The Fruit of The Angels

the fruit of the angels; papaya

Pepaya Lokal yang lezat dan kaya nutrisi

Apaan tuh judul? The fruit of the angels adalah julukan untuk pepaya (papaya), salah satu buahan tropis yang katanya jadi makanan favorit sang pelaut dan penjelajah dunia: Christopher Columbus.

Kenapa dijuluki the fruit of the angels?? Selain karena rasanya yang manis dan manfaatnya yang banyak, pepaya ini juga mampu menjadi pemicu untuk awet muda. Nah ini…. 😄 

Kenapa bisa buat awet muda? Kandungan pepaya yang kaya akan vitamin C, vitamin E, antioksidan, dan beta karotennya lah yang mampu membuat kita terlihat 5 tahun lebih muda 💃🏻

Berasal dari Meksiko, buah yang kaya manfaat ini kerap tidak disukai sebagian orang karena aroma dan teksturnya yang lembut jika dimakan dalam kondisi sangat matang. Padahal dibalik itu, manfaatnya sangat banyak loh guys. Yuk kita intip beberapa manfaat pepaya:

– Ingin diet dan menjaga bentuk tubuh? Pepaya kaya akan serat. Enzim dalam pepaya yang bernama “papain” mampu membantu pencernaan kita, sehingga bagus untuk menjaga bentuk tubuh. 

– Enzim papain ini juga bisa membantu meredakan sakit (kram) pada saat menstruasi yang sering dialamin para wanita. Papain membantu mempermudah pengeluaran darah kotor pada saat menstruasi.

– Kolesterol merupakan musuh dalam selimut yang bisa menyebabkan penyakit jantung dan kematian mendadak. Nah… Pepaya ini sangat bersahabat untuk mencegah kolesterol. Baik untuk membersihkan usus kita yang banyak polusi dari makan- makan cepat saji dan tidak sehat. Kemampuan pepaya untuk membersihkan usus ini juga menjadikannya sebagai salah satu buah pencegah kanker usus (colon) dan prostat.

– Kandungan vitamin C nya yang tinggi loh guys, bahkan hingga 48 kali vitamin C pada apel. Jadi bisa meningkatkan daya tahan tubuh kita (imunitas) bahkan hingga 200%. Cocok banget kita konsumsi pas saat musim pancaroba begini nih.

– Papaya is one of stress buster. Berdasarkan hasil studi, kandungan vitamin C dari pepaya mampu membuat mood kita lebih baik loh. Vitamin C mampu mengatur pelepasan hormon stress. So kalo lagi stress karena deadline kerjaan atau yang lain, pepaya bisa jadi cemilan yang mengurangi stress dan menyehatkan pastinya.

– Gula darah? Jangan takut. Pepaya ini low sugar content, buah yang pas untuk penderita diabetes atau buat anak muda yang ingin menjaga kesehatan.

– Kaya antioksidan dan vitamin A. Nah… Buat yang ingin awet muda, ini buah bagus banget untuk mengurangi radikal bebas dalam tubuh. Buat yang ingin menjaga kesehatan mata pun oke banget.

– Antioksidan, flavonoid dan fito nutrien yang terkandung pada buah pepaya mampu mencegah kanker. Kandungan-kandungan ini bisa mengurangi dan mencegah radikal bebas. 

– Sariawan atau kulit terbakar? Pepaya juga bisa jadi solusi jika sariawan melanda. Teksturnya yang lembut dan kandungan vitamin C nya bisa mengenyahkan sariawan. Atau jika dijadikan olesan pada kulit yang terbakar atau sebagai masker wajah mungkin?? Antioksidan dan vitamin C nya bisa menyembuhkan sekaligus menyehatkan.

Pepaya bukan buahan yang mahal bila dibandingkan dengan buahan impor dengan kandungan nutrisi selengkap ini. Ada banyak pepaya lokal yang dijual di pasaran. Yang menjadi primadona saat ini adalah Pepaya California. Pepaya yang merupakan varietas unggulan ini pun harganya bersahabat. FYI, pepaya california ini buah lokal loh. Dikembangkan oleh petani lokal dan sedang digalakkan oleh pemerintah. Namanya aja yang interlokal wkwkwk 😁

Hanya dengan Rp. 5000 hingga Rp. 6000 rupiah per kilonya kita bisa mendapatkan manfaat dan kelezatan dari buah Pepaya ini. 

Nikmat mana lagi yang kamu dustakan??? Tetap sehat dan cinta produk serta buahan lokal ya guys…. Alhamdulillah~ 😊

Go Pangan Lokal #BestLocally

Iklan

[Resep] Pempek Dos Murah Meriah Enak Wong Palembang

img_0123

 

Pempek dos??? 

Udah pernah denger belom jenis pempek yg satu ini? Selain pempek lenjer, pempek kulit, keriting, adaan (bulat), telor kecil, telor besar, pistel, di Palembang familiar juga dengan yang namanya pempek dos.

Entah kenapa dinamakan Dos. Mungkin diambil dari proses ketika menggorengnya yang “meleDOS” ketika udah mateng haaaa. Ngarang ya? Tp bener loh, pas digoreng, ciri dia udah mateng itu begitu. Nih kalo ga percaya…

img_0125

Tanda-tanda pempek udah masak: mengembang dan “meleDOS”

Pempek Dos merupakan pempek minimalis yang sangat mudah dan ekonomis untuk dibuat. Murah meriah enak deh pokoknya haaa. Cukup ada tepung terigu, tepung sagu, bawang putih, minyak sayur, gula dan garam. Minimalis banget kan guys 😁

Lumayan buat kudapan sore atau sarapan pagi kalo kepepet. Buatnya juga gampang banget kok. Ini resepnya bisa untuk sekitar 25 buah pempek Dos. Cekidot 👏🏼

Bahan: 

– 200 gram Tepung Terigu setara dengan satu gelas munjung

– 150 gram Tepung Sagu atau tapioka kalo ga ada sagu. Setara dengan satu gelas rata

– 1 sendok teh garam

– Gula sedikit aja (sejumput atau seuprit) 😆

– 2 siung bawang putih 

– 1 sendok teh Minyak sayur (kalo ane pake minyak canola/minyak jagung biar sehat)

– 1 1/2 gelas air

– Kaldu penyedap (jika mau, ane pake kaldu jamur utk vegetarian dan bebas msg)

Cara membuat:
– Ulek bawang putih hingga halus

– Masukkan tepung terigu, sedikit sagu (kira-kira 50 gram), garam, gula dan bawang putih halus ke dalam baskom. Aduk sampe rata.

