[@MazUgik]: Kagum atau Cinta?

image

Renungan Pagi :

Saudara ku apa kah bedanya antara kagum dan cinta…?
Jika kita kagum kepada mawar maka kita akan memetiknya, namun jika kita mencintainya maka kita akan menyiraminya setiap hari…

Sharing, caring, loving

IMG_0552
Guys, mau ga dikasih hadiah? Barangkali ada yang ga mau??? Untuk aku aja kalo ga mau 😆 Semua orang pasti suka dikasih hadiah. Mungkin fitrah ya bagi seorang manusia. 

Saling memberi itu kebaikan. Salah satu kewajiban terhadap saudara adalah saling memberi hadiah. Jadi inget kata Mamah Dedeh: “ngasih hadiah sama orang baik itu biasa. Tapi kalo ngasih sama orang koret itu baru luar biasa”

Saking pentingnya kita memberi sesuatu kepada orang lain yang baik sama kita, apalagi orang koret atau orang yang jahat sama kita. Memberi itu bukan hanya materi, bisa nasehat, senyum, atau bahkan sekedar mendoakan saudara kita.

Kemarin ketika dikasih kesempatan ke Bandung, banyak teman-teman yang memberi. Mulai dari bantuan arah jalan, mobil gratis, makan, tumpangan motor, bahkan pinjeman mangkok dan sendok 😅 Terlihat sederhana, tapi itu berarti banget. Nilai persaudaraan di dalamnya bahkan melebihi materi mungkin.

Begitupun beberapa hari ini, ada aja yang kasih buah tangan, tumpangan rumah, motor, dan makan gratis 😁 Itulah rezeki, buah dari ukhuwah. Di dunia aja ditampakkan reward nya, semoga di akhirat pun juga begitu. Aamiin.

Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri. Dan jika kamu berbuat jahat, maka (kerugian kejahatan) itu untuk dirimu sendiri [Al-Isra: 7]

“…Dan berbuat baiklah kalian karena sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berbuat baik.” [al-Baqarah:195]

“…serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia….” [al-Baqarah: 83]

“…Dan berbuat baiklah terhadap dua orang ibu bapak, kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat maupun yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan para hamba sahayamu….” [an-Nisaa`: 36]

Semoga kita selalu diberikan kesempatan dan kemauan untuk berbuat baik. Berawal dari berbagi, saling memberi perhatian maka akan hadir rasa saling menyayangi. 

Sekedar nasehat untuk diri sendiri, agar menjadi manusia yang lebih baik.

Sharing, caring, loving… Thanks Pal 😘

~reni_triasari~

Sepenggal Car Free Night Bandung dan Kang Emil

image

Malam ini (14/11/2015) berkesempatan nyicipin hiruk pikuknya Car Free Night di kota Bandung. Ga ada planning sebenernya, cuma iseng abis sholat maghrib di Masjid Agung dan duduk-duduk di Alun-Alun Kota terus makan sop kaki kambing, melipir dulu di pedestrian jalan Asia Afrika.

Sembari nyemil es krim durian, duduk-duduk cantik di kursi, ngelihat lalu lalang warga Bandung bahkan ada juga yang dari luar kota ngumpul di seputaran jalan bersejarah ini. Asik juga sih, polisi juga banyak yg mengamankan lokasi. Jadi kita berasanya nyaman dan aman nongkrong disini.

Tepat di Jalan Sukarno yang baru di resmikan Walikota Bandung, Kang Emil, berderetlah tenda-tenda dan merchant-merchant produk. Sebagai informasi aja nih, jalan Sukarno ini dulunya bernama jalan Cikapundung Timur. Di hari pahlawan tanggal 10 November 2015 kemarin, untuk menghormati Presiden pertama Indonesia, Ir. Sukarno yang pernah belajar di kota ini (ITB) maka digantilah nama jalan Cikapundung Timur menjadi jalan Sukarno.

Kenapa namanya Sukarno? Ga pake nama Soekarno? hayo kenapa? Berdasarkan penjelasan Kang Emil, hal ini karena Soekarno itu merupakan ejaan lama di jaman Belanda. Sehingga untuk saat ini, dinilai bahwa ejaan Indonesia dinilai lebih tepat digunakan untuk dijadikan nama jalan. Usul penamaan jalan Sukarno ini juga awalnya diwacanakan oleh keluarga Bapak Proklamator kita. Jadilah nama jalannya resmi: Jl. Ir. Sukarno.

image

Oke kita balik lagi nih dengan acara car free night malam ini. Ternyata malam ini akan diadakan acara Urban Gigs. Acara ini merupakan ajang kreatifitas anak muda Bandung untuk menunjukkan kemampuannya di bidang musik. Sekitar pukul 8 malam, acara ini baru dimulai. Performer pembuka langsung menggebrak dan menarik perhatian para warga. Diva’s Percussion mencuri perhatian dengan beat-beat drum mereka. Selain emang karena musik mereka membuat pumping, kecantikan dua wanita ini juga menjadi daya tarik tersendiri bagi warga yang hadir.

Tiba-tiba di tengah keramaian, terlihatlah sosok seseorang yang sangat familiar. Ya.. dialah Kang Emil. Malam itu, pemimpin kota Bandung ini sengaja menyisir sepanjang jalan Asia Afrika untuk melihat sejauh apa partisipasi rakyat di Car Free Night.

