I am Afraid (terjemah bebas sajak William Shakespeare)

image

kau bilang kau suka hujan,
tapi kenapa kau membuka payungmu ketika hujan …

kau bilang kau suka matahari,
tapi kenapa kau mencari tempat berteduh ketika matahari bersinar…

kau bilang kau suka angin,
tapi kenapa kau menutup jendelamu ketika angin bertiup…

inilah yang aku takutkan
kau mengatakan kau juga mencintai aku

Pujangga Inggris William Shakespeare kiranya menuliskan sajak yang romantis tapi membingungkan.

You love but you are afraid.

Dua realitas yang merupakan wujud dari perasaan manusia.

You love but you are afraid itu mungkin hanya perasaan semu, bukan sebenarnya. Membohongi perasaan karena ada kondisi yang membuat seperti itu.

Bisa jadi you love but you are afraid itu hanya perasaan takut. Ketakutan yang berlebihan. Takut kehilangan, takut disakiti, atau malah takut menghilang setelah menyakiti atau menghilang setelah disakiti.

Bisa jadi you love but you afraid itu hanya perasaan cemas. Kecemasan berlebihan ketika membuat keputusan untuk mencintai seseorang. Apakah ia mencintai kita sama dengan cinta yang kita berikan?

Bisa jadi you love but you afraid itu hanya perasaan ragu. Keraguan akan cinta dan subjek pencinta. Apakah cintanya akan bertahan lama ketika diuji dengan masalah? Apakah cintanya tidak akan mendua? Apakah ia setia?

Yes… i am afraid. Aku takut. Selalu ada seribu satu alasan untuk itu. Padahal itu semua perasaan semu, yang belum terjadi. Sebatas angan.

Ketakutan, kecemasan, keraguan itu sesungguhnya sifat manusiawi yang diberikan Tuhan kepada manusia. Tetapi ketika semua hal semu itu kita pikirkan secara berlebihan… bisa jadi itu godaan dari makhluk Tuhan yang lain: setan.

Setan akan menari riang ketika kita disibukkan ketakutan, kecemasan, dan keraguan berlebihan. Karena kita akan berkutat dengan kesedihan yang sebenarnya semu.

Take a risk with a wise decision. Think before act. Don’t forget to pray to God before. Only God knows why we are falling in love.

Afraid is just  a word afraid if you won’t feel it.

Your life is your decision…
Loving if you want to be loved…

Life is more beautiful with love

Iklan

Bawel yang berprinsip

Maaf ya kalo aku suka bawel mulai dari hal kecil, sampe diskusi-diskusi kita yang saling keras kepala. Dua manusia keras kepala.

Nanti ketika sudah lebih banyak pengalaman hidupnya, lebih bijak dalam berpikir dan bertindak, kamu tau apa yang aku bilang prinsip itu ya prinsip, sikap ya sikap.

Butuh waktu, pengetahuan, dan pemahaman utk menemukan prinsip dan menetapkan sikap. Itulah yang membuatnya layak untuk dihargai. Tetapi tanpa meniadakan masukan dari orang lain.

Mendengarkan orang lain itu bagian dari menurunkan egoisme dan obat bagi keras kepala. Tidak sulit, just listen… Tapi tidak mudah.

Pacu diri untuk menjadi manusia yang lebih baik dari hari sebelumnya. Kita ga tau sampe kapan dikasih waktu untuk hidup di dunia. Rugi kalo ga dipake buat ngumpulin pahala. Ibadah itu wajib, soalnya yang pertama dihisab kan sholat dan ibadah-ibadah sunnah lain sebagai penyempurna.

Yang ga kalah penting ngumpulin pahala dari kebaikan demi kebaikan yang kita lakukan, untuk diri sendiri maupun orang lain. Bahagiain orang lain, saling menasehati dalam kebenaran dan sabar, ahh terlalu banyak hal baik yang bisa kita lakukan dalam hidup.

Tanpa sadar itu semua prinsip. Prinsip kita dalam hidup: mau jadi baik atau buruk, mau jadi penebar manfaat atau orang yang ngejalanin hidup hanya sekedar untuk hidup. Mau jadi lebih atau ala kadarnya. Itu pilihan… Dan itu prinsip… Itu sikap.

No frontiers

image

Tidak ada kata akhir ketika semua dimulai dengan keikhlasan dan ketulusan. Sekalipun jarak, komunikasi, tidak akan bs membatasinya. Alloh menyediakan doa sbg sarananya. Tak terbatas… tak berakhir… Mungkin disitu letak ikhlas dan tulus. Allahu’alam. All the best for your life.

Kontemplasi #1

20 April 2014. Tahajud kali ini doanya panjang. Lebih panjang dari biasanya. Lebih lengkap dan spesifik utk orang-orang yang kusayang. Suami, orangtua, keluarga, dan sahabat, teman. Lebih spesifik orang perorang.

Bukan hanya karena hari ini adalah hari lahir suamiku. Semoga suamiku selalu diberikan nikmat iman, ketaatan, dan kesehatan oleh Alloh.

Tapi ini lebih kepada moment yang memang ditakdirkan Sang Maha Pengasih bagiku untuk menjadi hamba-Nya yang lebih baik.

Tiga nama sahabat yang sampai saat ini selalu hadir dalam setiap doa-doa yang aku panjatkan, apa yang menjadi hal penting bagi hidup mereka saat ini.

Begitupun teman-teman yang lagi butuh sedikit waktuku dalam doa. Yang terlewat, mendoakan teman-teman yang tidak sedang butuh untuk didoakan. Mungkin disitulah letak kebaikan yang ikhlas dan tulus.

Mendoakan orang yang ga baik sama kita itu sulitnya minta ampun, apalagi melantunkan doa-doa kebaikan untuk mereka. Sekedar mengingat nama mereka dalam lantunan doa walau sebait pun mungkin terlupa.

Tapi… Tidak ada salahnya mencoba. Sedikit menarik nafas lalu lantunkan dengan tulus seiring hembusan nafas.

Mungkin itu yang namanya ikhlas… Mungkin itu yang namanya tulus…