ahlul ra’i sedangkan Imam Malik adalah imam ahlul hadits. Beliau berkeliling ke seluruh negeri-negeri utama di jazirah tersebut. 

Hasilnya kemudian menemukan bahwa diperlukan suatu metodologi baru untuk memahami teks-teks Islam yang diturunkan dalam konteks lapangan, dan lahirlah ushul fiqh. Di luar dari Khulafaur Rasyidin, 4 imam tersebut yang paling dikenal. Cara kita beragama didefinisikan oleh 4 imam mazhab tersebut. Di Teluk, Syam adalah Hanabilah. Di Afrika Utama dan hampir seluruh Afrika adalah Imam Malik. Mesir dan Asia Tenggara adalah Imam Syafi’i. Sejak awal mereka mengerti sejarah yang harus mereka lakukan. Mereka memilih perannya. 

Ketika Tartar menyerbu seluruh dunia dan dunia Islam, ada satu orang yang mengalahkan Tartar, berdoa dan berpikir untuk itu. Ia merupakan orang Afghanistan, pernah menjadi budak dan jadi tentara. Sultan Muzaffar Qutuz, sang pahlawan tersebut berhasil mendefinisikan perannya secara tepat sesuai dengan tuntutan sejarah. 

3. Cara Melakukan Peran

Setiap generasi punya cara berpikirnya sendiri, cita rasa, dan bahasa sendiri.
Bekerjalah dengan perangkat-perangkat intelektual yang sesuai dengan zaman kita.

Lingkungan kita saat ini penuh dengan tangan berat yang tidak bisa dihadapi dengan cara berpikir biasa. Kita butuh banyak terobosan untuk itu. 

Dari berbagai buku tentang inovasi ternyata bukan oleh kecerdasan tapi keberanian dan rasa penasaran.

Hanya orang-orang penasaran yang bisa berinovasi. Inovasi menjadikan diri kita sendiri dan hanya orang-orang berani yang mau berdiri sendiri.

Sistem militer seperti sekarang dimulai oleh Romawi. Pola perang di jazirah Arab Badui tidak diketahui oleh Romawi. Kalau anda ingin memenangkan pertempuran berpikirlah dengan cara yang tidak dipikirkan lawan. Strategi dan taktik Khalid bin Walid adalah kombinasi perang ala Badui dengan Romawi. Strategi rotasi pasukan ala Khalid membuat lawan berpikir bahwa ada banyak suplai pasukan. Masing-masing pasukan punya keraguan tersendiri. Romawi banyak pasukan tapi ragu dengan pasukan Islam yang tidak pernah kalah. Sedangkan Islam ragu dengan pasukan besar Romawi.

Menjadi innovator menjadikan kita standing alone. Butuh keberanian, bukan sekedar kecerdasan. Paling tidak perlu keberanian menghadapi kesepian.

4. Taufiq dari Allah (At-Taufiqul Ilahi) 

Kita bisa menjadi innovator tapi sukses itu pada akhirnya dari Allah. Kaidah mengatakan “Jika Allah ingin memberlakukan takdirnya maka Dia menciptakan sebab-sebabnya.” Titik ini bermakna bahwa kehendak kita bertemu dengan kehendak Allah. Gambaran paling visual adalah saat istikharah sebelum menikah. Di tengah ketidaktahuan jodoh kita terus berusaha dan menyiapkan kemungkinan bisa tidak jadi. 

Yang harus kita lakukan adalah terus-menerus menemukan takdir kita masing-masing.

Cara agar kita menemukan takdir kita masing-masing adalah dengan mengamalkan sebuah doa:

“Ya Allah jadikanlah seluruh keinginanku hanyalah akhirat.” 

Allahummaj’al hammi hammal akhirah.

Allahummaj’al hammi hammal akhirah. 

Allahummaj’al hammi hammal akhirah.