Menariknya…
Kang Emil berkeliling dengan berjalan kaki dan hanya dikawal oleh seorang berseragam Pol PP yang berpostur tinggi besar. Tidak ada protokoler atau bodyguard khusus. Warga pun mengamati sang Walikota dengan tatapan hormat dan takjub. Biasa aja, ga ada warga yang minta foto bersama atau memanggil beliau. What a humble and charismatic leader.

image

Di sisi lain jalan ini, car free night menjadi ajang berkumpulnya berbagai komunitas. Layaknya car free day di jakarta atau kota-kota lain seperti surabaya, solo, palembang, ajang ini menjadi salah satu sarana bagi para komunitas untuk unjuk gigi atau bahkan hanya untuk sekedar ngumpul.

Beberapa komunitas yang malam ini hadir, komunitas Dji Phantom, In line skate, melukis, mahasiswa ITB, grup biola, anak band, bahkan para Cosplayer pun ikut meramaikan Car Free Night Bandung.

Kemeriahan warga dalam Car Free Night ini menurut saya menyumbang beberapa hal positif. Ajang ini bisa meningkatkan kreatifitas anak muda, menjadi sarana berbagai komunitas untuk tampil dan berkembang, ekonomi para pedagang kecil di sekitar area penyelenggaraan yang berdenyut dan menjadi sarana hiburan serta ajang silaturahim, bukan hanya untuk anak muda tapi juga keluarga serta pasangan muda maupun pasangan tua.

Banyak senyum dan bahagia disini. Yang jelas, keberadaan event Car Free Night ini secara tidak langsung akan menaikkan indeks kebahagiaan dan rekreasi warga Bandung. Patut dicontoh nih buat walikota di kota lain. Mengemas suatu event dengan lebih kreatif dan bermanfaat.

~@reni_triasari~

Tips Istiqamah hingga Akhir Hayat

image

7 tips agar bisa istiqamah hingga akhir hayat yang diambil dari buku Kemuliaan Muslimah Penggenggam Bara Api, karya DR. Muhammad bin ‘Abdirrahman al-’Uraifi

1. Selalu memohon pertolongan kepada Allah
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam sangat sering memanjatkan do’a:

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوْبِ ثَبِّتْ قَلْبِيْ عَلَى دِيْنِكَ

“Ya Rabb Yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku di atas agama-Mu.” [HR. At-Tirmidzi (no. 3522). Lihat Shahiih Sunan at-Tirmidzi (III/171)]

Ketika ditanyakan kepada beliau tentang hal itu, beliau pun menjawab, “Sesungguhnya tidaklah bani Adam itu melainkan hatinya berada di antara dua jari dari jari jemari Allah. Maka siapa yang Dia kehendaki akan ditetapkan (hatinya) dan siapa saja yang Dia kehendaki akan dipalingkan (hatinya).” [Lihat Silsilah ash-Shahiihah (no. 2091)]

Hanya milik Allah-lah segala taufik dan kekuatan, maka selayaknyalah bagi kita untuk hanya meminta kepada-Nya termasuk memohon istiqamah dalam Agama Islam ini.

2. Berusaha untuk kontinyu dalam beramal
Dianjurkan memilih amalan shalih menurut kemampuan yang tidak memberatkan dirinya supaya ia dapat kontinyu dalam beramal. Jadi berusaha dengan sangat untuk melakukan amalan ini dalam keadaan apa-pun, tanpa kecuali. Karena sekali kita membuat pengecualian, membuat alasan atau mangkir dari melakukan amalan ini, maka akan makin berat dan malas untuk melakukannya di lain waktu

3. Meneladani Para Salaf dalam Beramal
Meneladani para Salaf akan mendorong jiwa untuk mengikuti jejak mereka. Generasi Salaf dahulu berbeda-beda dalam beramal, ada yang banyak dan ada yang sedikit. Namun, mereka senantiasa kontinyu dalam beramal. Mereka adalah kaum yang sangat jauh dari sikap berlebih-lebihan dan memaksakan diri. Mereka istiqamah meskipun amalannya sedikit. Dan teladan mereka adalah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam yang shalat malam hingga kulit kaki beliau pecah-pecah.

4. Taubat dan Istighfar
Cukuplah dalam hal ini kita mengambil hikmah dari firman Allah Ta’ala berikut:

“Dan (dia mengatakan), ‘wahai kaumku, mohonlah ampun kepada Rabb-mu lalu bertaubatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras bagimu sekalian, dan Dia akan menambahkan kekuatan pada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan perbuatan dosa’.” [QS. Huud: 52]

Perbuatan dosa yang kita lakukan akan menyebabkan noda di hati kita, dan akan melemahkan kita untuk melakukan ibadah. Oleh karena itu dianjurkan untuk banyak bertaubat dan beristighfar, agar kita diberikan kekuatan oleh Allah SWT untuk senantiasa bisa istiqamah dalam ibadah.

5. Target Ibadah dan Amal Shalih
Mempunyai target dalam beribadah dan beramal shalih yang realistis dan sesuai kemampuan diri akan membantu menumbuhkan motivasi dan arah yang jelas untuk terus beramal dan istiqamah.

