Kita berada di akhir zaman?

Copas..
Kemunculan Al Mahdi
Kajian Khusus Masjid Raya Bintaro Jaya @16 Januari 2016

Kemunculan Al Mahdi
Ust Zulkifli Muhammad Ali, Lc

Kita saat ini telah berada di penghujung zaman. Kita sekarang telah berada di akhir-akhir periode keempat dari lima periodisasi umat islam.

Nabi SAW dalam haditsnya menyatakan bahwa zaman umat islam akan dibagi menjadi 5 periode:
1. Periode Kenabian. Periode ini telah berakhir sejak wafatnya Nabi Muhammad SAW
2. Periode Kekhalifahan dimana umat islam dipimpin Khalifah dengan sistem kenabian. Periode ini telah berakhir sejak wafatnya khalifah Ali bin Abi Thalib
3. Periode kekhalifahan dengan sistem kerajaan. Menurut pakar sejarah, periode ini telah berakhir sejak diruntuhkannya kekhalifahan Usmaniyah di Turki tgl 13 Maret 1924 oleh Kemal At Taturk.
4. Periode pemimpin yg diktator. Ini periode dimana saat ini kita berada. Pada periode ini umat islam mengalami masa masa yg paling gelap dalam sejarah karena tdk punya kepemimpinan dan dunia dikuasai oleh bangsa bangsa kafir.
5. Sebelum akhir zaman akan muncul kembali periode terakhir yaitu kekhalifahan seperti sistem kenabian dimana umat islam akan kembali memimpin dunia. Periode kelima ini tidak akan berlangsung lama karena satu atau dua periode setelah itu akan muncul tanda tanda kiamat besar.

CIA, Badan intelejen USA membuat prediksi bahwa mulai kemunculan kembali zaman kekhalifahan umat islam yaitu pada tahun 2020 sedangkan KGB, badan intel Rusia memprediksinya terjadi pada tahun 2025.

Sepuluh tanda-tanda kiamat, dimana poin 1-4 akan terjadi di periode keempat kita saat ini yaitu:
1. Munculnya Dajjal
2. Nabi Isa AS
3. Munculnya Yajuj dan Majuj dalam jumlah banyak. Sebagai perbandingan,
saat itu 1 manusia berbanding dg 999 Ya’juj dan Ma’juj
4. Masa2 aman saat dunia kembali dipimpin oleh khalifah islam.
5. Matahari terbit dari barat
6. Keluar binatang besar
7. Angin lembut yg mematikan seluruh umat islam sehingga dunia hanya dipenuhi oleh orang-orang kafir saja.
Selanjutnya tanda-tanda besar kiamat ke 8,9 dan 10 hanya dirasakan oleh orang2 kafir karena orang2 mukmin sudah dimatikan oleh Allah SWT.

Salah satu tanda Dajjall akan muncul adalah ketika sungai/danau tiberias kering. Dan menurut informasi, saat ini debit airnya sudah menurun terus menerus.
Sebelum turun Dajjal, maka Al Mahdi akan muncul terlebih dahulu.

Siapa Al Mahdi
Al Mahdi berasal dari keturunan kandung Nabi Muhammad SAW dari keturunan Fatimah yaitu dari Hasan bin Ali RA

Namanya mirip nama Nabi yaitu Muhammad dan nama ayahnya juga sama dengan nama ayah Nabi yaitu bernama Abdullah.

Tanda-tanda akan segera muncul Al Mahdi

1. Salju turun di Arab
Ini sudah terjadi sejak 2009 dan hari ini salju juga sedang turun di Arab Saudi.

2. Bumi akan dipenuhi huru hara dan peperangan dan kedzaliman yg semakim lama semakin meningkat sehingga hari hari kedepan akan terasa semakin berat. Banyak terjadi pembunuhan2 seperti di yg saat ini terjadi di Yaman, Suriah, Palestina, Mesir dll.

3. Banyak fitnah2/kedzaliman2 yg terjadi di negeri Syam seperti yg terjadi saat ini di Suriah oleh rezim Basar As’ad atau kekejaman di Palestina oleh Israel

4. Wafatnya seorang Raja Arab lalu 3 putera mahkotanya saling ribut/gaduh.
Saat ini Raja Abdullah di Arab Saudi telah wafat dan 3 putra mahkota berikutnya saling gaduh karena memiliki perbedaan perbedaan prinsip dan karakter. 3 putra mahkota tersebut yaitu Raja Salman, Thalal dan Mukrim.
Salman termasuk orang sholeh dan anti maksiat. Beliau hafidz Quran.
Sedangkan Thalal memiliki ekonomi terkuat bahkan salah satu orang terkaya dunia. Namun ia ahli maksiat. Sementara itu Mukrim loyalitasnya lebih ke Yahudi dan Amerika.

Sepeninggal Raja Abdullah, Arab Saudi saat ini dipimpin oleh Raja Salman. Raja Salman telah mengusir Thalal dari kerajaan sedangkan Raja Salman membiarkan Mukrim tetap di kerajaan namun telah mencabut hak beliau sebagai raja berikutnya.

5. Mengeringnya sungai eufrat.
NASA pernah merilis bahwa 2014 sungai eufrat akan habis total. Dan terbukti bahwa pada April 2014 sungai eufrat sudah kering total.