– Catatan: Jika ingin lebih mengembang pempeknya, bisa tambahkan soda kue sedikit ke dalam adonan. Atau jika ingin menambahkan udang ebi halus, udang rebon halus, atau ikan teri yang digiling juga boleh dimasukkan di tahap ini. Terus kalo mau ditambah irisan daun bawang juga boleh Bebas deh berkreasi pokoknya guys 😄

– Masak air sampe mendidih. Jika sudah mendidih, masukkan air ke dalam campuran tepung dan kawan-kawannya di baskom. Masukkan air sedikit demi sedikit sambil diaduk rata. Pakai alat bantu ya ngaduknya, jangan pake tangan. Entar debus lagi, kan panas bro wkwkwk…. 

– Aduk sampai bahan-bahan tadi akan menjadi adonan yang kalis dan lembut. Jangan kelembekan ya. Kalo air belum habis tp adonan udah kalis, hentikan penambahan air ya guys. 

– Aduk sampe rata. Diamkan sebentar hingga agak dingin.

– Masukkan minyak, aduk rata. 

– Nah… Ini yang dinamakan adonan “umak” (biang) kalo kata orang Palembang. Jika ingin ditambahkan ikan giling lebih oke di tahap ini. Biar berasa ikannya. Perbandingan yang lebih enak, ikan : biang = 2 : 1. Atau mau ditambahkan telur juga boleh di tahap ini. Biar ada proteinnya. Sah-sah aja deh pokoknya kalo mau di modif resepnya. Enak semua hasilnya.

– Jika sudah tercampur rata, masukkan sisa tepung sagu, adon rata menggunakan tangan hingga bisa dipulung.

– Diamkan sebentar. Lalu bentuk adonan menjadi bulatan seperti pempek adaan atau panjang-panjang seperti pempek lenjer. Bisa juga dibuat pempek telur kecil dengan menambahkan kocokan telur ke dalam pempek yang sudah dibentuk. Bentuklah sesuai kreatifitas dan mood anda 😅

– Panaskan minyak agak banyak. Kita akan menggoreng pempeknya pake metode deep frying (pempeknya dicemplungin semua ke dalam minyak)

– Jika minyak udah panas, kecilkan apinya sedikit agar ketika menggoreng pempeknya tidak cepat gosong. Intinya apinya jangan kegedean ya

– Catatan: Kalo mau lebih sehat, langsung aja rebus pempeknya

– Oke… tahap menggoreng berikutnya, jangan sungkan-sungkan membolak-balik pempek kalo udah kering permukaannya. Karena pempeknya ringan dan mudah mengambang. 

– Bolak-balik hingga terdengar bunyi “cesss” dan pempek sudah mengembang sempurna. Jangan kaget kalo pempeknya “meledos” atau meledak gitu. Isinya sampe keluar wkwkwk. Disini letak asiknya goreng pempek Dos. Usahakan jangan sampe meledak ya. Jd pas ada bunyi “cesss” dan udah mengembang, angkat. Pokoknya gorengnya sampe kayak foto diatas ya. 

Gimana? Mudah kan? Selamat berkreasi guys…. ☺️

[Resep]: Cuko asli Palembang (Kuah Pempek)

cuko asli palembang nian

Kualitas Gula Merah menentukan Kualitas Cuko

Bahan:

– 250 gram Gula Merah (Lebih oke pake Gula Batok) yang warnanya gelap dan rasanya tidak pahit. Sisir halus.

– 2 gelas air

– Cabe Rawit secukupnya

– 1 Bongkah besar Bawang putih 

– 2 ruas jari Asam Jawa. Seduh dengan air panas.

– Garam secukupnya

– Gula secukupnya (jika gula merahnya kurang manis

Cara membuat:

– Ulek cabe rawit dan bawang putih hingga halus

– Didihkan air di atas panci

– Masukkan gula merah yang sudah disisir halus

– Aduk hingga gula merah larut

– Saring larutan gula, hingga kotoran dari gula hilang.

– Masukkan lagi air gula yang sudah bersih ke dalam panci serta hasil ulekan cabe rawit dan bawang putih halus

– Aduk hingga rata, didihkan kembali menggunakan api kecil

– Tambahkan garam dan gula secukupnya

– Jika sudah rasanya sudah pas, masukkan air asam jawa

– Aduk rata. Matikan api

– Diamkan hingga bumbunya tercampur sempurna

– Jika ingin lebih kental, diamkan cuka bersama bumbunya satu malam di dalam kulkas

– Lalu saring, simpan cuko dalam botol bersih

Catatan: jika ingin rasanya lebih nendang, bisa ditambahkan gilingan udang kering (udang ebi atau udang rebon)

Pada beberapa resep cuko warga keturunan cina di Palembang, ada yang menambahkan lobak bahkan cuka arak (cuka putih) dalam resepnya. Kita pilih yang HALAL aja yah. Coz Halal is Healthy 👍🏻

Selamat mencoba guys~

Resep asli Mama Sofie Bos Alam poenya (rewrited by her daughter: @reni_triasari)

APA ITU BAROKAH ❓

img_0113  
😇Barokah adalah kata yg diinginkan oleh hampir semua hamba yg beriman, karenanya orang akan mendapat limpahan kebaikan dalam hidup.

🙇Barokah bukanlah cukup & mencukupi saja, tapi barokah ialah bertambahnya ketaatanmu kepada الله dg segala keadaan yg ada, baik berlimpah atau sebaliknya.

