Lontong Opor Kapuan

Lontong Opor Kapuan

Wah…ngeliat gambar sajian yang satu ini memang bisa membuat air liur kita berproduksi. Ukuran lontong yang besar, kuah opor yang berlinang, cabe rawit segar, serta ayam kampung beserta jerohan nya benar-benar bisa membuat kita tidak tahan untuk segera melahapnya. Jika kawan-kawan ada yang sedang mampir di kota Cepu, Blora, Jawa Tengah, tidak ada salahnya menyantap kuliner khas satu ini

Lontong Opor Kapuan namanya. Eitts…jangan buru-buru baca doa untuk menyantap kuliner khas Cepu satu ini. Ibarat kata pepatah bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian, begitulah kurang lebih pengorbanan yang kita lakukan untuk mendapatkan kentalnya kuah opor ini. Pengorbanannya seperti:

#1. Jarak yang lumayan jauh untuk mencapai lokasi tempat makan.

Jika ditempuh dari pusat kota Cepu (daerah pasar), waktu tempuh yang dibutuhkan sekitar 40 menit menggunakan kendaraan roda dua dengan kecepatan speedometer rata-rata 60 km/jam.

#2. Terik matahari

Bisa dikatakan untuk menuju tempat makan ini kanan-kiri nya berupa hamparan sawah. Otomatis, panas adalah teman kita selama dalam perjalanan. Tapi hijaunya sawah bisa menjadi penghipur lara dari padatnya aktifitas kita selama bekerja. Di beberapa titik juga ada sedikit jalanan yang rusak.

#3. Rela antri

Jangan heran jika sesampainya ditempat makan, ternyata tempatnya hanya warung kecil nan sederhana. Tetapi lihat kendaraan yang parkir disana. Wah banyak sekali mobil-mobil yang berasal dari luar kota hanya untuk mencicipi kuliner khas Kapuan, Cepu ini. Sedangkan didalam warung tersebut hanya tersedia kurang lebih 8 meja panjang dengan kursi panjang di kanan-kirinya. Hayooo…otomatis harus antri kan ya??

Malahan waktu itu pernah warung tersebut kedatangan satu kompi tentara yang baru habis selesai latihan. Wahh…bisa dibayangin kan ya gimana kondisi warung kecil itu?? Ha.. sampe sang bendahara mereka rela menghabiskan uang sekitar 1,5 juta demi melahap sajian istimewa khas Kapuan Cepu ini.

Ada tiga tips yang bisa dipraktekkan demi kenyamanan kita sebagai pelanggan:

#1. SMS atau telepon pihak warung makan sekitar jam 9 pagi

Agar tidak kehabisan stok lontong opor, disarankan menelepon atau sms terlebih dahulu ke warung ini. Ngubunginnya sepagi mungkin, soalnya orang-orang yang akan makan disini biasanya melakukan sistem booking sama dengan kita.

#2. Datang lebih awal atau akhir

Pukul 11 mungkin waktu yang ideal untuk berada di tempat ini. Supaya kita gak harus nunggu orang lain selesai makan he… atau sekalian datang jam 13.30. Tapi konfirmasi dulu sama pihak Kapuan agar pesanan kita gak diganggu gugat sama pelanggan lain.

#3. Naik Kendaraan Roda Dua lebih oke

Kenapa lebih disarankan naik roda dua? Karena lokasinya di pinggir jalan, otomatis tempat parkir menjadi alasan tersendiri bagi pelanggan. Untuk markir motor aja terbatas jumlahnya. Lebar jalan yang kecil juga menjadi alasan mengapa lebih disarankan naik kendaraan roda dua.

Oke, sekian dan terimakasih. Semoga kawan2 bisa menikmati juga sensasi lontong kapuan dan alam yang menghijau di sekitarnya. Pokoke ndesooo tenan 🙂

Iklan

One thought on “Lontong Opor Kapuan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s