Trusting is logical

  
Aku percaya kamu…

Kepercayaan akan membawa kepada ketenangan

Ketenangan akan membuat kita berpikir jernih menggunakan logika

Tidak terbawa emosi
~for you~

Iklan

Teruntuk guru kami: anis matta dan fahri hamzah

Sekilas membaca ini…

“Celakalah hamba dinar (uang besar), dan celakalah hamba dirham (uang receh), dan hamba pakaian (mode), jika mereka diberi mereka merasa senang dan jika tidak diberi maka mereka marah.

Dan berbahagialah seorang hamba yang senantiasa memegang kendali kudanya di jalan ALLAAH, rambutnya telah kusut dan telapak kakinya telah penuh dengan debu.

Jika ia ditugaskan di garis depan (menjadi qiyadah, atau tokoh, atau tampil di forum) maka ia lakukan dengan sungguh-sungguh dan jika ia ditugaskan di garis belakang (menjadi jundi, tidak diberi jabatan publik) ia juga lakukan dengan sungguh-sungguh.

Padahal jika ia meminta izin maka tidak diterima dan jika ia meminta bantuan tidak ada yang membantu.”

[HR Bukhari, bab Al-Hirasah Fil Ghazwi Fi SabiliLLAAH, X/11 no.2673; dan Muslim, bab Fadhlul Jihad war Rabthu, IX/476 no. 3503]

Teringat ketika panglima khalid bin walid sang singa padang pasir tetap ganas dengan semangat membara melawan kaum kafir, meski ditugaskan hanya sebagai prajurit biasa.

Dan pada konteks saat tulisan ini dibuat, sosok anis matta dan fahri hamzah dengan legowo dan ketsiqohan (kepercayaan) yg tinggi kepada pemimpin.. Ikut menjadi prajurit dalam gerbong perubahan.

Dimanapun ditempatkan dan apapun amanah yang dititipkan…

Ujian akan kelurusan niat dan keikhlasan bergerak akan semakin menghempas

Tetaplah ikhlas menjalankan amanah…

Tetaplah konsisten dalam meyakini kebenaran…

Tetaplah bergerak untuk kebaikan…

Untuk perubahan dan cinta…

– catatan penting bagi para pejuang muda pecinta kebenaran-

Hidup cuma sementara, berbuat baiklah

image

Dunia hanya sementara. Dunia berisi senda gurau dan kesenangan fana. Pilihannya… Apakah kita larut dengan senda gurau dan kesenangan fana itu?

Syukuri nikmat yang tuhan berikan kepada kita dengan ketaatan.

Agar kita tidak lalai…
Agar kita tidak lupa…

Bahwa dunia ini adalah tempat mengumpulkan kebaikan demi kebaikan dalam bingkai ketaatan dan ibadah.

Berbuat baiklah… Tuhan itu maha adil

Dunia ini hanya sementara teman

12 golongan yang akan didoakan malaikat. Apakah termasuk Anda?

Ada 12 golongan yang akan didoakan malaikat. Apakah termasuk Anda?

1. Orang yang tidur dalam keadaan bersuci.
“Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia   tidak akan bangun hingga malaikat berdoa; Ya Allah, ampunilah hamba-Mu si fulan karena tidur dalam keadaan suci.”
(HR. Imam Ibnu Hibban dari Abdullah bin Umar)

2. Orang yang sedang duduk menunggu waktu sholat.
“Tidaklah salah seorang di antara kalian yang duduk menunggu sholat, selama ia berada dalam keadaan suci, kecuali para malaikat akan mendoakannya; Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah sayangilah ia.”
(HR. Imam Muslim dari Abu Hurairah, Shahih Muslim: 469)

3. Orang-orang yang berada di shaf barisan depan di dalam sholat berjamaah.
“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada (orang – orang) yang berada pada shaf-shaf terdepan.”
(HR. Imam Abu Dawud dan Ibnu Khuzaimah dari Barra’ bin ‘Azib)

4. Orang yang menyambung shaf sholat berjamaah (tidak membiarkan kosong di dalam shaf).
“Sesungguhnya Allah dan para malaikat selalu bershalawat kepada orang-orang yang menyambung shaf-shaf.”
(HR. Imam Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban, dan Al Hakim meriwayatkan dari Aisyah)

5. Para malaikat mengucapkan “aamiin” ketika seorang Imam selesai membaca Al-Fatihah.
“Jika seorang Imam membaca; ghairil maghdhuubi ‘alaihim waladh-dhaalinn’, maka ucapkanlah oleh kalian “aamiin”, karena barangsiapa ucapannya itu bertepatan dengan ucapan malaikat, maka ia akan diampuni dosanya yang masa lalu.”
(HR. Imam Bukhari dari Abu Hurairah, Shahih Bukhari: 782)