☝Barokah itu: “albarokatu tuziidukum fi thoah” ~ barokah menambah taatmu kepada الله.

😷Hidup yg barokah bukan hanya sehat, tapi kadang sakit itu justru barokah sebagaimana Nabi Ayyub عليه السلام, sakitnya menambah taatnya kepada الله.

👌Barokah itu tak selalu panjang umur, ada yg umurnya pendek tapi dahsyat taatnya layaknya Musab ibn Umair.

🌎Tanah yg barokah itu bukan karena subur & panoramanya indah, karena tanah yg tandus seperti Makkah punya keutamaan di hadapan الله tiada yg menandingi.

🍜Makanan barokah itu bukan yg komposisi gizinya lengkap, tapi makanan itu mampu mendorong pemakannya menjadi lebih taat setelah makan.

📖Ilmu yg barokah itu bukan yg banyak riwayat & catatan kakinya, tapi yg barokah ialah yg mampu menjadikan seorang meneteskan keringat & darahnya dalam beramal & berjuang untuk agama الله.

🏧Penghasilan barokah juga bukan gaji yg besar & bertambah, tapi sejauh mana ia bisa jadi jalan rizqi bagi yg lainnya & semakin banyak orang yg terbantu dg penghasilan tersebut.

👶Anak² yg barokah bukanlah saat kecil mereka lucu & imut atau setelah dewasa mereka sukses bergelar & mempunyai pekerjaan & jabatan hebat, tapi anak yg barokah ialah yg senantiasa taat kepada Rabb-Nya & kelak di antara mereka ada yg lebih shalih & tak henti²nya mendo’akan kedua Orang tuanya.

🙌Semoga segala aktifitas kita hari ini barokah بَارَكَ اللهُ 

❤Semoga terlimpahkan barokah untuk kita semua.☺

Catatan Singkat Long Weekend (Last day) 

  
Sekedar video singkat dari last day vacation>>
–  Sunrise gunung salak yang terlihat malu-malu (tapi ga malu-maluin) dari lantai 5 salah satu gedung di jalan Pakuan, Bogor.
– Aktifitas pagi para pelancong. Pagi-pagi udah heboh berenang bersama keluarga. Long weekend saat yang tepat berkumpul dan berbahagia bersama keluarga.
– Sarapan kecil sebelum memulai aktifitas. Kalo ane sih sebelum pulang ke tempat mengadu nasib 😁
– Packing simple, bawa tottebag gift sebagai kenang2an ultah ke-20-nya Rezky Wiranti Dhike (@dhikejkt48) tanggal 22 November 2015 kemarin. Lumayan buat belanja, kan kita harus cinta lingkungan untuk ngurangin sampah plastik di bumi tercinta. Thanks to Dhikeringer Family (@dhikeJKT48Fans).
– Sampai di bandara, check in, boarding… Dan bye Bogor. https://youtu.be/SUXMHbwYzaI

See you on next vacations~
*banyak review makanan dan tempat makan yang belom ditulis di blog ini. Stay tune

[Review]: Ketika Bakso dan Kwetiau Meet Up #KulinerEnak

  

Judulnya asyik ya, Ketika Bakso dan Kwetiau Meet Up wkwkwk 😆 Emang asyik sih, seasyik menyantap kuliner yang akan kita bahas kali ini. Kali ini ane berada di Kota Bogor. Kota hujan yang pas banget buat kita makan bakso kenyal membal, kuah kaldunya bening, anget-anget terus dipakein sambel yang banyak hemm… Ga ada lawan deh nikmatnya.
Berlokasi di depan swalayan Naga, bakso ini dikenal dengan nama Bakso Naga. Swalayan Naga? Dipikir pada tau swalayan naga haaa… Maap maap pemirsa, untuk menuju swalayan Naga ini mudah kok. Simak nih yaaaa
Jika kita keluar dari stasiun Kereta Bogor (dari pintu depan), kita nyebrang melalui jembatan penyeberangan ke seberang jalan. Yaiyalah, masa seberang kali wkwkwk. Terus naik aja angkot yang melewati jalan Veteran, bisa naik angkot 03. Tanya dulu lewat swalayan Naga ga sm sopirnya. Terus duduk dengan tertib di dalam angkot. Akan banyak anak punk yang ngamen sebagai hiburan selingan di pintu angkot. 
Ga jauh sih, sekitar 5 menit (1 km) dari stasiun. Patokannya SMK Taruna Andigha (sekolahnya @dinaeight wkwk) maju dikit… Nyampe deh. Jangan lupa bayar angkotnya pas turun. Tahun 2015 ongkosnya sekitar Rp. 3500/orang.

Kalo masih bingung liat google maps ya, Ada location-nya Baso Naga 👌🏼

  

Tataplah kedepan terus liat ke kanan-kiri… Karena kita akan nyebrang nih. Lokasinya ada di seberang jalan. Bakso naga ini dijual pake gerobak, jadi berasanya memang makan bakso pinggir jalan tapi rasanya ga kalah sama bakso ala franchise ternama. Saatnya memesan bakso… 

Disini pilihan mienya selain mie putih sama mie kuning sebagai pendamping bakso, bisa juga kita pesan kwetiau sebagai jodohnya. That’s why i called: Ketika Bakso dan Kwetiau Meet Up 😜

 

Bakso Naga. Ketika Bakso dan Kwetiau Meet Up. Lokasi: Jl. Veteran Kota Bogor

 
Makan bakso pake kwetiau ini ane pikir cukup unik, karena di Pulau Sumatera dari lahir nih belum pernah nemuin makan bakso pake kwetiau. Kwetiau nya bisa kita pesan terpisah pula dengan baksonya. Jadi berasa makan semangkuk bakso+ semangkuk kwetiau. Kenyang pake banget pasti haaa. Jadi penasaran kan pengen nyobain makan bakso pake kwetiau?
Sekarang ane mau cerita tentang apa sih keistimewaan rasa dari bakso naga ini. 

1. Baksonya. Kenyal dan membal. Kayaknya buat baksonya pake mesin. Kelihatan dari alur adonannya yang kompak dan arah seratnya yang rapi jali. Bumbu baksonya juga pas, enak. Ga kayak bakso gerobak yang biasa dijual. 