6. Muncul gunung emas di Irak lalu org akan berbondong2 memperebutkan disana dan dari 100 org laki-laki yg berperang disana maka 99 org akan mati. Amerika nampaknya sudah meyakini keberadaan gununh emas tsb. Olehkarenanya mereka telah mempersiapkan strategi utk “mengamankan” (merampas) gunung emas tsb.

7. Muncul Ad Dukhon yaitu asap kabut yg sangat tebal 40 hari 40 mlm sampai sampai asapnya membuat kita tidak bisa melihat lagi. Dunia akan terasa gelap gulita.
Para ahli meyakini bahwa hal ini terjadi akibat adanya benturan besar asteroid atau meteor ke bumi.

Para peneliti NASA menyebutkan bahwa rentang 2013-2016 dunia akan masuk dalam jalur sungai meteor dimana akan terdapat 1300 meteor yg akan membentur bumi dg kecepatan 120.000 km/jam. Tahun 2013 baru terjadi tiga kali yaitu di Siberia, Argentina dan Amerika. Sisanya mungkin bisa terjadi di tahun ini atau tahun tahun mendatang. Wallahu A’lam.

Munculnya Dukhon merupakan akhir dari era teknologi karena semuanya tidak akan berfungsi akibat dari efek elektromagnetik dari benturan meteor2 tsb. Sehingga zaman akan kembali seperti zaman dahulu kala.

Setelah itu Al mahdi akan muncul di dekat Kabah. Ia akan dibaiat oleh 7 ulama besar yg membawa pengikut sekitar 300 an orang (jumlahnya mirip pasukan perang badar). Awalnya ia selalu menolak tapi Allah SWT akhirnya mengokohkannya sehingga mau menjadi pemimpin umat islam saat itu.

Ada penjelasan lain bahwa Ad Dukhon dan hujan meteor akan segera datang apabila ketiga tanda ini sudah terjadi:
– banyak muncul penyanyi2 wanita
– banyaknya musik dan alat2 musik
– banyaknya orang meminum khamr atau minuman yg memabukkan.

Saat dukhon terjadi maka keadaan manusia sama seperti ketika Nabi Yunus berada dlm perut ikan. Gelap, tdk ada oksigen, tdk ada makanan.

Maka Nabi SAW mengajarkan kita agar saat itu kita berzikir seperti zikirnya Nabi Yunus yaitu Laa ilaaha illa anta subhaanaka inni kuntu minadzholimin.

Dengan iman dihati kita dan doa zikir tersebut maka pengaruh Dukhon tersebut seolah olah hanya membuat kita lemas sedikit seperti terserang flu.

Negara-negara kafir nampaknya sangat percaya dengan akan munculnya hujan meteor ini. Olehkarenanya Amerika, Rusia, Singapura dll saat ini telah membuat bunker-bunker raksasa yg bisa menampung ratusan ribu orang dengan fasilitas dan persediaan makanan cukup utk bbrp bulan.

Setelah Al mahdi turun maka kita akan kembal ke uang emas dan perak (dinar dan dirham) karena uang kertas pasti sudah tidak akan ada gunanya

Al Mahdi akan memimpin umat islam utk membebaskan seluruh bumi sehingga seluruh dunia (tanpa kecuali) akan dipimpin oleh umat islam melalui sistem kekhalifahan yg berbasis kenabian.

Negara2 yang ditaklukan akan disatukan kembali dan diberi nama yg sama persis ketika zaman Nabi misalnya negara Yaman, Suriah, Lebanon dan Palestina akan disatukan dan diganti nama menjadi Negeri Syams.

Bila sdh terjadi huru hara di negeri Syams, maka Nabi menyarankan agar kita segera berlomba2 utk beramal baik karena akhir zaman semakin dekat. Misalnya sholat jamaah di masjid, sedekah, puasa, tahajud, baca Quran, hafal quran dsb.

Sesuai hadits Nabi, umat islam juga diperintahkan utk mahir berkuda, memanah dan berenang. Ini mungkin hikmahnya karena saat itu era teknologi sudah berakhir.

Hanya iman dan amal sholeh yg akan menyelamatkan kita

Al Mahdi akan muncul saat tahun-tahun dimana banyak gempa terjadi susul menyusul di Arab pada bulan Ramadhan dan kerajaan Arab gaduh sesama mereka maka tahun itu meteor jatuh, dukhon terjadi dan jamaah haji akan dibantai di mina pada bulan Dzulhijjah. Lalu Al Mahdi akan muncul di bulan Muharamnya.

Saat Al Mahdi sudah muncul di Mekah, semua orang mukmin wajib datang ke Mekah dan membaiat Al Mahdi sebagai pemimpin Umat Islam.

Lalu bagaimana cara kita ke Mekah utk bertemu dan membaiat Al Mahdi sementara zaman teknologi sudah berakhir? Wallahu A’lam.

