Teruntuk guru kami: anis matta dan fahri hamzah

Sekilas membaca ini…

“Celakalah hamba dinar (uang besar), dan celakalah hamba dirham (uang receh), dan hamba pakaian (mode), jika mereka diberi mereka merasa senang dan jika tidak diberi maka mereka marah.

Dan berbahagialah seorang hamba yang senantiasa memegang kendali kudanya di jalan ALLAAH, rambutnya telah kusut dan telapak kakinya telah penuh dengan debu.

Jika ia ditugaskan di garis depan (menjadi qiyadah, atau tokoh, atau tampil di forum) maka ia lakukan dengan sungguh-sungguh dan jika ia ditugaskan di garis belakang (menjadi jundi, tidak diberi jabatan publik) ia juga lakukan dengan sungguh-sungguh.

Padahal jika ia meminta izin maka tidak diterima dan jika ia meminta bantuan tidak ada yang membantu.”

[HR Bukhari, bab Al-Hirasah Fil Ghazwi Fi SabiliLLAAH, X/11 no.2673; dan Muslim, bab Fadhlul Jihad war Rabthu, IX/476 no. 3503]

Teringat ketika panglima khalid bin walid sang singa padang pasir tetap ganas dengan semangat membara melawan kaum kafir, meski ditugaskan hanya sebagai prajurit biasa.

Dan pada konteks saat tulisan ini dibuat, sosok anis matta dan fahri hamzah dengan legowo dan ketsiqohan (kepercayaan) yg tinggi kepada pemimpin.. Ikut menjadi prajurit dalam gerbong perubahan.

Dimanapun ditempatkan dan apapun amanah yang dititipkan…

Ujian akan kelurusan niat dan keikhlasan bergerak akan semakin menghempas

Tetaplah ikhlas menjalankan amanah…

Tetaplah konsisten dalam meyakini kebenaran…

Tetaplah bergerak untuk kebaikan…

Untuk perubahan dan cinta…

– catatan penting bagi para pejuang muda pecinta kebenaran-

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s