Yanuardi Syukur, Pengurus Departemen Perguruan Tinggi, Bidang PSDM & Pora, Keluarga Alumni KAMMI

Review Teh Aba: Tempat Ngeteh dengan menu Timur Tengah di Palembang 

Nongkrong di warung kopi udah mainstream banget di kalangan anak muda. Nah… kali ini kita coba nongkrong di warung teh yuk.

Warung Teh Aba ini tempat nongkrong yang lagi hits loh di Palembang. Berada di jalan A.Rivai yang dekat dengan pusat kuliner, mall, dan bisnis di kota Palembang, warung teh ini menjadi salah satu tempat pilihan anak muda Palembang untuk sekedar ngobrol sambil menikmati makanan ringan.

Yang mau intip video review beberapa menu di Teh Aba. Cekidot…

https://youtu.be/xX71xnyrAXE

Konsep warung Teh Aba ini unik, mempertahankan bangunan kayu khas Palembang menjadikan warung ini sangat iconik ditengah konsep minimalis modern yang ditawarkan tempat makan lainnya. 

Menu yang ditawarkan pun unik, bukan hanya teh tapi juga cemilan bernuansa timur tengah menjadi menu andalannya. Teh nya pun ada yang disajikan dengan diseduh, atau teh yang dimix dengan sirup buah. Ada juga menu soklat (coklat) yang bisa disajikan hangat maupun dingin. 

Jangan takut bagi yang lidahnya Indonesia banget… nasi liwet ada juga kok disini. Harganya juga standar kok. Asik deh nongkrong di Teh Aba sore atau malam hari sambil menikmati semilir anginnya hemmm… patut dicoba.

Follow IG: @reni.triasari | Twitter: @reni_triasari

Piala liga Inggris (27/10/2016): Manchester is Red, Juan Mata is not Man of The Match

Kemenangan kali ini de facto milik The Red Devils, tetapi di mata saya pertandingan semalam adalah kemenangan para pemain muda City untuk menampilkan permainan terbaik di atas level mereka.

Aleix Garcia, Leroy Sane, Kelechi Iheanacho memberikan warna tersendiri pada permainan, terlebih Pablo Maffeo yang bermain sangat taktis dan lugas di lini belakang.

Kredit tersendiri untuk Pablo Maffeo juga diberikan Whoscored dengan nilai 7,2 dibawah Nicolas Otamendi 7,4.

Pemain berusia 19 tahun ini dominan memenangi duel satu lawan satu dengan Marcus Rashford dan Paul Pogba. Di babak pertama, pemain bertinggi 173 cm ini bersama Otamendi dan Kompany berhasil mematahkan serangan-serangan dari sayap kiri United.

Maffeo mempunyai tiga tekel sukses dari empat percobaan, tiga intersep, dan enam sapuan. Di akhir babak kedua pun Maffeo sempat menusuk ke depan untuk menyundul bola operan Jesus Navas. Beruntung Luke Shaw berada di depan gawang David de Gea dan berhasil mengamankan pergerakan Maffeo.

Aleix Garcia berperan lebih seperti David Silva untuk mengalirkan bola. Sedangkan Leroy Sane bermain di bawah top performanya dan lebih banyak off position. 

Menurut saya, karena Sane bermain tidak pada posisi favoritnya sehingga Ia kurang bisa mengekspos kemampuannya di sayap kanan. Sane kerap berganti posisi dengan Navas memanfaatkan lebar lapangan. Serangan City dari sayap kanan pun kerap dimentahkan oleh Luke Shaw.

Kelechi Iheanacho malam tadi tidak dapat berbuat banyak. Berada dibawah pressing ketat pemain United, Kelechi hanya bisa melesakkan satu tendangan ke arah gawang.

Catatan agak keras saya sematkan kepada Raheem Sterling. Permainan ia semalam sangat konyol, hanya berlari mencoba menusuk tetapi lebih banyak kecolongan atau menjatuhkan diri dan berharap wasit meniup peluit. It was not how a star played boy. C’mon you can do your best man.