Semoga ini menambah keyakinan kita terhadap akan datangnya hari akhir dan semakin membuat kita bersemangat untuk melakukan amal-amal kebaikan…

Iklan

Saudaramu adalah Amanahmu

Bahkan yang terlihat kuat pun harus ada yang menguatkan

Yang terlihat semangat pun harus ada yang menyemangati

Yang di anggap fahampun harus ada yang memahamkan

Karena itulah Allah menjadikan nabi Harun penguat nabi Musa

Saudaramu adalah amanahmu, dan minimal jaga mereka dalam doa-doa di ujung sajadahmu 🙂 (unknown)

*catatan kecil mengapa kita wajib saling menasehati sesama muslim

Inikah senjakala stasiun televisi? *)

image

Bergembiralah. Tidak seperti koran, tanda-tanda kematian TV di masa depan belum tampak. Sebaliknya, horison terlihat cerah bagi industri TV. Di Amerika Serikat (AS), rata-rata kepemilikan TV adalah 2,93 per rumah tangga dan 55% rumah memiliki TV lebih dari 2. Jumlah waktu yang dihabiskan audien menyaksikan konten TV juga semakin meningkat. Tidak seperti industri media tradisional lain yang menunggu kimat karena digerus internet, TV sangat elastis.

TV belum akan punah. Hanya stasiun TV yang akan mati. Seluruh konsep TV broadcasting yang berlaku saat ini segera hilang disapu badai internet.

JELANG KIAMAT TV LINEAR

Ketika masih kecil, ayah saya sering merekam acara TV malam dengan Video Beta. Anak-anak harus tidur, tapi ia berbaik hati agar para bocah di rumah tak ketinggalan acara kesukaannya. Esok siang setelah pulang sekolah kami menonton video rekaman siaran itu. Berdebar-debar di depan TV menjelang jam tayang acara menarik juga adalah bagian dari masa kecil kita. Dulu kita hapal jam tayang Mac Gyver, Knight Rider, Tak Tik Boom, Doraemon sampai Aneka Ria Safari.

Segalanya sudah berbeda pada putra saya yang berusia 7 tahun. Ia dengan leluasa memilih acara TV yang ia suka tanpa terikat waktu. Dengan TV On Demand (OD) yang berbasis Internet Protocol TV (IPTV) yang kami miliki di rumah, ia bisa memutar ulang siaran Ipin & Upin atau Adit, Sopo, Jarwo kesukaannya yang ditayangkan malam sebelumnya. Bisa diulang-ulang, di-pause, di-forward, di-rewind dan dihentikan kapan saja. Begitu juga ketika kami sekeluarga menonton film dari channel penyedia film bagus seperti HBO, FOX atau Cinemax. Tinggal pilih judul film yang disukai lewat TVOD atau Video-OD (VOD), kemudian ditonton kapan saja. Tak ada lagi kegiatan menonton live TV di rumah ini, apalagi menonton iklan. Di Indonesia sudah lama bermunculan penyedia jasa TVOD dan VOD berbasis IPTV seperti UseeTV, MNC Play, First Media, Netflix dll dengan tarif bulanan yang fair. Sejak berlangganan TVOD/VOD kami mencopot antena dan berhenti berlangganan TV kabel.

Internet adalah sesuatu tentang kontrol yang kini dipegang oleh setiap penggunanya. Di Facebook kita bebas memilih teman dan memblokir konten. Di Twitter kita selalu bisa memilih siapa yang layak kita follow. Di Youtube kita hanya akan menyaksikan video yang kita minati. Hal tersebut bertolakbelakang dengan konsep TV linear yang kita kenal selama ini yang disediakan oleh hampir semua stasiun TV di dunia. TV linear mentransmisikan semua program acaranya secara langsung dan terjadwal. Audiens tak punya kontrol apapun, kecuali memilih kanal TV. Pelanggan TV kabel menyia-nyiakan uangnya dengan berlangganan sekian banyak paket kanal yang tak pernah mereka tonton.

Ketika TVOD/VOD hadir, ia tak semata-mata menjadi sebuah pengalaman baru dalam menonton TV. Yang terpenting ia menyerahkan kontrol penuh atas konten dari stasiun TV kepada user untuk dipersonalisasi.

Perlahan tapi pasti, OD membunuh TV linear. Laporan dari Nielsen, rata-rata audien TV linear menghabiskan 1 jam 50 menit per hari di depan TV. Sedangkan audien OD menghabiskan 2 jam 45 menit per hari. Stasiun TV ABC, CBS dan NBC berhasil mengeduk 50 juta audien di tahun 1980. Dua dekade kemudian angkanya jatuh ke 22 juta orang yang rata-rata berusia 60 tahun.

Ericsson ConsumerLab TV & Media Report 2015 mendapati konsumen OD menghabiskan waktu 6 jam per minggu menyaksikan konten OD. Jumlah ini meningkat dua kali lipat dibandingkan 4 tahun sebelumnya. Konten tak lagi hanya disaksikan di TV, tapi juga di mobile device. Sehingga audien tak lagi terikat dengan tempat — hanya menyaksikan OD di TV rumah misalnya — karena penyedia OD telah menyediakan platform berbasis cloud. Seperti Netflix dan Hulu. Generasi yang mengonsumsi konten TV dari mobile device ketimbang layar TV adalah mereka yang berusia 16-24 tahun. Sedangkan generasi berusia 25-34 tahun hanya 50% lebih sedikit yang menyaksikan konten dari layar TV.