2. Kuahnya. Kaldunya bening, berasa gurih dan segarnya. Ga berminyak lagi. Seger banget.

3. Sayurnya. Masukin Sayurnya ke kuah bakso pas banget. Masih kres kres pas dikunyah.

4. Sambelnya. Nah ini juga istimewa… Ditaruh di botol gede, sambelnya agak cair tapi pedesnya begh… Buat nagih.

5. Unik. Karena bisa pake kwetiau sebagai pendamping makan bakso. 

6. Murah. Bakso Naga ini rasanya bintang lima, harganya kaki lima 👍🏻 satu porsi bakso naga+kwetiau hanya Rp. 12.000 loh. Hematlah untuk semangkuk bakso+semangkuk kwetiau 😆
Di depan swalayan naga ini, ada beberapa kuliner lain. Untuk minum, ada es cendol Elizabeth yang dijual tepat di depan pintu masuk swalayan. Harga satu gelasnya Rp. 5000.
Dijamin abis makan bakso dan minum cendol ini, perut lapar jadi kenyang. Hati senang, dompet pun aman haaa… Selamat menikmati kuliner Indonesia 
Reviewed by: @reni_triasari 

Photo by: @dinaeight

[Hikmah]: Kisah Tukang Sol Sepatu dari Damaskus

Ulama Abu Abdurrahman Abdullah bin al-Mubarak al Hanzhali al Marwazi ulama terkenal di makkah yang menceritakan riwayat ini.

Suatu ketika, setelah selesai menjalani salah satu ritual haji, ia beristirahat dan tertidur. Dalam tidurnya ia bermimpi melihat dua malaikat yang turun dari langit. Ia mendengar percakapan mereka :
“Berapa banyak yang datang tahun ini?” tanya malaikat kepada malaikat lainnya.
“Tujuh ratus ribu,” jawab malaikat lainnya.
“Berapa banyak mereka yang ibadah hajinya diterima?”
“Tidak satupun”

Percakapan ini membuat Abdullah gemetar.
“Apa?” ia menangis dalam mimpinya. “Semua orang-orang ini telah datang dari belahan bumi yang jauh, dengan kesulitan yang besar dan keletihan di sepanjang perjalanan, berkelana menyusuri padang pasir yang luas, dan semua usaha mereka menjadi sia-sia?”

Sambil gemetar, ia melanjutkan mendengar cerita kedua malaikat itu.
“Namun ada seseorang, yang meskipun tidak datang menunaikan ibadah haji, tetapi ibadah hajinya diterima dan seluruh dosanya telah diampuni . Berkat dia seluruh haji mereka diterima oleh Allah.”
“Kok bisa”
“Itu Kehendak Allah”
“Siapa orang tersebut?”
“Sa’id bin Muhafah tukang sol sepatu di kota Damsyiq (damaskus sekarang)”

Mendengar ucapan itu, ulama itu langsung terbangun, Sepulang haji, ia tidak langsung pulang kerumah, tapi langsung menuju kota Damaskus, Siria.

Sampai disana ia langsung mencari tukang sol sepatu yang disebut Malaikat dalam mimpinya. Hampir semua tukang sol sepatu ditanya, apa memang ada tukang sol sepatu yang namanya Sa’id bin Muhafah.

“Ada, di tepi kota” Jawab salah seorang tukang sol sepatu sambil menunjukkan arahnya. Sesampai disana ulama itu menemukan tukang sepatu yang berpakaian lusuh,

“Benarkah anda bernama Sa’id bin Muhafah?” tanya Ulama itu
“Betul, siapa tuan?”
“Aku Abdullah bin Mubarak”
Said pun terharu, “bapak adalah ulama terkenal, ada apa mendatangi saya?”

Sejenak Ulama itu kebingungan, dari mana ia memulai pertanyaanya, akhirnya ia pun men ceritakan perihal mimpinya.

“Saya ingin tahu, adakah sesuatu yang telah anda perbuat, sehingga anda berhak mendapatkan pahala haji mabrur?”
“Wah saya sendiri tidak tahu!”
“Coba ceritakan bagaimana kehidupan anda selama ini.
Maka Sa’id bin Muhafah bercerita.
“Setiap tahun, setiap musim haji, aku selalu mendengar :
Labbaika Allahumma labbaika. Labbaika la syarika laka labbaika. Innal hamda wanni’mata laka wal mulka. laa syarika
laka.
Ya Allah, aku datang karena panggilanMu. Tiada sekutu bagiMu. Segala ni’mat dan puji adalah kepunyaanMu dan kekuasaanMu. Tiada sekutu bagiMu.

Setiap kali aku mendengar itu, aku selalu menangis
Ya allah aku rindu Mekah. Ya Allah aku rindu melihat kabah. Ijinkan aku datang…..Ijinkan aku datang ya Allah..

Oleh karena itu, sejak puluhan tahun yang lalu setiap hari saya menyisihkan uang dari hasil kerja saya, sebagai tukang sol sepatu.
Sedikit demi sedikit saya kumpulkan. Akhirnya pada tahun ini, saya punya 350 dirham, cukup untuk saya berhaji.

“Saya sudah siap berhaji”
“Tapi anda batal berangkat haji”
“Benar”
“Apa yang terjadi?”
“Istri saya hamil, dan sering ngidam. Waktu saya hendak berangkat saat itu dia ngidam berat”
“Suami ku, engkau mencium bau masakan yang nikmat ini?
“ya sayang” “Cobalah kau cari, siapa yang masak sehingga baunya nikmat begini. Mintalah sedikit untukku”

“Ustadz, saya pun mencari sumber bau masakan itu. Ternyata berasal dari gubug yang hampir runtuh. Disitu ada seorang janda dan enam anaknya.
Saya bilang padanya bahwa istri saya ingin masakan yang ia masak, meskipun sedikit. Janda itu diam saja memandang saya, sehingga saya mengulangi perkataan saya.

