Janji Allah itu Pasti

Pagi yang indah…

Sembari merapikan rumah yang menjadi kerjaan wajib ibu rumah tangga sehari-hari, aku memencet ‘remote’ televisi. Tak lama kemudian terdengar sebuah dendangan lagu yang dahulu sering…sekali dinyanyikan Adesta, teman sekantorku setiap paginya :

Ketika mimpimu yang begitu indah,
tak pernah terwujud..ya sudahlah
Saat kau berlari mengejar anganmu,
dan tak pernah sampai..ya sudahlah (hhmm)

Ya…lagu yang dahulu sangat akrab di teligaku. Bagaimana tidak, Ades menyanyikannya bagaikan hymne wajib baginya untuk memulai pekerjaan pada setiap paginya. Dengan sekuat tenaga dan suara bak penyanyi rock, suaranya menggema dari lantai satu hingga lantai tiga gedung kantor. Wahhh…benar-benar sangat membakar semangat kami (untung tidak membuat kami emosi he…)

Bait awal lagu itu cukup melayangkan ingatanku pada memori beberapa bulan lalu ketika aku masih menjadi wanita karir (kata orang). Padahal menurutku, pekerjaanku pada saat itu adalah pengabdian, loyalitas, dan bentuk pengejawantahan diri sebagai makhluk Allah. Sebagai amil di salah satu lembaga amil zakat dan pemberdayaan masyarakat (Dompet Sosial Insan Mulia), bukan uang yang menjadi alasan utamaku menjadi seorang wanita karir.

Sebelum mengabdi di lembaga ini, sudah empat profesi yang coba kujalani. Impian setamat kuliah di program studi Teknologi Hasil Pertanian untuk bekerja pada salah satu perusahaan makanan instant alhamdulillah sudah terwujud. Tapi ternyata, disana belum kutemukan ‘sesuatu’ yang bisa membuatku berarti. Apalagi ditambah jam kerja yang begitu menyita waktuku. Terutama waktu ibadahku. Dalam doa tahajudku di malam itu, “Ya Allah…bulan depan sudah ramadhan, bagaimana jika ini adalah ramadhan terakhirku… Aku tidak ingin masuk menjadi golongan orang-orang merugi ya Allah…”

Seolah Allah mendengarkan doaku semalam, beberapa hari setelah itu…

Tret…tret…ada sms masuk di hapeku. Sms dari teman satu organisasiku, “Dibutuhkan seorang relawan zakat selama ramadhan, kualifikasi bla…bla..bla…”. Subhanallah….ternyata Allah telah menjawab doaku. Setelah bertanya lebih lanjut tentang pekerjaan tersebut dan seberapa besar kemungkinanku untuk terpilih sebagai relawan. Akhirnya aku membulatkan tekad untuk resign dari perusahaan besar tersebut. Bismillah… Hanya dalam hitungan bulan, surat pengunduran diri kulayangkan kepada atasanku.

Ramadhan pun tiba…

Wah, kesempatan beramal nih. Alhamdulillah, pekerjaan sebagai relawan kontrak selama sebulan membuat ‘jiwa’ ku lebih hidup. Selain itu, ada banyak hal dalam hidup yang bisa kudapat disini. Bukan hanya bekerja, tetapi nilai-nilai kemanusiaan dan ketuhanan. Berasa lengkap deh hidup !!! he…Tanpa terasa, sebulan sudah kujalani pekerjaan baruku ini. Walaupun gajinya tidak seberapa dibanding pekerjaan sebelumnya, tetapi kepuasan yang tidak ternilai harganya sudah melebihi dunia dan seisinya πŸ™‚

Setelah itu, tawaran teman yang baik hati menjadi dosen honor pada salah satu Akademi Kebidanan Swasta kuterima dengan sangat antusias. Mengajar ada sesuatu yang selalu membuat adrenalin dan otakku menjadi berdenyut, berputar dengan cepat seperti kipas laptop he…Sembari menunggu jadwal mengajar, kuterima tawaran salah satu Bimbingan Belajar Komputer untuk memberikan bimbingan tugas akhir mahasiswa D3 Politeknik.

Subhanallah… benar-benar terbukti janji Allah. Jika kita membantu agamanya, insyaAllah Allah akan membantu kita. Janji ini juga terdapat dalam :

“Jika kamu meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya Allah melipatgandakan (ganjarannya) kepadamu dan mengampuni kamu. Dan Allah Maha Pembalas Jasa lagi Maha Penyantun.” (at-Thaghaabun [64]: 17)

Dan Allah benar-benar menjamin rezeki makhluknya:

“Kepunyaan-Nyalah perbendaharaan langit dan bumi; Dia melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan menyempitkan(nya). Sesungguhnya, Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.” (asy-Syuura [42]: 12)

Ternyata…tidak sampai disini saja

satu cinta ini akan tuntun jalanku
rapatkan jiwamu yo tenang disisiku
rebahkan rasamu..untuk yang ditunggu
Bahagia..Hingga ujung waktu.

Iklan

One thought on “Janji Allah itu Pasti

  1. subhanallah..
    erniss.. termotivasi bgt,, slepas bca..
    insya Allah.. akan lbih giatt b’juang.. hnya karna Allah semata..
    mohon do’a’y ya mba’.. πŸ™‚

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s