6. Selalu Intropeksi Diri
Intropeksi diri (muhasabah) sangat diperlukan bagi jiwa agar tidak merasa jenuh dan bosan dalam beramal shalih. Intropeksi diri akan membuat jiwa bercermin dan sadar atas tujuan penciptaan manusia di dunia ini, yaitu untuk beribadah kepada Sang Khaliq.

7. Mengingat Mati
Ingat mati (dzikrul maut) terbukti mampu memompa semangat jiwa untuk beribadah kepada Allah Ta’ala dan istiqomah di jalan-Nya

Nomaden? No Worries, Mate

image

Inget ga pas jaman belajar sejarah di sekolah dengan istilah: “Nomaden”? Inget dong… ya dong… *maksa* haaa. Secara ringkas nomaden itu merupakan aktifitas berpindah dari satu tempat ke tempat lain (tidak menetap). CMIIW, karena itu berdasarkan ingatan diriku sebagai insan yang kerap khilaf dan lupa XD

Nomaden ini ternyata bukan hanya dilakonin manusia purba di masa lalu. Masa kini pun ternyata aktifitas nomaden balik lagi dilakonin manusia modern. Bener ga guys?

Menurut saya nih…

Kalo dulu, nomaden dilakonin oleh manusia purba karena faktor keterbatasan. Misal: keterbatasan bahan pangan, keamanan (gangguan dari hewan, suku lain), bahkan faktor lingkungan (bencana alam).

Masa kini nomaden cenderung dijalani karena keadaan dan didukung oleh teknologi yang ada. Sekarang ini kita hidup dimana migrasi bisa dilakukan begitu cepat dan dinamis. Ada pesawat, kereta, kapal laut, infrastruktur jalan yang mendukung mobilitas kita untuk lebih cepat berpindah dari satu tempat ke tempat lain.

Nah… saya termasuk pelaku Nomaden yang disebabkan keadaan. Tuntutan hidup dan tuntutan profesi yang menyebabkan saya menjadi manusia purba yang hidup di masa kini haaa.

Walaupun ini kebiasaan manusia purba dulu… tapi nomaden punya keuntungan sendiri loh. Salah satunya adalah, kita bisa kenal dengan orang-orang baru. Terus juga, kita bisa mendapatkan pengalaman kerja, bersosialisasi serta adaptasi yang lebih banyak.

Termasuklah hari ini…
Saya kembali dipertemukan dengan orang baru. Senang rasanya dikasih kesempatan oleh Tuhan bertemu dengan orang-orang profesional dan berdedikasi di bidangnya. Orang-orang yang bekerja di balik layar dengan segenap hati, yang layak disebut saudara. Memperjuangkan kebaikan tanpa pamrih. Membangun peradaban masa kini untuk masa depan.

Semoga Allah selalu meridhoi proyek peradaban ini, memberikan keberkahan di seluruh sendinya, menaburkan rahmat dan rahiim nya dalam segenap keringat yang tercurah.

Aamiin 💥🙏

Intinya guys, setiap apapun yang kita jalani… syukuri. Jalani sepenuh hati karena hidup bukan sekedar mengisi aktifitas. Hidup adalah pemberian yang harus kita maksimalkan untuk menebar kebaikan di tiap apapun profesi atau aktifitas kita.

Tiap kita diberi Tuhan potensi diri dan passion dalam suatu hal. Its gift from God. Kembangkan potensi dan passion diri kita, dimanapun berada. Ketika kita punya prinsip pengembangan diri dimanapun berada… maka nomaden bukanlah kendala yang membatasi.

Nomaden malahan merupakan peluang. Peluang kita untuk menempa diri menjadi pribadi yang berkualitas dan lebih baik, menjadi tempat kita menabur benih kebaikan sebagai bukti eksistensi dan kebermanfaatan kita bagi sesama.

So… nomaden? no worries, mate 🙂

~@reni_triasari~

Syiah disekitar kita!

image

Kisah nyata wanita yang bernama Aisyah ini terjadi di kota Medan, sebelum Aisyah pergi ke masjid untuk mengisi kajian ibu-ibu dekat rumah, dia menyempatkan untuk mampir dulu ke rumah sepupu karena ingin mengambil kitab Fiqih Sunnah yang beberapa hari lalu dipinjamkan kepada sepupunya karena Aisyah akan membawanya ke pengajian.

Ternyata di rumah sepupunya sedang ada tamu yang penampilannya sangat islami, Kemudian Aisyah bertanya kepada sepupunya.

Siapa mereka?

Sepupunya menjawab: Mereka itu temanku sewaktu SMA. Kemudian Aisyah memuji penampilan mereka yang sangat Islami, dia berkata: “nah begitu dong kamu seharusnya, pakai pakaian yang tertutup (jilbab besar)”.

Sepupunya menimpali: “Tapi pemahaman mereka beda dengan pemahamanmu yang kau ajarkan padaku Aisyah.”

Aisyah pun bertanya: “Memang bagaimana perbedaannya?”

Sepupunya menjawab: “Lebih baik kau bicara sendiri dengan mereka.”

Aisyah menjawab: “Tapi aku sedang ada pengajian.”

Sepupunya berkata: “Sebentar saja, setidaknya kau bisa mengetahui perbedaan pemahamanmu dengan mereka.”

Baiklah kata Aisyah.

Kemudian Aisyah ikut duduk di ruang tamu dengan mereka dan mengucapkan salam.

Setelah ngobrol beberapa waktu, Aisyah sudah bisa memastikan bahwa mereka ini adalah wanita-wanita Syiah.