6. Orang yang duduk di tempat sholatnya setelah melakukan sholat.
“Para malaikat akan selalu bershalawat (berdoa) kepada salah satu diantara kalian selama ia ada di dalam tempat sholat di mana ia melakukan sholat, selama ia belum batal wudhunya, (para malaikat) berkata; Ya Allah ampunilah dan sayangilah ia.”
(HR. Imam Ahmad dari Abu Hurairah, Al-Musnad no. 8106)

7. Orang-orang yang melakukan sholat shubuh dan ashar secara berjama’ah.
“Para malaikat berkumpul pada saat sholat shubuh lalu para malaikat (yang menyertai hamba) pada malam hari (yang sudah bertugas malam hari hingga shubuh) naik (ke langit), dan malaikat pada siang hari tetap tinggal. Kemudian mereka berkumpul lagi pada waktu sholat ‘ashar dan malaikat yang ditugaskan pada siang hari (hingga sholat ‘ashar) naik (ke langit) sedangkan malaikat yang bertugas pada malam hari tetap tinggal, lalu Allah bertanya kepada mereka, “Bagaimana kalian meninggalkan hamba-Ku?”, mereka menjawab; kami datang sedangkan mereka sedang melakukan sholat dan kami tinggalkan mereka sedangkan mereka sedang melakukan sholat, maka ampunilah mereka pada hari kiamat.”
(HR. Imam Ahmad dari Abu Hurairah, Al-Musnad no. 9140)

8. Orang yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan orang yang didoakan.
“Doa seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakil baginya, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka malaikat tersebut berkata; “aamiin” dan engkau pun mendapatkan apa yang ia dapatkan.”
(HR. Imam Muslim dari Ummud Darda’, Shahih Muslim: 2733)

9. Orang-orang yang berinfak.
“Tidak satu hari pun di mana pagi harinya seorang hamba ada padanya kecuali 2 malaikat turun kepadanya, salah satu diantara keduanya berkata, “Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak”, dan lainnya berkata, “Ya Allah, hancurkanlah harta orang yang pelit (bakhil)”.
(HR. Imam Bukhari dan Imam Muslim dari Abu Hurairah, Shahih Bukhari: 1442 dan Shahih Muslim: 1010)

10. Orang yang sedang makan sahur.
“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat (berdoa ) kepada orang-orang yang sedang makan sahur” Insya Allah termasuk di saat sahur untuk puasa “sunnah”.
(HR. Imam Ibnu Hibban dan Imam Ath-Thabrani, dari Abdullah bin Umar)

11. Orang yang sedang menjenguk orang sakit.
” Tidaklah seorang mukmin menjenguk saudaranya kecuali Allah akan mengutus 70.000 malaikat untuknya yang akan bershalawat kepadanya di waktu siang kapan saja hingga sore dan di waktu malam kapan saja hingga shubuh.”
(HR. Imam Ahmad dari ‘Ali bin Abi Thalib, Al-Musnad: 754)

12. Seseorang yang sedang mengajarkan kebaikan kepada orang lain.
“Keutamaan seorang alim atas seorang ahli ibadah bagaikan keutamaanku atas seorang yang paling rendah di antara kalian. Sesungguhnya penghuni langit dan bumi, bahkan semut yang di dalam lubangnya dan bahkan ikan, semuanya bershalawat kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain.”
(HR. Imam Tirmidzi dari Abu Umamah Al-Bahily).

Wallahu a’lam bish-shawab

Renungan kecil sebelum berucap

image

Kita hidup di masa dimana kata-kata kotor dengan mudah diucapkan diruang publik, berseliweran di media sosial. Kata-kata yang dulu tabu atau sangat memalukan jika kita lontarkan di muka umum.

Ya… Semua dimulai dari diri kita. Jadilah pribadi lebih santun.

Ini bukan menyangkut diri sendiri. Ketika kita dengan gampang menghujat, berkata yang tak pantas di muka umum…

Bagaimanakah dengan orang-orang di sekitar kita? Tak malukah kita dengan orang tua kita?

Atau kita yang akan menua akan rela anak-anak kita bermental penghujat? Pendamprat? Dengan mudah berkata kotor kepada orang lain terlebih di ruang publik?

Semua tergantung kita. Dimulai dari kita, dan saat ini juga…

Renungan kecil bagi kita semua sebelum berucap:

Ketika seseorang tidak cukup cerdas dalam mengekspresikan rasa frustasi mereka, mereka menggunakan kata-kata kotor.

Itu adalah kata-kata yang menggambarkan kurangnya kecerdasan (seseorang).

Manusia yang cerdas tidak akan menggunakan kata-kata kotor, karena mereka menganggap hal itu menghina kecerdasan mereka.

-Nourman Ali Khan-

#AyoLebihBaik