Tahun 2001 pernah diadakan survei di AS dengan pertanyaan: pilih mana, lebih baik kehilangan akses TV atau akses internet? Ketika itu 72% responden memilih lebih baik tak punya akses internet. 8 tahun kemudian, angka 72% itu jatuh ke 49%. Karena TV hanya menawarkan konten TV. Sementara internet tak hanya menawarkan konten TV. Ia turut menyediakan kontrol, interaksi, mobilitas, content creation, ilmu pengetahuan, personalisasi — segala sesuatu yang memberi tenaga kepada pengguna.

Ketika terjadi gelombang migrasi audien besar-besaran dari TV linear ke OD, stasiun TV linear masih berjibaku dengan biaya investasi dan operasional yang sangat tinggi. Mereka perlu banyak uang untuk memproduksi atau membeli program TV demi mengisi jadwal. Membiayai operasional, membeli perangkat siaran sampai membangun base transceiver system (BTS) sampai menyewa satelit untuk menjangkau lebih banyak audien. Di sisi seberang, hanya berbekal sebuah kantor yang tak begitu besar dengan biaya operasional bak bumi dan langit bila dibandingkan stasiun TV linear, penyedia OD seperti Netflix terus-menerus ‘merampok’ pendapatan stasiun TV.

AKHIR KEMESRAAN PENGIKLAN DAN STASIUN TV

“Jangan kemana-mana, tetaplah bersama kami,” ujar semua pembawa acara TV sebelum jeda iklan.

Kalimat yang tepat sebenarnya adalah: “Jangan kemana-mana, saksikan dulu iklan berikut ini.”

Model bisnis paling lumrah dalam industri stasiun TV adalah menjual konten kepada pengiklan. Hanya dari iklanlah mereka bisa hidup. Nilai pasar iklan televisi di dunia mencapai US$ 70 miliar atau Rp 980 triliun, masih yang terbesar dibanding media lain. Namun dengan berpindahnya audien dari TV linear ke OD, siapa juga yang masih mau menyaksikan iklan? Kita menyaksikan TV karena ingin menonton program acara, bukan menonton iklan.

Ketika di TV linear pun audien melewatkan iklan, di OD hampir bisa dipastikan semua orang melakukan skip atau fast forward setiap iklan tayang. Celaka sekali ini. Kiamat bagi pengiklan TV sama dengan kematian stasiun TV. Masih ditambah lagi dengan kebangkitan industri OD yang bebas iklan seperti Netflix yang sampai tahun kemarin pelanggannya sudah 70 juta orang.

Situasi ini menghadapkan pengiklan atau biro iklan dalam situasi paradok: satu sisi audien TV meningkat, di sisi lain mereka semakin punya kontrol tak ingin menyaksikan iklan. Ketika audien TV linear pindah ke OD, audien OD tak mau menyaksikan iklan. Mau tidak mau pengiklan mulai membagi anggaran iklan mereka ke OD dan menggerus porsi untuk TV linear. Youtube saja di tahun 2015 telah berhasil mendapat bagian dari kue iklan itu sebesar US$ 1,62 miliar atau Rp 22,6 triliun.

TV linear juga makin kehilangan rating yang otomatis kehilangan pemasukan dari iklan. Kelompok stasiun televisi Viacom, 21st Century Fox, Comcast yang memiliki NBCUniversal dan Walt Disney tahun lalu melaporkan penurunan pendapatan iklan di semua stasiun TV jaringan mereka. Jumlah penonton turun 18% berdasarkan data Nielsen. MTV turun 14% dan Nickelodeon jatuh 17%. Sementara audien pada program prime time turun 7% yang otomatis mengiringi penurunan jumlah audien dan rating adalah pemasukan iklan.

“Angka ini adalah penurunan terbesar yang pernah kami saksikan,” kata Moffet Nathanson, analis industri Viacom.

“Sudah makin tampak telah terjadi pergeseran besar dalam industri TV,” Philippe Dauman, CEO Viacom, menambahkan.

Hal yang sama juga diamini oleh Jeff Bewkes, CEO Time Warner yang memiliki HBO dan CNN sambil mengatakan industri TV sedang berpindah ke OD. Todd Juenger dari Bernstein Research punya prediksi lebih mengerikan. “Generasi OD tidak akan kembali ke TV linear. Migrasi telah terjadi secara struktural,” ucapnya.

Amir Kassaei, Chief Creative Officer Omnicom’s DDB Worldwide, sebuah biro iklan raksasa dunia, mengatakan TV akan tetap jadi salah satu medium utama membangun brand awareness dan mengumpulkan audien. Tapi, perubahan besar perilaku audien terhadap TV membuat mereka sangat hati-hati dalam memilih medium untuk menjangkau pemirsa.

“Kita harus mendefinisikan ulang soal apa itu TV. TV sudah lebih dari sekedar gambar bergerak,” tegasAmir.

TV SEBAGAI MEDIA INTERAKTIF

“Mari kita lihat dulu apa kata penonton di Twitter. Wow! Hashtag #XFactor_IND baru saja menjadi trending topic di Indonesia,” kata Robby Purba, host X-Factor Indonesia sesaat setelah peserta X-Factor menyelesaikan lagunya.

