Coward and Hero (Brave Person)

   

 
Menyalahkan orang lain itu mudah. 

Tinggal melemparkan tuduhan, cacian, makian, umpatan, dan kawan-kawannya ke orang lain. Tinggal pilih objeknya, bebas.

Menyalahkan orang lain itu mental.

Bisa jadi ketika masa kecil dulu… Pada saat kita tersandung atau terjatuh dan tak bisa bangkit lagi (butiran debu kaliii 😁) orangtua kita menyalahkan benda yang membuat kita tersandung. Benda yang sering disalahkan nih… Batu, lantai, tanah, kayu, dan masih banyak deh. Kasian deh benda-benda itu jadi terdzholimi 😅

Menyalahkan orang lain itu kebiasaan.

Orang yang selalu merasa benar dengan santai akan menyalahkan orang lain. Seakan candu, menyalahkan orang lain ini akan melahirkan kebiasaan. Enak kalau kebiasaan baik, ini malah sebaliknya.

Menyalahkan orang lain bisa karena kondisi

Ketika dihadapkan pada situasi sulit, tertekan dan no way out… Jalan pintasnya ya salahkan saja orang lain. Pecahkan saja gelasnya, biar ramai, biar gaduh… (wkwkwk ketauan masa mudanya nonton AADC 😓) 

Menyalahkan orang lain itu tanda tidak Percaya Diri

Setiap orang diciptakan berbeda, dengan berbagai kelebihan dan kelemahan. Tetapi jika kita merasa tidak lebih baik dari orang lain, maka akan muncul rasa tidak percaya diri. Muncul rasa bahwa kita tidak mampu bersaing. Daripada terjadi hal-hal yang dikhawatirkan, salahkan saja orang lain yang dirasa “lebih” dari kita. Ketakutan-ketakutan itu akan membuat jiwa kita kerdil, pengecut.

So…

See your own self before blaming others
Blaming others is coward

Knowing your blame is hero

~Renungan siang / @reni_triasari~

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s