Lalu Aisyah beranikan diri untuk bertanya: Kalian penganut syiah?
Si tamu pun menjawab: Benar.

Aisyah berkata: Subhanallah, sungguh indah penampilan wanita-wanita Syiah..

Si tamu pun tertawa ringan dan berkata: Terima kasih tapi memang beginilah kami di ajarkan dan kami kemari pun dengan tujuan mengajak teman kami ini (sepupu Aisyah) untuk ikut dalam pengajian kami. Jika mbak Aisyah ingin ikut juga, mari sama-sama.

Aisyah menjawab: Aisyah tertarik sekali ukht, tapi Aisyah sekarang sedang ada keperluan. Bagaimana kalau nanti malam kalian sempatkan datang ke rumah Aisyah untuk mendakwahi Aisyah dan keluarga Aisyah tentang ajaran yang kalian anut, apa kalian punya waktu?

Si tamu pun berkata: Tentu, tentu kami akan datang.

Aisyah mengatakan: Alhamdulillah, nanti Husna (sepupunya) akan menemani kalian, rumah Aisyah dekat dari sini kok.

Kemudian Aisyah pamit, sepupunya mengantarkan ke depan pagar dan bertanya: Aku gak ngerti aisyah, untuk apa kami ke rumahmu?

Aisyah menjawab: Nanti kau akan tau Husna

Sepupunya membalas: Duh syah, jangan gitu, bilang aja..

Aisyah: Mereka sedang berniat untuk mensyiahkanmu Husna, sementara sudah pernah kukatakan bahwa Syiah itu jauh dari Islam.

Maka nanti malam in sya Allah kita yang akan mengembalikan pemahaman mereka ke pemahaman yang benar, in sya Allah.

Setelah selesai shalat Isya’ beberapa menit kemudian datanglah mereka ke rumah Aisyah. Tapi Aisyah melihat mereka bersama seorang lelaki dan penampilannya juga luar biasa islaminya, berjubah putih dan imamah hitam.

Aisyah senyum saja dan sudah tau bahwa ini lah orang yang akan mereka andalkan dalam mendakwahi Aisyah sekeluarga.

Wanita-wanita itu memberi salam dan Aisyah menjawab salam mereka dengan senyum tapi Aisyah tidak langsung mempersilahkan mereka masuk rumah.

Aisyah berkata: afwan ukht, tunggu dulu, sebelum masuk rumah, Aisyah harus minta izin dulu pada mahram Aisyah, sebab kalian membawa seorang lelaki.

Mereka mengangguk saja dan tersenyum manis.

Aisyah bertanya pada abangnya: Bang, apakah laki-laki ini boleh masuk?

Abang Aisyah menjawab: Boleh.. biar abang yang menemani kalian. Kemudian masuklah mereka semua, dan memperkenalkan laki-laki yang ada bersama mereka, ternyata benar bahwa laki-laki itu yang membimbing mereka dan yang mengisi dakwah di pengajian mereka.

Singkat cerita, setelah basa-basi selama 3-4 menit maka dakwah mereka pun di mulai.

Salah seorang tamu tadi bertanya: Mbak Aisyah nama lengkapnya siapa?

Aisyah menjawab: Aisyah bintu Umar al Muhsin bin Abdul Rahman Salsabila, kenapa ya ukhty?

Si tamu: Wow panjang juga ya hehe.. oh enggak hanya kami ingin memanggil mbak dengan nama yang lain, bagaimana jika kami panggil dengan Salsa saja?

Aisyah sudah menyadari bahwa mereka tidak akan suka dengan nama Aisyah, sebab serupa dengan nama istri Rasulullah, dan mereka sangat benci kepada ummul mukminin Aisyah.. na’udzu billah min dzalik

Aisyah pun tersemnyum dan berkata: Boleh juga, tapi boleh tau alasannya apa ya ukht?

Si tamu: Kami tidak menyukai nama itu sebab ………. (dia cerita cukup panjang dan intinya menjelek-njelekkan ummul mukminin Aisyah).

Tiba-tiba si laki-laki (ustadz Syiah) yang mereka ajak itu angkat suara.

Ustadz Syiah itu berkata: Aisyah itu adalah pendusta dan pezina, semoga Allah membakarnya di neraka.

Mendengar ucapan orang bodoh ini mata Aisyah spontan tertutup dan hati aisyah terasa bergetar.. kemudian Aisyah menundukkan kepala dan mengucap istighfar, dan memohon pada Allah agar dikuatkan mendengar fitnah keji dari mulut-mulut yang masih jahil, kemudian setelah tenang, Aisyah angkat kepala dan senyum pada mereka dan membuat situasi seolah-olah Aisyah tidak tau tentang hal itu.

Aisyah berkata: Masya Allah, benarkah begitu ustadz?

Ustadz Syiah menjawab: Benar, dialah penyebab wafatnya rasulullah, dia yang meracuni rasulullah hingga wafat.. semoga laknat selalu menyertainya.

Air mata aisyah menetes mendengar ucapan orang ini, dalam hatinya bagai tersayat-sayat.. seorang ibu dihina di depan anak-anaknya, rasanya ingin melemparkan gelas ini ke wajahnya. Aisyah pun melihat abangnya sudah mengenggam kedua tangannya dan menahan amarah. Namun sebelumnya Aisyah sudah mengiingatkan kepada abangnya bahwa diskusi ini tentu akan membuat hati panas.