Satu catatan untuk Pep, City butuh penyerang yang berani masuk ke dalam barisan lawan. Dan City butuh latihan khusus untuk para penyerang dan playmakernya. Ketika masuk ke area permainan lawan, pemain City terlihat kesulitan dalam membaca pergerakan para penyerangnya. Sehingga terlihat “mikirnya” mereka dalam mengumpan. 

Sepertinya Guardiola tidak punya skema khusus dalam penyerangan. Hanya sebatas mengalirkan bola dan tumpul di depan. Kemampuan ini sebenarnya dimiliki oleh Kevin de Bruyne. Tapi de Bruyne pun kerap frustasi ketika berhadapan dengan tim yang memasang pressing ketat di area pertahanan.

Tiki-taka Guardiola tidak mudah diterapkan para pemain Man.City. Tapi mereka belajar, mereka antusias, mereka beradaptasi…

Butuh waktu. We’ll waiting forward Pep
twitter: @reni_triasari | Penulis adalah penikmat tiki-taka Pep Guardioala dan Citizens

Sebenarnya Sendiri

Terkadang manusia merasakan ketidakadilan dalam hidup. Ia melakukan sebisa apapun untuk Ia Ia yang lain…

Jebakan logika dan perasaan akan ada tatkala tiada satu ini di dalamnya. Satu yang bisa menjungkirbalikkan logika dan perasaan menjadi kenyataan. 

Kenyataan yang tidak bisa diterima nalar. Tapi itu ada.

Satu itu adalah… ikhlas. 

Karena apa-apa yang Ia lakukan seyogyanya hanya untuk Ia. Bukan untuk Ia Ia yang lain. 

***

Sebenarnya sendiri…

Ketika memberi

Maknanya sendiri…

Ketika berbagi

Buahnya sendiri…

Ketika mengasihi

Memberi, berbagi, mengasihi…

Wujudnya semata untuk diri

Ya… Hanya sendiri

Bengkulu, 15 Oktober 2016

GreenMagenta

12 Orang yang Didoakan Malaikat

Guys…. Siapa sih yang ga mau didoain?  Didoain orangtua atau temen itu hal yang istimewa. Karena doa merupakan tanda cinta, tanda kasih sayang mereka kepada kita. Dan doa itu… Sampainya langsung ke sang Pencipta.

Nah… Percaya ga kalau ada golongan-golongan yang doain Malaikat? Mau?  Simak yuk.

Berikut golongan-golongan yang didoakan oleh malaikat:

1. Orang yang tidur dalam keadaan bersuci.

“Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa; Ya Allah, ampunilah hamba-Mu si fulan karena tidur dalam keadaan suci.”

(HR. Imam Ibnu Hibban dari Abdullah bin Umar)

2. Orang yang sedang duduk menunggu waktu sholat.

“Tidaklah salah seorang di antara kalian yang duduk menunggu sholat, selama ia berada dalam keadaan suci, kecuali para malaikat akan mendoakannya; Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah sayangilah ia.”

(HR. Imam Muslim dari Abu Hurairah, Shahih Muslim: 469)

3. Orang-orang yang berada di shaf barisan depan di dalam sholat berjamaah.
 

“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada (orang-orang) yang berada pada shaf-shaf terdepan.”

(HR. Imam Abu Dawud dan Ibnu Khuzaimah dari Barra’ bin ‘Azib)

4. Orang yang menyambung shaf sholat berjamaah (tidak membiarkan kosong di dalam shaf).

“Sesungguhnya Allah dan para malaikat selalu bershalawat kepada orang-orang yang menyambung shaf-shaf.”