Setelah meninggalkan American Idol, Simon Fuller merilis If I Can Dream yang langsung mengintegrasikan siaran televisi, video streaming melalui Hulu dan media sosial. Produser acara, Michael Herwick, menegaskan bahwa generasi sekarang tak hanya berada di depan TV, tapi juga di Facebook dan Twitter. Prosumer telah masuk ke dunia TV dan menjadikan interaksi langsung dengan audien sangat penting. Norma ‘duduk manis’ depan TV tak berlaku lagi. TV bagi generasi saat ini menjadi salah satu media interaksi dan kolaborasi yang berkomplemen dengan media digital. Ketika menyaksikan TV, fokus kita turut terbagi ke smart phone di tangan dengan aplikasi Facebook atau Twitter.

Pada 2010 lalu siaran langsung Super Bowl XLIV di AS mencatat sejarah dengan berhasil menangguk 106,5 juta penonton. Audien tak hanya riuh di ruang keluarga atau bar. Tapi juga menciptakan eforia di dunia maya melalui Twitter, Facebook dan blog ketika siaran sedang berlangsung. Hal yang sama juga kita lihat dalam siaran langsung Academy Awards, Grammy Awards, atau kontes bakat. Audien ingin merasa lebih terhubung dengan acara itu sendiri dan memberikan kontribusi terhadap program kesayangannya.

“Kita tidak lagi bicara soal program TV, tapi bicara kepada program TV,” tulis James Poniewozik, kolumnis media di Time Magazine.

Dunia prosumer ini menemui jalannya di ranah OD. Melalui smart TV, audien bisa memberikan rating terhadap program OD atau VOD yang ditawarkan sehingga memudahkan sesama audien memilih konten. Seperti juga di Youtube, setiap orang melalui smart tv bisa memberikan komentar atas VOD yang baru ditontonnya. Bahkan Hulu mengizinkan audiennya untuk membuat subtitle film dalam bahasa mereka masing-masing.

Dengan demikian terciptalah sebuah ekosistem big data yang terbuka dan kolaboratif antar audien. Tak ada lagi prime time layaknya TV linear. Setiap waktu adalah prime time dan semua orang bebas memilih waktnya sendiri. Konten terbaik bukan lagi dipilihkan oleh stasiun TV, tapi dari hasil rekomendasi dan interaksi audien lain. Yang kemudian akan kita lihat adalah konten OD yang bisa difilter berdasarkan most viewed, most rated, most favorited atau most commented.

KEBANGKITAN AUDIEN PROSUMER

Dari sebuah desa di Karanganyar Jawa Tengah, Sudiyono berhasil mengubah hidupnya dari videografer jasa shooting kecil menjadi sebuah ‘production house’ terkenal di Youtube berpenghasilan puluhan juta per bulan. Awalnya Sudiyono iseng mengunggah video liputan pribadinya di Youtube. Berangsur-angsur audien di kanalnya membanjir hingga bisa menghasilkan pendapatan Rp40 juta per bulan dari iklan yang ditayangkan Youtube pada videonya.

Sekarang kita kenal istilah Youtuber sebagai orang yang aktif memproduksi konten di Youtube. Di Indonesia, ada beberapa jawaranya. Eka Gustiwana si spesialis speech composing menurut perhitungan Socialblade menghasilkan US$ 684 – 10.900 per bulan. Sementara Last Day Production yang terkenal dengan video humor gaya hidup anak muda, menghasilkan US$ 1.800 – 28.000 per bulan. Sedangkan Raditya Dika menghasilkan US$ 2.300 – 36.700 per bulan. Video dari kanal Raditya Dika di Youtube dalam 30 hari terakhir ini telah ditonton oleh 9,1 juta orang.

Kita tengah menyaksikan era dimana konten video tak lagi menjadi monopoli stasiun televisi atau production house mainstream. Sebaliknya, tidak jarang stasiun TV mengambil konten video dari media sosial. Bahkan ada beberapa program stasiun TV yang semua kontennya berasal dari Youtube.

Bagi pelaku bisnis stasiun TV atau production house, para Youtuber mungkin tak lebih dari sekumpulan amatir iseng. Namun bagi pengiklan, para amatir ini telah berhasil menciptakan komunitas pemirsanya sendiri dalam jumlah raksasa. Lalu kesanalah uang iklan mengalir. Saat ini setiap orang mampu menciptakan konten videonya sendiri, mengkapitalisasinya serta menciptakan pendapatan dari sana. Stasiun TV hanya bisa ‘pasrah’ ketika terpaksa mengambil konten video dari seorang jurnalis warga tentang sebuah insiden. Sementara short movie berdurasi maksimal 10 menit mendapatkan makin banyak pemirsa. Di saat yang bersamaan, Facebook makin menggila dengan ditontonnya 8 miliar video di media sosial itu per hari!

Siksaan yang diberikan internet terhadap stasiun TV linear tak berhenti hanya di situ. Live show sebagai senjata pamungkas stasiun TV juga turut terancam dengan hadirnya Live Video di Facebook dan Periscope di Twitter yang membuat setiap usernya bisa melakukan siaran langsung. Tak lama lagi menonton video yang disiarkan langsung oleh kawan kita di Facebook atau Twitter akan menjadi awam. Mulai dari laporan insiden, pertandingan olahraga, peristiwa penting dll.