Aisyah pun menimpali: Astaghfirullah, sehebat itukah fitnahnya?

Si tamu wanita menjawab: Kok fitnah mbak? itu nyatanya, nih kami bawa kitab tafsir Al Ayyasyi (kitab Syiah) didalamnya terdapat bukti, bahkan Abdullah bin Abbas mengatakan Aisyah adalah seorang pelacur, ini ada kitabnya.

Dia keluarkan kitab tapi Aisyah lupa nama kitabnya, ma’rifat rijal kalau Aisyah tidak salah ingat. DanAisyah melihat memang isinya benar seperti yang mereka ucapkan.

Singkat cerita, mereka terus menghina Aisyah dan para sahabat, sampai telinga ini seperti sudah bengkak.

Akhirnya Aisyah tidak tahan dan berkata pada mereka: Sebentar ustadz, Aisyah mau ambil kitab Syiah punya Aisyah, ada yang ingin Aisyah tanyakan mengenai isinya.

Ustadz Syiah menjawab: Silahkan.
Aisyah sudah siapkan satu soal yang akan menunjukkan jati diri mereka, apakah mereka orang yang cerdas atau cuma bisa ngomong besar.

Dan pertanyaan ini juga pernah ditanyakan oleh syaikh Adnan kepada seorang syaikh Syiah, tapi syaikh Syiah malah bingung menjawabnya.

Aisyah berkata sambil menyodorkan kitabnya: Nih dia kitabnya.
Ustadz Syiah: Oh saya juga punya itu, Al Ghaibah, kebetulan saya bawa hehe.

Aisyah berkata: Oh iya, kebetulan..
Si tamu wanita berkata: Hehe, Allah memudahkan urusan kita hari ini.

Aisyah tersenyum ringan melihat tingkah laku mereka.

Aisyah berkata: Begini ustadz, di dalam kitab ini disebutkan tentang beberapa wasiat rasul kepada imam ali, benarkah ini ustadz?

Ustadz Syiah: Halaman berapa?

Aisyah: 150 no 111

Ustadz Syiah: Sebentar saya lihat. Ya, benar, lalu apa yang ingin ditanyakan dari wasiat yg mulia ini?

Aisyah: Masih berlakukah wasiat ini ustadz?

Ustazd Syiah: Tentu, sampai hari kiamat.

Aisyah: Di dalam kitab ini rasul berwasiat
“Yaa ‘Aliy anta washiyyi ‘ala ahli baiti hayyihim wa mayyitihim wa ‘ala nisa-i. fa man tsabbattuha laqiyatniy ghadan, wa man tholaqtuha fa ana bari’un minha”.

Ustadz Syiah hanya bergumam

Aisyah: Benarkah ini ustadz?

Ustadz Syiah: Bagaimana kamu mengartikan kalimat wasiat itu.

Aisyah: Isi wasiat ini adalah
“wahai ‘Ali engkau adalah washiy ahlul baitku (penjaga ahlul baitku) baik mereka yang masih hidup maupun yg sudah wafat, dan juga ISTRI-ISTRIKU. Siapa diantara mereka yang aku pertahankan, maka dia akan berjumpa denganku kelak. Dan barang siapa yang aku ceraikan, maka aku berlepas diri darinya, ia tidak akan melihatku dan aku tidak akan melihatnya di padang mahsyar.”
Benarkah ini ustadz?

Ustadz Syiah: Benar ini wasiatnya.

Aisyah: Yang ingin saya tanyakan, apakah Aisyah istri Rasulullah itu pernah dicerai oleh Rasulullah?

Ustadz Syiah begumam dan berkata: Tidak..

Aisyah: Apakah Aisyah di pertahankan Rasulullah sampai Rasulullah wafat?

Ustadz Syiah: Ya benar.

Aisyah: Lalu kenapa tadi ustadz bilang Aisyah itu masuk neraka sedangkan dalam wasiat ini Aisyah tergolong orang yang masuk surga??

Ustadz Syiah: Bukan seperti itu maksud dari wasiat ini mbak Salsa.
Aisyah tersenyum melihat tingkah si ustadz dan Aisyah melirik kedua wanita syiah tadi yang mulai hilang senyumannya.

Aisyah: Entahlah ustadz tapi inilah isi dari kitab Syiah dan ini adalah wasiat dari Rasulullah, berarti wasiat ini tidak lagi dianggap oleh orang Syiah sendiri ya ustadz?

Ustadz Syiah: Oooh tidak begitu tapi,, tapi bukan begitu cara menafsirkannya.

Dan akhirnya dia menjelaskan tentang penafsirannya tapi sedikitpun tidak masuk akal bahkan kedua wanita syiah itu sendiri pun terlihat bingung mendengar penjelasan si Ustadz Syiah.

Abang Aisyah pun berkata: Ustadz, saya tidak faham dengan penjelasan antum, mohon diulangi ustadz.

Ustadz Syiah tersebut mulai gelisah.

Ustadz Syiah: Begini, intinya hadits wasiat ini dinilai oleh ahli ilmu hadits Syiah dan tentunya berdasarkan ilmu hadits Syiah adalah lemah sekali bahkan sampai derajat palsu.