Akhirnya dengan perlahan ia mengatakan :
“tidak boleh tuan”
“Dijual berapapun akan saya beli”
“Makanan itu tidak dijual, tuan” katanya sambil berlinang mata.

Akhirnya saya tanya kenapa?
Sambil menangis, janda itu berkata “daging ini halal untuk kami dan haram untuk tuan” katanya.

Dalam hati saya: Bagaimana ada makanan yang halal untuk dia, tetapi haram untuk saya, padahal kita sama-sama muslim?

Karena itu saya mendesaknya lagi “Kenapa?”
“Sudah beberapa hari ini kami tidak makan. Dirumah tidak ada makanan. Hari ini kami melihat keledai mati, lalu kami ambil sebagian dagingnya untuk dimasak.

“Bagi kami daging ini adalah halal, karena andai kami tak memakannya kami akan mati kelaparan. Namun bagi Tuan, daging ini haram”.

Mendengar ucapan tersebut spontan saya menangis, lalu saya pulang. Saya ceritakan kejadian itu pada istriku, diapun
menangis, kami akhirnya memasak makanan dan mendatangi rumah janda itu.

“Ini masakan untuk mu”
Uang peruntukan Haji sebesar 350 dirham pun saya berikan pada mereka.
”Pakailah uang ini untuk mu sekeluarga. Gunakan untuk usaha, agar engkau tidak kelaparan lagi”

Ya Allah……… disinilah Hajiku
Ya Allah……… disinilah Mekahku.

Mendengar cerita tersebut Abdullah bin Mubarak
tak bisa menahan air mata.

( buat yg akan naik haji …. atau yg sdh berhaji…. )

Saudaraku ………………Ingat … 
Ada dua yang tidak kekal dalam diri manusia ! Yakni : Masa Muda dan Kekuatan Fisiknya.
Jangan Lupa … Ada dua juga yang akan bermanfaat bagi semua orang ! Yakni : Budi Pekerti yang luhur serta Jiwa yang ikhlas memaafkan.

Perhatikan .. Ada dua pula yang akan mengangkat derajat kemulian manusia ! Yakni : Rendah hati dan suka meringankan beban hidup orang lain.
Dan ada dua yang akan menolak datangnya bencana ! Yakni : Sedekah serta menjalin hubungan silaturrahim. Semoga kita menjadi orang orang yang dimuliakan Allah swt aamiin..

Berubah atau Terbakar (?)

image

Hari ini salah satu bank terbesar di Belanda mem PHK 550 orang Tellernya,ini terjadi karena meningkatnya transaksi  online,bahkan Teller rencananya digantikan dengan robot, kemudian dihari yang sama Pengemudi  angkutan umum mengadakan demo besar-besaran di depan Balai Kota Pemrpov DKI,dengan alasan terjadinya persaingan yang  tidak sehat antara Angkutan resmi dan Angkutan via online,dengan dasar aplikasi online semua orang bisa mengangkut penumpang,tanpa mengajukan ijin resmi kepada Dishub. Ternyata pemesanan angkutan via online membuat tidak nyaman penghasilan angkutan resmi.

Pusat Grosir Terbesar di Indonesia, Tenabang, saat ini sudah mulai sepi,kios-kios yang harga sewanya pertahun hingga ratusan juta sudah tidak seramai dulu,pengunjung malas berkunjung karena penuh sesak,tempat terlalu luas,alasan paling utama karena bisa beli via online,tinggal buka web,pilih langsung klik dan pesan via online ngga perlu repot-repot.

Hari ini juga aplikasi online gratis yang menghubungkan antara agent property dengan Developer property di launching,namanya PROJEK,aplikasi ini terinspirasi dari GOJEK yang sudah mewabah di bumi pertiwi,sedehana aplikasi PROJEK dengan tagline EVERYBODY CAN SELL,ingin mengatakan bahwa semua orang bisa menjadi pedagang,penjual apapun profesi utamanya,cukup mengunduh aplikasinya dan ikuti instruksi yang ada,fee yang diterima oleh agent pun juga sudah tertera diaplikasi tersebut.

Fenomena yang terjadi saat ini didunia sudah mengalami perubahan,”Dunia semesta semakin mendekat,semakin menempel satu sama lain” kata Jenny M.Xue Kolumnis terkenal yang sering mengisi di kolom Tabloid Kontan,dunia digital marketing membawa orang semakin serasa lebih kenal,lebih dekat,lebih berani terbuka,lebih berani membangun personal branding.

Dan ternyata bukan hanya fenomena tetapi kenyataan yang akan dihadapi terus menerus,dari Dunia Iterasi yang selalu melakukan repetisi lanjut ke Dunia Innovasi dan sekarang dunia terdisrupsi,kata lainnya DOING THE NEW THING THAT MAKE THE OLD ONES OBSOLOTE,ini yang dijelaskan oleh Prof Rhenald Kasali saat launching Aplikasi PROJEK.

Fungsi karyawan yang hanya mencari nafkah berangkat pagi pulang malam,sedikit demi sedikit sudah tergantikan dengan disruption teknologi,peluang bisnis makin zigzag,makin lentur bak roller coaster,masyarakat “miskin modal” dengan ide brilliant bukan halangan mendapatkan penghasilan unlimite,dunia mengakui,angel investor bergerak smooth,they want origin idea yang memberikan solusi bagi dunia,ide tidak hanya mengalir dari para kapitalis ringkih tapi dari “anak muda” yang disebut Gen C (rhenal kasali mode on) yang melakukan gebrakan ide yang tak butuh tempat yang ajeg,cyber place is the new place mengkolaborasi ide,bahkan generasi Jelita(Jelang Lima Puluh Tahun)  pun nggak mau kalah,biar umur sudah Jelita,tapi ide2 masih “Muda”,Aplikasi PROJEK diendorse oleh mereka.