Bila itu belum cukup menyiksa, bolehlah ditambahkan lagi dengan kamera 360 yang sudah mulai dijual massal. Kamera ini membuat pengambilan gambar menjadi 360 derajat sehingga pemirsanya bisa menyaksikan apa yang terjadi di sekeliling. Fitur video di Facebook beberapa bulan lalu telah beradaptasi pada teknologi ini sehingga semua video 360 bisa ditayangkan di Facebook tanpa cela.

TELEVISI KITA DI MASA DEPAN

Perangkat TV tetap akan jadi pilihan dalam menyaksikan konten video karena ukurannya yang besar. Kebutuhan akan kualitas gambar yang jernih saat ini juga masih jadi faktor kemenangan TV terresterial dan kabel. Namun kita bicara soal masa depan yang tak lama lagi, yakni ketika bandwith internet makin menyebar, sangat kencang dan tarifnya kian terjangkau. Yang dengan itu transmisi video berkualitas tinggi atau high definition via internet tak lagi jadi masalah.

Tarif layanan per bulan TVOD/VOD plus koneksi internet 10 Mbps di rumah saya hanya selisih Rp75.000 dibandingkan tarif layanan TV kabel yang saya gunakan sebelumnya dan tak memberikan akses internet. Padahal saya tinggal jauh di Balikpapan, Kalimantan Timur.Di kota besar seperti Jakarta tarif TVOD/VOD plus koneksi internet ber-bandwith besar malah lebih murah daripada tarif TV kabel. Tidak lama lagi tarif ini semakin turun, dan begitu juga dengan harga smart tv.

Sudah sangat terang-benderang pula terjadi pergeseran besar dalam industri TV karena serbuan internet. Ekosistem siaran TV linear akan punah berganti dengan OD yang menyerahkan kontrol sepenuhnya pada pengguna. Ceruk yang tersisa bagi stasiun TV linear hanyalah siaran langsung bernilai tinggi seperti pertandingan olahraga, acara penghargaan atau ajang pencarian bakat. Selebihnya, masa depan dunia pertelevisian adalah persoalan mengantarkan internet ke sebuah layar besar bernama TV.

Bicara internet, ia adalah pintu terbuka bagi siapa saja. Ia tidak bekerja seperti transmisi TV tradisional yang frekuensinya diperebutkan sana-sini dan diatur pemerintah. Pintu itu bisa dimasuki siapapun yang menyediakan konten seperti Eka Gustiwa, Raditya Dika, Last Day Production atau Sudiyono. Dengan expertise-nya dibidang video content creation, kepemilikan modal raksasa dan penguasaan terhadap talent, stasiun TV punya kemampuan besar dalam menciptakan konten-konten berkualitas. Kelak stasiun TV lebih bertindak sebagai production house ketimbang pemilik/pengelola frekuensi dan sebuah stasiun. Mereka akan bermetamorfosis menjadi pencipta konten spesifik seperti National Geographic atau History Channel, namun dalam ekosistem distribusi OD yang tak lagi live secara linear. Indahnya lagi, kelak stasiun TV akan berkolaborasi dengan para ‘amatir’ pemilik konten berkualitas dengan menayangkan video mereka di kanal stasiun TV dengan sistem bagi hasil seperti Google Adsense.

Sementara distribusi iklan TV juga akan berubah dalam ekosistem OD. Iklan akan dibenamkan langsung atau embedded ke tayangan. Bisa juga seperti yang dilakukan Hulu dan Youtube dimana ketika iklan tayang audien tidak bisa melakukan skip atau fast forward. Pengiklan akan memanfaatkan betul big data yang tersedia dalam ekosistem OD. Dengan itu kita hanya akan melihat iklan TV yang relevan dengan demografi, lokasi dan interestkita.

***

Internet telah menjungkirbalikkan banyak hal, mengubah perilaku manusia serta mengubah wajah lansekap industri. Hal-hal asing terjadi dan membuat industri besar termasuk pertelevisian menjadi gugup. Besarnya organisasi dalam industri TV juga membuat mereka kesulitan bermanuver dalam beradaptasi. Namun masa depan TV adalah horison yang cerah, tidak seperti koran. Pelakunya tak perlu berpindah medium dan mengucapkan selamat tinggal pada layar. Yang perlu mereka lakukan adalah perubahan model bisnis, pola distribusi, metode kolaborasi, serta beradaptasi pada cara baru mengkapitalisasi konten.

OD adalah masa depan di kerajaan pertelevisian. Stasiun TV linear yang tak mau berubah akan segera jadi raja tua yang terbuang. (***)

*tulisan inspiratif, bermanfaat dan visioner dari hilman fajrian di kompasiana

True story: nawar sadis sama pedagang kecil

Copas dr tetangga, moga bmanfaat… (true story)

Sebagai istri saya tentu ingin disayang suami.
Belajar masak, rajin bersih-bersih rumah, berlaku lembut penuh cinta kepada suami, dan berusaha hemat dalam penggunaan uang belanja biar disebut istri cerdas & yang tersayang.

Setiap kali belanja kemanapun, saya pasti ngotot berusaha menawar dagangan dengan harga semurah mungkin. Diskon seribu dua ribu saya kejar, padahal energi yang dikeluarkan untuk tawar-menawar panjang bisa lebih dari itu. Tapi demi disayang suami, saya tetep ngotot. Tak jarang suami yang mengantar mulai tidak sabar & geleng-geleng kepala. Saya sih cuek saja, istri pelitnya ini selalu beralasan sama, kan biar hemat.