Aisyah berkata dalam hati: Wah ini ustadz mulai aneh. tadi katanya wasiat ini masih berlaku sampai hari kiamat, sekarang menyatakannya sebagai hadits palsu.

Aisyah diam beberapa saat memikirkan bagaimana cara membuat orang ini terdiam dan malu karena pendapatnya sendiri.

Aisyah: Sudah-sudah, cukup, mungkin ini terlalu rumit pertanyaannya, nih ada pertanyaan lagi ustadz.

Seperti yang pernah saya dengar bahwa Syiah menganggap bahwa Ali lah yg seharusnya menjadi khalifah setelah wafatnya Rasulullah, apakah benar?

Ustadz Syiah: Ya benar sekali, tapi Abu Bakar rakus akan kekuasaan sampai-sampai dia berbuat kezaliman dan makar yang besar, diikuti pula oleh Umar dan Utsman.

Aisyah: Apakah ada dalil yang menunjukkan Ali sebagai orang yang dipilih Rasul menjadi khalifah sesudah wafatnya beliau?

Ustadz Syiah: Tentu ada, hadits Ghadir Khum , ketika Nabi sedang menunaikan haji wada’ disertai beberapa orang sahabat besar, Nabi berkata kepada Buraidah: “Hai Buraidah barangsiapa menganggap aku sebagai pemimpinnya, maka terimalah Ali sebagai pemimpin..”

Aisyah: Ustadz, kalau saya tidak mengamalkan dan sengaja menolak apa yang diperintahkan Nabi, kira-kira apa hukuman buat saya ustadz?

Ustadz Syiah: Mbak Salsabila bisa dihukumi kafir karena mendustakan Nabi.

Aisyah: Astaghfirullah, berarti imam Ali pun telah kafir dalam hal ini ustadz, sebab dia tidak mengindahkan perintah Nabi, jika memang ini dalil yang menunjukkan Ali sebagai khalifah, bahkan imam Ali membai’at Abu Bakar, maka Abu Bakar pun di hukumi kafir, begitu juga Umar, dan semua sahabat yang menyaksikan ketika itu semuanya kafir, sebab yang menjadi pesan Rasul adalah man kuntu maulahu fa ‘Aliyyun maulahu, siapa menganggap aku sebagai pemimpinnya, maka terimalah Ali sebagai pemimpin.
Benarkah begitu ustadz? Atau haditsnya palsu juga?

Ustadz Syiah: Hmmmm.. Haditsnya shahih.. tapi bukan begitu juga maksudnya.

Aisyah: Tapi tunggu ustadz, sebelum ustadz jelaskan maksudnya saya pengen tanya lagi biar kelar. Apakah setelah imam Ali yang akan menjadi khalifah adalah anaknya Al Hasan?

Ustadz Syiah: Ya benar sekali, tidak bisa dipungkiri.

Aisyah: Ada dalilnya? Shahih apa tidak?

Ustadz Syiah: Ada, shahih jiddan (sekali).

Aisyah: Bagaimana bunyinya?

Ustadz Syiah: Wahai Ali engkau adalah khalifahku untuk umatku sepeninggalku, maka jika telah dekat kewafatanmu maka serahkanlah kepada anakku Al Hasan,,
hadits ini cukup panjang menjelaskan tentang 12 imam.

Aisyah: Ustadz coba lihat kembali kitab Al Ghaibah yang berisi tentang wasiat Rasul tadi. Tidakkah isinya sama dengan yg baru saja ustadz sebutkan?

Ustadz Syiah: Sebentar.. oh iya sama.

Aisyah: Bukankah tadi saat kita membahas tentang keberadaan Aisyah di sorga, ustadz katakan hadits ini palsu?, tapi sekarang saat membahas tentang dalil kekhalifahan Ali dan Hasan malah ustadz berbalik mengatakan hadits ini shahih jiddan???

Ustadz Syiah pun diam seribu bahasa. Aisyah melihat raut ustadz berubah dari biasanya, mau senyum tapi tanggung, mau pulang tapi malu.

Aisyah: Ustadz, saya pernah dengar dari teman-teman saya bahwa Syiah itu suka bertaqiyah. Apakah ini bagian dari taqiyah itu?

Abang Aisyah: Hahahaha.. ustadz, akuilah bahwa Aisyah radhiyallahu ‘anha adalah penghuni surga, Abu bakar adalah khalifah pertama, Umar kedua, Utsman ketiga,dan Ali keempat,
kita semua mencintai ahlul bait ustadz, Ali juga setia kepada kepemimpinan Abu bakar, Umar dan Utsman. Dan Ali sangat mencintai ketiga sahabatnya, bahkan sampai-sampai nama anak-anak Ali dari istrinya yang lain (selain Fathimah) diberi nama Abu Bakar, Umar & Utsman … Apakah ustadz mau menafikan itu semua?

Ustadz Syiah: Hmmmmm.. sebaiknya kami pulang saja.

Aisyah: Tunggu ustadz, ustadz belum menjawab pertanyaan kami.

Ustadz Syiah: Sepertinya kalian sudah tau semua.

Aisyah: Oh berarti ustadz mengakui kebenaran ini?

Ustadz Syiah: Allahu a’lam, saya permisi dulu.

Husna (sepupu Aisyah): Bagaimana dengan kalian(kedua wanita syiah)?