(HR. Imam Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban, dan Al Hakim meriwayatkan dari Aisyah)

5. Para malaikat mengucapkan “aamiin” ketika seorang Imam selesai membaca Al-Fatihah.

“Jika seorang Imam membaca; ghairil maghdhuubi ‘alaihim waladh-dhaalinn’, maka ucapkanlah oleh kalian “aamiin”, karena barangsiapa ucapannya itu bertepatan dengan ucapan malaikat, maka ia akan diampuni dosanya yang masa lalu.”

(HR. Imam Bukhari dari Abu Hurairah, Shahih Bukhari: 782)

6. Orang yang duduk di tempat sholatnya setelah melakukan sholat.

“Para malaikat akan selalu bershalawat (berdoa) kepada salah satu diantara kalian selama ia ada di dalam tempat sholat di mana ia melakukan sholat, selama ia belum batal wudhunya, (para malaikat) berkata; Ya Allah ampunilah dan sayangilah ia.”

(HR. Imam Ahmad dari Abu Hurairah, Al-Musnad no. 8106)

7. Orang-orang yang melakukan sholat subuh dan ashar secara berjama’ah.

“Para malaikat berkumpul pada saat sholat shubuh lalu para malaikat (yang menyertai hamba) pada malam hari (yang sudah bertugas malam hari hingga shubuh) naik (ke langit), dan malaikat pada siang hari tetap tinggal. Kemudian mereka berkumpul lagi pada waktu sholat ‘ashar dan malaikat yang ditugaskan pada siang hari (hingga sholat ‘ashar) naik (ke langit) sedangkan malaikat yang bertugas pada malam hari tetap tinggal, lalu Allah bertanya kepada mereka, “Bagaimana kalian meninggalkan hamba-Ku?”, mereka menjawab; kami datang sedangkan mereka sedang melakukan sholat dan kami tinggalkan mereka sedangkan mereka sedang melakukan sholat, maka ampunilah mereka pada hari kiamat.”

(HR. Imam Ahmad dari Abu Hurairah, Al-Musnad no. 9140)

8. Orang yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan orang yang didoakan.

“Doa seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakil baginya, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka malaikat tersebut berkata; “aamiin” dan engkau pun mendapatkan apa yang ia dapatkan.”

(HR. Imam Muslim dari Ummud Darda’, Shahih Muslim: 2733)

9. Orang-orang yang berinfak.

“Tidak satu hari pun di mana pagi harinya seorang hamba ada padanya kecuali 2 malaikat turun kepadanya, salah satu diantara keduanya berkata, “Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak”, dan lainnya berkata, “Ya Allah, hancurkanlah harta orang yang pelit (bakhil)”.

(HR. Imam Bukhari dan Imam Muslim dari Abu Hurairah, Shahih Bukhari: 1442 dan Shahih Muslim: 1010)

10. Orang yang sedang makan sahur.

“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat (berdoa ) kepada orang-orang yang sedang makan sahur” Insya Allah termasuk di saat sahur untuk puasa “sunnah”.

(HR. Imam Ibnu Hibban dan Imam Ath-Thabrani, dari Abdullah bin Umar)

11. Orang yang sedang menjenguk orang sakit.

“Tidaklah seorang mukmin menjenguk saudaranya kecuali Allah akan mengutus 70.000 malaikat untuknya yang akan bershalawat kepadanya di waktu siang kapan saja hingga sore dan di waktu malam kapan saja hingga shubuh.”

(HR. Imam Ahmad dari ‘Ali bin Abi Thalib, Al-Musnad: 754)

12. Seseorang yang sedang mengajarkan kebaikan kepada orang lain.

“Keutamaan seorang alim atas seorang ahli ibadah bagaikan keutamaanku atas seorang yang paling rendah di antara kalian. Sesungguhnya penghuni langit dan bumi, bahkan semut yang di dalam lubangnya dan bahkan ikan, semuanya bershalawat kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain.”

(Al-Hadits dari Abu Umamah Al-Bahily).

Semoga kita bisa mendapatkan keuntungan ini di dunia maupun di akhirat.