Prinsipnya sekarang kita dunia sudah berubah,secara nilai-nilai yang ajeg kita tetap harus pertahankan,tetapi perangkat ,tools,media yang ada harus sudah menjadi fokus kita kedepan,melek teknologi,mensinergikan ide dengan tools tentu menjadi tantangan tersendiri bagi para entrepreneurs,ada banyak peluang-peluang make money dari disruption era ini,mental block bahwa menjadi karyawan pilihan yang paling nyaman untuk saat ini sebaiknya sudah mulai diubah,ke depan peran –peran pelayanan berulang-ulang sudah tergantikan,Gate Tol saja sdh pakai E-Money ,mungkin beberapa tahun kedepan petugas pintu Tol sudah menghilang.So apa yang harus kita lakukan ke depannya :

1. Merubah Mindset
Ubah pola pikir kita tentang dunia ini,kita hidup buat makan atau makan untuk hidup?nilai-nilai ketauhidan merubah mindset kita tentang hidup,kalau hidup hanya  bertujuan untuk menyambung hidup,tidak akan ada kemuliaan disitu,kata nabi : “Sebaik-baiknya manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi orang lain”,merubah mindset akan merubah persepsi kita tentang dunia,berbisnis adalah “MENCARI SOLUSI”. Membangun bisnis tujuannya memberikan solusi,Zack Zuckerberg membuat Facebook tujuannya ingin meng hubungkan antara manusia satu dengan lainnya, dalam satu plattform yang sama,Google membuat mesin pencari ingin memudahkan orang dalam mengorek informasi,Aplikasi GOJEK dibuat ingin memudahkan orang dalam memesan kendaraan.Jadi ubah mindset kita tentang uang

2. Akrab dengan teknologi
Hari ini puluhan media sosial sudah bertebaran dijagat maya,dunia semakin dekat,menempel satu sama lain,sudah saatnya keluhan kita terhadap gadget yang makin “menggila” ini disudahi,belajar lah pelan-pelan bagaimana menggunakan medsos di lini online ini,pelajari baik-baik dan bijak,banyak training-training dadakan dari komunitas-komunitas yang bisa diikuti. Semakin cepat kita belajar semakin mudah kita memahami dunia ini.

3. Personal Branding
Make Your Own Idea,dunia yang serba menempel telah “menelanjangi semua orang” .konsisten dan komitmen satu-satunya jalan dalam meleverage personal branding,jadilah diri sendiri,eksplore dengan baik,fokus pada apa yang menjadi kelebihan,tebar aura positif,buat apa adanya.Training-training motivasi dapat menambah “energi postif; kita dalam menaikkan kepercayaan diri dan memelihara motivasi

4. Bussines Model
Disini letak leverage make money,mulai mencoba membangun ide-ide kreatif dalam mengeksplore ide,jadilah part of solution,dokumentasikan,perbaiki lakukan penetrasi,banyak belajar,banyak silaturahmi,banyak ide-ide yang keluar hingga Disruption Era tampak indah di depan mata.

5. Berkomunitas
Hari gini masih Jomblo??eeh masih bisnis sendiri-sendiri??? Zaman sekarang zaman kolaborasi,zaman partisipasi.Komunitas bisnis,komunitas ide,komunitas hobby merubah persepsi kita tentang mencari modal yang mahal itu.Contoh simpel saja : Ada kawan butuh modal untuk akuisisi lahan property ratusan juta,dengan membroadcast hitung2an modal,keuntungan dalam satu menit langsung anggota komunitas merespon untuk membiayai,ngga perlu presentasi yang serba ribet,sulit,atraktif. Hal ini terjadi karena barrier koginitif dan afektif sudah selesai,sehingga anggota langsung menyambut tanpa perlu banyak tanya. Dengan berkomunitas personal branding akan lebih mudah dibuat.

6. Jurus Marketing Langitan
Ingat..!! Aksi-aksi philantropis akan membuat kita semakin bijak,hummble,berdaya guna,berbagi tidak akan mengurangi porsi rejeki malah rezeki semakin menjadi-jadi.

7. Action-action-action
Jangan pernah bosan,hidup didunia hanya sekali,berikan yang terbaik kepada diri anda,orang sekitar,lingkungan hingga agama,bangsa dan negara. Lakukan aksi dan aksi,evaluasi,perbaharui diri,berfikir positif semoga Allah memudahkan langkah kita.

Sekelumit untuk berbagi,Selalu Bertindak Optimis,hati-hati dan Berusaha Sukses Dalam Kemuliaan.

Copas from wa

[@salimafillah]: Setia dan Berlepas Diri (Berkaca dari Kepemimpinan Shalahuddin dan Abu ‘Ubaidah)

image

Dalam film Kingdom of Heaven garapan Ridley Scott, adegan menegangkan itu berakhir menakjubkan.”Aku tawarkan kepadamu”, ujar Shalahuddin kepada Balian dari Ibelin, “Jaminan keselamatan bagi seluruh penduduk Jerusalem; Ratumu, Uskup, para Ksatria, pria, wanita, dewasa, maupun anak-anak untuk keluar dengan damai dalam pengawalan kami ke daerah aman yang dikuasai teman-teman Kristen kalian. Takkan ada yang diganggu atau disakiti.”

“Tapi”, sahut Balian yang setengah terkejut, “Ketika orang-orang Kristen merebut kota ini, mereka membantai semua penduduknya dan menjadikan jalanannya digenangi darah.”

“Aku bukan orang seperti mereka”, tukas Sang Sultan. “Aku Shalahuddin. Shalahuddin. Orang yang berkebaikan untuk memuliakan agama.”

Lebih lima abad sebelum Shalahuddin berdiri di tempat itu, seperti dikisahkan Imam Malik, sahabat Nabi yang digelari Aminu Hadzihil Ummah, Abu ‘Ubaidah ibn Al Jarrah, memimpin sahabat-sahabat Rasulullah yang membuat warga Nasrani di Al Quds berkata, “Mereka ini lebih utama daripada Hawariyyun murid-murid ‘Isa Al Masih.”