Salah satu dari wanita Syiah angkat bicara: “Saya akan kembali lagi besok kesini dan saya harap Husna mau menemani saya”

Ustadz Syiah: Baiklah kalau begitu kalian tinggal disini dan saya pamit.

Wassalamu ‘alaikum..
Kami: Wa’alaikumussalam warahmatullah.

Selesai.

Sumber: Status FB Aisyah Salsabila

Semoga kisah ini membuka mata hati kita dan pengetahuan kita tentang ajaran yang menyimpang, khususnya Syiah di Indonesia. Share dan sebarkan kawan! JANGAN DIABAIKAN karena tentu kita berharap kepada Allah agar Indonesia tidak menjadi “sarang besar” penganut syiah yang sesat. Kita berharap kisah seperti ini mampu membendung laju mereka dan membuka wawasan kita semua agar sadar bahayanya paham syiah.

Semoga bermanfaat. Wassalam

[@MazUgik]: Mengapa Kita Harus Belajar dari Kesalahan Orang Lain?

image

Sarapan Pagi :

Mengapa kita harus belajar dari kesalahan orang lain ? Karena umur kita terlalu singkat untuk berbuat kesalahan terlebih dahulu, baru belajar…

Satu Nasehat Bang AM :

” ابدئوو ا من حيث انتهوا ”

Mulai lah darimana mereka telah sampai….

So, Jangan Memulai Dari Awal….

Bingung Sarapan Sehat Apa? Ini Sarapan Praktis, Instan, dan Sehat

Bosen sarapan itu-itu aja? Coba kita intip menu sarapan kebanyakan: nasi goreng, roti, mie instan, nasi uduk, lontong sayur, nasi pake ceplok telor, sereal, bubur kacang ijo, sego pecel, nasi kucing, lontong nasi, arem-arem, pempek, gorengan??? Lah banyak tuh wkwkwk. Ga jadi bosen deh XD

Kebosanan itu wajar melanda kita pada saat hidup, bukan hanya saat sarapan. Kuncinya, butuh diversifikasi, kreatifitas dari apa yang kita jalani.

Jangan lupa, asas sehat dan bergizi sebisa mungkin jadi prioritas utama kita pada saat makan. Apalagi saat sarapan, dimana asupan energi untuk tubuh kita nih di awal hari guys. Penting banget.

Pastiin bangun tidur kita minum air putih sebanyak mungkin. Terus dijeda sebelum kita konsumsi yang lain. Makan buah dan segelas jus juga oke sebelum memulai sarapan.

Nah, salah satu alternatif sarapan sehat kita biasa menyantap sereal atau oat. Salah satu makanan instan yang kekinian adalah Oatmeal Muesli.

image

Kalo menurut saya, kenapa Oatmeal Muesli ini bisa jadi salah satu pilihan sarapan sehat karena variasi di dalamnya. Kita liat nih ada apa aja sih?

Ada rolled oat, choco chips, raisin, almond, dan sereal rasa coklat. Beragam dan menyehatkan dong yaaaa. Apalagi pada saat makannya ditambah susu cair. Hemm…

Porsinya yang pas untuk disantap memakai gelas juga cucok banget untuk sarapan di kantor. Ringkas, praktis, enak dan sehat pastinya.

So… Sarapan sehat untuk memulai hari yang indah. Jangan lupa doa agar makin berkah.

Selamat sarapan guys.

~@reni_triasari~

[Review]: Kwetiau Jamur ala Mie Pangsit Siantar; Dobel Jamurnya Dobel Porsinya

  
Bingung ga baca judulnya? Ini mau review kwetiau apa mie pangsit sih? 😀 kalo bingung, silahkan pegangan dulu deh 

Review kali ini akan dibahas salah satu tempat makan mie yang cukup ternama di kota Bengkulu. Nama tempat makannya adalah “Mie Pangsit Siantar”. Lokasinya cukup strategis karena berada di pinggir jalan raya, tepatnya sebelum simpang empat Pagar Dewa. Dari pusat kota hanya butuh waktu sekitar 30 menit jika ingin mencicipi kuliner satu ini. 

 

 

Disini, hidangan yang ditawarkan cukup beragam. Yang menjadi favorit pastinya Mie Pangsitnya, makanya tempat makan ini dikasih nama Mie Pangsit Siantar. Dengan harga hanya Rp. 13.000 untuk satu mangkuk Mie, wajar kalau kalau Mie Pangsit enak ini menjadi buruan para pembeli.

Selain mie, disini kita juga bisa makan “berat” loh guys. Menu-menu seperti udang, ayam, ikan, capcay, kangkung, dan teman-temannya ada juga disini. Minumannya juga standar, ada jus, teh, minuman botol yaaa gitu deh.

Kali ini, saya tertarik mencicipi kwetiau nih. Menu kwetiaunya ada kwetiau kuah, goreng, kwetiau pangsit, kwetiau jamur, tapi sayangnya ga ada kwetiau seafood. Jatuhlah pilihan sama kwetiau jamur. Oke… Pesanan sedang di proses, kita minum teh dulu sembari ngobrol.