Suatu sore setelah lelah keliling pasar, di perjalanan menuju parkiran mobil seorang pedagang tanaman bunga yang berusia sepuh menawarkan dagangannya:

Pedagang: “Neng, beli neng dagangan bapak, bibit bunga mawar 5 pot cuma 25.000 per pot”
Tadinya saya cuek, tapi tiba-tiba teringat pekarangan mungil di rumah yang kosong, wah murah nih pikir saya, cuma 25.000/pot, tapi ah pasti bisa ditawar.
Saya: “Ah mahal banget pak 25.000, udah 10.000/pot,” dengan gaya cuek saya menawar sadis.
Pedagang: “Jangan neng, ini bibit bagus. Bapak jual udah murah, 15.000 aja gimana neng bapak udah sore mau pulang.”
Saya ragu sejenak, memang murah sih. Di toko, bibit bunga mawar paling tidak 45.000 harga 1 pot nya. Tapi bukan saya dong kalau tidak berjuang.
Saya: “Halah udah pak, 10.000 ribu aja 1 kalau gak dikasih ya gak apa-apa,” saya berlagak hendak pergi.
Pedagang: “Eh neng…,” dia ragu sejenak dan menghela nafas. “Ya sudah neng gak apa-apa 10.000, tapi neng ambil semuanya ya, bapak mau pulang udah sore.”
Saya: (Saya bersorak dalam hati. Yeee…menang) “Oke pak, jadi 50.000 ribu ya utk 5 pot. Bawain sekalian ya pak ke mobil saya, tuh yang di ujung parkiran.”

Saya pun melenggang pergi menyusul suami yang sudah duluan. Si bapak pedagang mengikuti di belakang. Sesampainya di parkiran, si bapak membantu menaruh pot-pot tadi ke dalam mobil, saya membayar 50.000 lalu si bapak tadi segera pergi. Lalu terjadilah percakapan berikut dengan suami,

Saya: “Bagus kan yang, aku dapet 5 pot bibit bunga mawar harga murah.”
Suami: “Oohh..berapa kamu bayar ?”
Saya: “50 ribu.”
Suami: “Hah…!!! Itu semua 5 pot ?” dia kaget
Saya: “Iya dong… hebat kan aku nawarnya ?
Tadi Dia nawarinnya 25.000 1 pot,” saya tersenyum lebar dan bangga.
Suami: “Gila kamu, sadis amat. Pokoknya aku gak mau tahu. Kamu susul itu si bapak sekarang, kamu bayar dia 125.000 tambah upah bawain ke mobil 25.000 lagi. Nih, kamu kejar kamu kasi dia 150.000 !” Suami membentak keras dan marah, saya kaget dan bingung.
Saya: “Tapi…kenapa..?”
Suami: Makin kencang ngomongnya, “Cepetan susul sana, tunggu apa lagi.”

Tidak ingin dibentak lagi, saya langsung turun dari mobil dan berlari mengejar si bapak tua. Saya lihat dia hendak naik angkot di pinggir jalan.
Saya: “Pak……tunggu pak…”
Pedagang: “Eh, neng kenapa ?”
Saya: “Pak, ini uang 150.000 pak dari suami saya katanya buat bapak, bapak terima ya, saya gak mau dibentak suami, saya takut.”
Pedagang: “Lho, neng kan tadi udah bayar 50.000,  bener kok uangnya,” si bapak keheranan.
Saya: “udah bapak terima aja. Ini dari suami saya. Katanya harga bunga bapak pantesnya dihargain segini,” sambil saya serahkan uang 150.000 ke tangannya.
Pedagang: Tiba-tiba menangis dan berkata, “Ya Allah neng…makasih banyak neng…ini jawaban do’a bapak sedari pagi, seharian dagangan bapak gak ada yang beli, yang noleh pun gak ada. Anak istri bapak lagi sakit di rumah gak ada uang buat berobat. Pas neng nawar bapak pikir gak apa-apa harga segitu asal ada uang buat beli beras aja buat makan. Ini bapak mau buru-buru pulang kasian mereka nunggu. Makasih ya neng…suami neng orang baik. Neng juga baik jadi istri nurut sama suami, Alhamdulillah ya Allah. Bapak pamit neng mau pulang…,”  dan si bapak pun berlalu.
Saya: (speechless dan kembali ke mobil).

Sepanjang perjalanan saya diam dan menangis, benar kata suami, tidak pantas menghargai jerih payah orang dengan harga semurah mungkin hanya karena kita pelit. Berapa banyak usaha si bapak sampai bibit itu siap dijual, tidak terpikirkan oleh saya. Sejak itu, saya berubah dan tak pernah lagi menawar sadis kepada pedagang kecil manapun. Percaya saja bahwa rejeki sudah diatur oleh Tuhan.

Ribuan orang menangis membaca cerita ini, pengingat untuk kita yang kadang tidak adil dalam memperlakukan orang lain semena-mena.
Semoga tidak terjadi pada anda….. SEKEDAR MASUKAN BUAT KITA SEMUA.