Ketika dia harus mundur dari serbuan Romawi di salah satu jabhah, dia meminta maaf kepada penduduknya sebab tak lagi bisa melindungi mereka. Orang-orang Kristen Syam itupun menangisinya dan berkata, “Kalian berbeda agama, tapi lebih kami cintai daripada orang Romawi yang seagama. Hidup di bawah pemerintahan kalian jauh lebih kami sukai daripada mereka.”

Hari ini kita sulit membayangkan bagaimanakah akhlaq generasi Abu ‘Ubaidah dan generasi Shalahuddin; yang bahkan membuat musuh terpesona. Hari ini kita mungkin harus bersabar lebih panjang; jika ternyata para pembebas Masjidil Aqsha nanti harus sekualitas mereka ini.

Ini kita belum menyebut bagaimana Sang Khalifah yang naik unta bergantian dengan Aslam budaknya, memasuki Kota Al Quds tepat ketika giliran sang Amirul Mukminin menuntun dan sahayanya berkendara. Patriak Sophronius dan warga kota ternganga akan kebersahajaannya, juga alasannya menolak ketika disilakan shalat di gereja, “Aku khawatir kelak orang akan mengubah gerejamu menjadi Masjid dan beralasan, “‘Umar pernah shalat di sini.”

Salah satu simpul keimanan dalam Islam adalah Al Wala’ dan Al Bara’. Al Wala’ dalam bahasa Arab mempunyai beberapa arti, antara lain; setia, mencintai, menolong, mengikuti, dan mendekat kepada sesuatu. Sedangkan kata Al Bara’ antara lain menjauhi, membersihkan diri, melepaskan diri, dan berada di pihak serta keadaan yang berbeda.

Dalam syari’at, wala’ seorang mukmin kepada Allah, RasulNya, dan orang-orang mukmin berarti setia, cinta, serta mengutamakan segala hal yang mendatangkan keridhaanNya.

Nah, yang sering kurang pas diterjemahkan adalah Al Bara’ sebagai semata-mata benci. Ya, di dalamnya memang ada unsur benci karena Allah. Tetapi tidak dikatakan memiliki Al Bara’ jika seseorang membenci orang kafir, tapi dalam perilaku dan akhlaq dirinya sama atau bahkan lebih buruk.

Sesuai maknanya, Shalahuddin dan Abu ‘Ubaidah meneladankan pada kita bahwa yang akan dirasakan manusia dari adanya Al Bara’ adalah betapa berbedanya antara seorang muslim dengan yang bukan dalam kejujuran, keadilan, sikap amanah, belas kasih, dan akhlaq mulia yang ditampilkan.

“I’m not those men”, ujar aktor Ghassan Massoud yang memerankan Sang Sultan. Di kalangan pesantren Salafiyah dikenal ungkapan, “Lastu kahaiatikum”, yang harfiahnya bermakna “Aku tak seperti polah kalian.”

Terang benderang tampak, mereka membantai, dia berbelas kasih. Mereka aniaya, dia adil. Jika ditambahkan tentang kedatangan ‘Umar; mereka bermewah, dia bersahaja. Mereka tercela, dia terpuji.

Maka jika Al Wala’ tak hanya berarti cinta, namun juga mendidik diri untuk menjadi seperti yang diinginkan oleh yang tercinta, yakni Allah dan RasulNya; maka Al Bara’ juga menjadi sempurna dengan menunjukkan keunggulan imani dalam hati yang teterjemahkan dalam laku sehari-hari.

Pekerjaan Rumah kita untuk menghadirkan pemimpin dengan Al Wala’ dan Al Bara’ sedahsyat Shalahuddin dan Abu ‘Ubaidah pastilah masih panjang. Tapi jangan hilang harap lalu bermudah-mudah dalam menyerahkan jutaan jiwa beriman pada yang tak berwala’ pada Allah dan RasulNya.

Ayat berikut ini tetap akan menjadi panduan kita, tiada yang membatalkannya; sebab memilih pemimpin shalih adalah hajat dunia akhirat.

“Janganlah orang-orang mu’min mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mu’min. Barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah, kecuali karena memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kalian terhadap siksaNya. Dan hanya kepada Allah kembali kalian.”
(QS Ali Imran [3]: 28)

[Gusdur] Moralitas: Keutuhan & Keterlibatan

  
PARA muballigh di masa ini senang sekali mengutip ucapan Nabi: “Beramallah bagi (kepentingan) duniamu seolah-olah kau benar-benar akan hidup selamanya dan beramallah untuk (kepentingan) akhiratmu seolah-olah engkau benar-benar akan mati esok.” Dengan ucapan itu kemudian dibuktikan bahwa Islam memandang urusan duniawi sama pentingnya dengan urusan ukhrawi.

Tetapi ada akibat sampingan dari penafsiran diktum di atas secara demikian itu. Keinginan untuk menghilangkan tekanan terlalu besar atas urusan ukhrawi dan mengembalikan perhatian kepada soal-soal duniawi dalam proporsi yang wajar, akhirnya mengakibatkan dikotomi dalam sikap dan pandangan hidup muslim modern. Dikotomi itu terutama mengambil bentuk pemisahan antara soal-soal duniawi dan soal-soal ukhrawi, di mana sikap dan pandangan si muslim modern itu menjadi berjarak sangat jauh dalam menangani antara keduanya.

Kalau si sufi kolot melandaskan hidupnya pada sikap sarwa beribadat karena diktum tarekatnya yang berbunyi “Kebajikan adalah memuja Allah seolah-olah engkau melihatNya, apabila engkau tak melihatNya, justeru Ia-lah yang senantiasa memandangimu,” maka si muslim modern merasa memperoleh kebebasan penuh untuk mengatur kehidupan duniawinya. Secara perlahan-lahan tetapi pasti kehidupan duniawi itu lalu membentuk sikap dan pandangan hidupnya, bukan sebaliknya. Keterpukauan dengan soal-soal materi menggantikan kedalaman rasa tunduknya kepada kebesaran Allah, karena kebesaran itu sendiri terlalu abstrak dan bersimpang jauh dari wawasan hidupnya yang serba mondaan.