Tehnya pake teh melati, cuma gulanya agak banyak. Kalo temen-temen kesini, jangan lupa bilang tehnya jangan terlalu manis ya. Pesanan dateng nih… Eh ternyata mie pangsit pesanan temen wkwkwk. Lumayan lama nunggu kwetiauw jamurnya dimasak. Padahal mie pangsit temen aku udah mau habis loh 😆 

Berpikir positif aja kalo kwetiau jamurnya spesial, karena nunggunya aja sekitar 15 menit lah. Eng ing eng… Si mbak pelayan senyum-senyum ga keenakan nganterin pesanan, mungkin dia tau kelamaan masaknya haaaa. Lets eat… Itadakimasu 🍜

Wihhh ternyata porsinya double man, JUMBO haaa… Untuk dimakan tiga orang juga bisa nih satu mangkok 😄

Kwetiau nya terendam sama kuah pekat nan kental berwarna coklat gelap dan segala isian kwetiaunya. Prediksi awal sih kwetiau jamurnya pake jamur Tiram, secara di Bengkulu banyak yang usaha jamur Tiram. Pas diliat, wih jamurnya double dan bukan tiram. Jamur yang dipake di kwetiau ini adalah jamur Shitake dan jamur Merang.
  

Duo jamur ini ga sendirian, mereka ditemani juga dengan irisan daging ayam, bakso ikan, udang satu ekor dan sawi manis. Yang jadi kejutan dalam hidangan ini adalah irisan kecil cabe rawit yang cukup membuat kaget ketika kita makan 👅

Kwetiau nya sendiri ga bgitu banyak, irisannya ga begitu lebar dan ga bgitu tebal. Teksturnya lembut, malahan lebih lembut dari kwetiau yang biasa dimakan. Tinggal seruput terus nyes ditenggorokan. Selera saya sih, lebih suka kwetiau yang agak kenyal sedikit biar ada sensasi tersendiri pas menguyah.

Soal rasa kuahnya… Enak. Pas gitu rasanya. Pengaruh “duo jamur” juga makin menegaskan rasa sedap pada kuah kwetiau. Dalam dunia kuliner, jamur dikenal sebagai salah satu penguat rasa alami pada makanan. Sekarang pun banyak dijual bubuk penyedap yang terbuat dari jamur. Bubuk ini dapat digunakan sebagai alternatif alami pengganti MSG yang biasa dipakai di masyarakat. Kapan-kapan saya bahas ya di blog ini. Keep reading aja pokoknya 😁

Finally, jika ingin mencicipi mie atau kwetiau yang enak di Bengkulu… Mie Pangsit Siantar saya rekomendasikan menjadi salah satu tempat untuk dikunjungi. Lokasi strategis, harga terjangkau, tempat makannya juga lumayan nyaman seperti kedai makan biasanya. Yang paling utama… Rasanya nendang guys.

Tetap hidup sehat supaya bisa icip-icip 😉

~ Reviewed by: @reni_triasari~

Sssttt…

  

Sadar tidak sadar… Apa yang kita utarakan adalah cerminan diri. Tindakan, ucapan bahkan gesture tubuh sekalipun. Setuju ga? Setuju ajalah ya biar gercep 😆

Cara paling sederhana untuk mendeteksinya nih guys… Misal kita lagi ngumpul nih sama temen-temen. Pas lagi ketawa… Ada temen kita yang ketawa dengan gesture penggosip. You know lah terus sambil nyolek kita bilang “eh… Tau ga???” ~> nah ini ciri nih mau ngajakin ngegosip 😄

Yahhh itu salah salah satu contoh aja sih. Masih banyak kejadian lain yang biasa kita temui sehari-hari. Gesture kecil seperti ini ga bisa dibuat-buat, otomatis aja gitu keluar, namanya juga bawaan dari lahir 😁

Selain karena emang bawaan dari lahir, faktor lingkungan juga bisa mempengaruhi seseorang dalam bersikap dan berkata-kata. Dari hasil pengamatan nih, orang yang biasa bergaul dengan teman-teman yang ngomongnya sopan, tau etika, biasanya dia keikut sopan dan tau etika juga. 

Begitu pentingnya memilih teman, sampe ada hadits yang mengingatkan kita guys:

“Sesungguhnya perumpamaan teman yang shalih dengan teman yang buruk adalah seperti penjual minyak wangi dan pandai besi. Seorang penjual minyak wangi bisa memberimu atau kamu membeli darinya, atau kamu bisa mendapatkan wanginya. Dan seorang pandai besi bisa membuat pakaianmu terbakar, atau kamu mendapat baunya yang tidak sedap.”

[Hadits Shahih, riwayat Bukhari (no. 5534), Muslim (no. 2638), Ahmad (no. 19163)]

Terkadang karena terbiasa berkata-kata kasar, jorok sama temen jadi kebawa dalam kehidupan kita sehari-hari. Yang awalnya cuma seru-seruan aja biar asik biar gaul kalo ngobrol sama temen ehhh malah jadi terbiasa. Kalo udah biasa, kata-kata yang ga sebaiknya diucapkan menjadi sebatas kata-kata biasa. 

Ditambah ketika kata-kata itu bercampur dengan emosi. Duh… Sumpah serapah segala hewan di kebun binatang disebut. Istighfar bor…

Emang lidah tak bertulang, tapi tajamnya lidah bisa lebih sakit menusuk dibanding ditusuk sama tulang rawan. Yaiyalah tulang rawan enak digadoin, apalagi tulang rawan ayam 🐓🐔🍖🍗

Yuk kita jaga lisan, jaga kata-kata kita

Karena kata-katamu adalah kualitas dirimu



~@reni_triasari~