Life is so beautiful

image

RENUNGAN PAGI HARI INI

JIKA sebuah telur dipecahkan oleh kekuatan dari luar, maka kehidupan di dalam telur akan berakhir.                               
TETAPI, jika sebuah telur dipecahkan oleh kekuatan dari dalam, maka kehidupan baru telah lahir, dan hal-hal besar selalu dimulai dari dalam.

ALLAH tidak pernah menjanjikan:
•Langit itu selalu biru,
•Bunga selalu mekar, dan
•Mentari selalu bersinar.

Tapi ketahuilah bahwa ALLAH selalu memberi:
Pelangi di setiap badai,
Senyum di setiap air mata,
Hikmah di setiap cobaan,
Jawaban di setiap doa, dan
Jangan pernah menyerah sahabat.

“Life is so beautiful.”

👉Jika hidup bukanlah suatu tujuan melainkan perjalanan, nikmatilah.
👉Jika hidup adalah tantangan, hadapilah.
👉Jika hidup adalah anugerah, terimalah.
👉Jika hidup adalah tugas, selesaikanlah.
👉Jika hidup adalah cita-cita, capailah.
👉Jika hidup adalah misteri, singkapkanlah.
👉Jika hidup adalah kesempatan, ambillah.
👉Jika hidup adalah lagu, nyanyikanlah.
👉Jika hidup adalah janji, penuhilah.
👉Jika hidup adalah keindahan, bersyukurlah.
👉Jika hidup adalah teka-teki, pecahkanlah.

😍Satu hal yang membuat kita bahagia adalah CINTA.
👨Satu hal yang membuat kita bertambah dewasa adalah MASALAH.
😭Satu hal yang membuat kita hancur adalah PUTUS-ASA.
☝Satu hal yang membuat kita maju adalah USAHA.
☝Satu hal yang membuat kita kuat adalah DOA.     
         
Semoga Bermanfaat ,In Syaa Allah..

Gundah? Semoga hal ini menjadi obat

Kisah luar biasa.
(Copas dg terjemahan kiriman ust.Kholdun dosen LIPIA)

Dahsyatnya

لا حول ولا قوة إلا بالله

‘Auf bin Malik Al-Asyja’i pergi menemui Rosulullah saw. Dan berkata :

Ya Rosulullah sesungguhnya anakku  Malik pergi bersamamu berperang di jalan Allah dan ia blm pulang, apa yg harus saya perbuat?
Padahal seluruh pasukan sdh pulang.

Rosulullah saw bersabda :

Ya ‘Auf perbanyaklah kamu dan istrimu mengucapkan

لا حول ولا قوة إلا بالله

Auf pulang ke rmh dan istrinya sendiri menanti anaknya yg blm datang.
melihat suaminya datang istrinya bertanya :

Wahai ‘Auf apa yg diberikan Rosulullah saw ?

Auf menjawab : beliau mewasiatkan utk ku dan kamu juga agar kita banyak mengucapkan

لا حول ولا قوة إلا بالله

Apa jawaban istri yg sholehah dan sabar  ini ?

Ya sungguh benar Rosulullah saw.

Akhirnya mereka berdua duduk terus berdzikir dg

لا حول ولا قوة إلا بالله

Sampai  saat malam yg gelap tiba, seketika ada yg mengetuk pintu, dan Auf berdiri membuka pintu, ternyata  yg datang adalah anaknya Malik  membawa banyak sekali domba  sbgai gonimah.

maka Auf bertanya : apa ini?

Malik menjawab:

Sesungguhnya musuh menangkapku dan mengikatku dg rantai besi dan mengikat dua kakiku, maka ketika malam tiba saya berusaha keras utk kabur tp tidak bisa, karena kuatnya ikatan dikedua tangan dan kaki,

Tiba-tiba ikatan borgol yg dari besi perlahan-lahan longgar sehingga ikatan dikedua tangan dan kaki bisa lepas.

Maka saya bisa  datang sekarang dg kambing2 orang Musyrikin ini.

Maka Auf berkata : wahai ananda bukankah  jarak antara musuh dan kita jauh sekali?
Bagaimana kamu bisa datang dalam waktu satu malam?

Malik jawab: wahai ayahanda, demi Allah ketika ikatan itu lepas saya merasa ada Malaikat yang membawa saya.

Subhanallahal ‘adzim

Maka Auf mendatangi Rosulullah saw utk memberi kabar beliau.

Tapi sebelum Auf memberi kabar beliau.

Rosulullah saw mengatakan kepada Auf : wahai Auf bergembiralah bahwa Allah swt menurunkan  ayatnya tentang urusanmu:

ومن يتق الله يجعل له مخرجا
ويرزقه من حيث لا يحتسب ومن يتوكل على الله فهو حسبه إن الله بالغ أمره قد جعل الله لكل شيئ قدرا

Ketahuilah sesungguhnya

لا حولا ولا قوة إلا بالله

Adalah harta terpendam  dibawah singgasana ‘Arsy Ar-Rahman.

Ia adalah obat bagi 99 penyakit, yg paling ringan adalah penyakit gundah.

Subhanallah..
Saudara2ku..
Jika antum mau share niatkanlah dg baik mudah2an bisa jadi obat bagi masalah antum dan kita semua.