Secara kolektif modernisme parsiil di kalangan kaum muslimin ini, yang sudah berkembang kurang lebih seabad, akhirnya menghasilkan moralitas-ganda yang dewasa ini dapat kita amati manifestasinya dalam berbagai bentuk. Ia ada dalam kegairahan membangun mesjid Istiqlal yang tidak disertai kepekaan yang cukup kepada penderitaan sesama manusia, dalam kerajinan memelihara frekwensi ritus keagamaan tanpa merasa malu memperagakan kemewahan hidup di tengah-tengah merajalelanya kemeralatan dan kemiskinan, dalam kepongahan para pemuka agama untuk mengerahkan massa mereka bagi tujuan-tujuan duniawi yang bersifat pribadi, dan lebih-lebih lagi dalam kepatuhan dan kealiman di muka umum yang menyembunyikan kesenangan kepada maksiyat dalam kehidupan pribadi.

Banyak lagi contoh lain dapat dikemukakan, tapi dari manifestasi di atas itu saja sudah tampak nyata betapa telah mendalamnya cengkaman moralitas ganda itu atas sikap dan pandangan hidup kaum muslimin dewasa ini. Herankah kita jika agama Islam belum menampakkan diri sebagai pendorong pembangunan dalam arti yang sesungguhnya? Kesibukan “kegiatan agama dengan pembuatan sarana-sarana lahiriah seperti mesjid, kepadatan ‘kehidupan beragama’ dengan acara ritus-ritus semu seperti M.T.Q., kepuasan ‘mengabdi kepada agama’” dengan berbagai kerja penyiaran agama, kesemuanya itu menutup mata kaum muslimin pada umumnya dari tugas utama agama: mengangkat derajat manusia dari kemiskinan dan kehinaan. Kalau diingat betapa eratnya ajaran Islam berkait dengan upaya meringankan beban si miskin dan si yatim, akan ternyata betapa jauhnya suasana kehidupan kaum muslimin di mana-mana dari inti agama mereka.

Untuk memperbaiki kepincangan di atas, jelaslah kaum muslimin harus mampu dan berani mengadakan koreksi atas moralitas yang mereka hayati selama ini. Mereka tidak boleh bersikap masa bodoh terhadap kerusakan berat yang ditimbulkan dalam sikap dan pandangan hidup mereka oleh moralitas ganda yang ada. Membiarkan terjadinya korupsi besar-besaran dengan menyibukkan diri dengan ritus-ritus hanyalah akan berarti membiarkan berlangsungnya proses pemiskinan bangsa yang semakin melaju. Sikap pura-pura tidak tahu menahu tentang upaya menegakkan hak-hak asasi manusia, untuk dicukupkan bersantai-santai dengan manifestasi keagamaan yang bersifat lahiriyah belaka, tidak lain hanya berarti semakin tertundanya proses perataan kemakmuran.

Dengan demikian, moralitas yang harus ditumbuhkan haruslah memiliki watak utama yang berupa keterlibatan kepada perjuangan si miskin untuk memperoleh kehidupan yang layak dan penghargaan yang wajar atas hak-hak asasi mereka. Hanya dengan cara demikianlah derajat agama itu sendiri ditunjang oleh para pemeluknya. Semakin tinggi martabat manusia yang menjadi pemeluknya, semakin tinggi pula martabat agama itu sendiri. Moralitas yang sedemikian penuh dengan keterlibatan kepada upaya mengangkat martabat manusia inilah yang dikehendaki dari kaum muslimin sekarang ini, bukannya moralitas cengeng yang penuh dengan persoalan-persoalan sampingan seperti kehiruk-pikukan sekitar bahaya narkotika, rambut gondrong dan sebagainya. Moralitas Islam adalah moralitas yang merasa terlibat dengan penderitaan sesama manusia, bukannya yang justeru menghukumi mereka yang menderita itu.

Kalau kita sudah memahami arti moralitas yang dibawakan agama sebagai rasa keterlibatan yang digambarkan di atas, nyata pula bahwa moralitas yang seperti itu harus memiliki keutuhan dalam dirinya, tidak terpecah-pecah menjadi dua kepingan masing-masing untuk diri sendiri dan untuk orang lain. Keutuhan moralitas itu akan membawa integritas yang tinggi dalam sikap dan perbuatan, yang menjadi pertanda dari ketinggian martabat seseorang.

Sayang sekali, masih sedikit tokoh-tokoh agama di kalangan kaum muslimin yang memiliki sikap yang utuh. Kalau orang-orang tidak beragama seperti Andrei Sakharov, Pyotr Grigorengko, Andrei Amalrik, dan Yuri Orlov mampu menumbuhkan integritas moral yang tinggi untuk menghadapi maut dan kesengsaraan dalam diri mereka, untuk memperjuangkan hak-hak asasi manusia di Uni Soviet, integritas seperti itu justru sedikit sekali ditemui di kalangan kaum muslimin di mana-mana.

Bukan atas nama agamalah para eksponen manikebu menghadapi bahaya di zaman Orla di negeri kita, demikian juga tergesernya beberapa ilmiawan dari jabatan ilmiah mereka dalam lingkungan establishment ilmu pengetahuan kita baru-baru ini, karena berani memprotes terjadinya pemasungan kreativitas. Tak heranlah kalau kita bertanya-tanya, benarkah agama mampu menjadi pendorong bagi pembangunan bangsa yang penuh dengan keharusan berani berkorban untuk kepentingan masa depan?

Jawaban atas pertanyaan di atas masih ditunggu-tunggu dari kalangan pemuka agama khususnya dan kaum muslimin umumnya. Kalau mereka mampu menumbuhkan integritas sikap dan perbuatan yang didukung oleh keutuhan moralitas agama yang merasa terlibat dengan upaya membela si miskin dan memperjuangkan hak-hak asasi manusia, barulah agama Islam akan menjadi relevan dengan pembangunan bangsa. Dalam keadaan demikian eksistensi Islam sendiri menjadi terjamin, karena ia lalu menjadi kebutuhan bagi manusia yang membangun.

TEMPO, 17 Juni 1978

[KH. Abdurrahman Wahid]