Benarkah Guru Tak Berhak Menghukum?

oleh: Sukpandiar Idris Advokat*)

Akhir-akhir ini marak diberitakan Guru di penjara kan gegara mencukur rambut murid. Menjewer murid. Mewajibkan murid muslimah tuk pakai jilbab dstnya.

Pertanyaannya benarkah guru tak bisa menghukum muridnya?

Kalo kita perhatikan hukum positif yg ada sebenarnya bisa kita analisis.

Peraturan Pemerintah no.77 thn 2008 tentang guru antara lain berisikan atau patokan bagi penegak hukum.

Yang perlu diindahkan oleh Murid/ Wali Murid, kepolisian, kejaksaan, Pengadilan Negeri (PN) .

“Guru memiliki kebebasan memberikan sanksi kepada peserta didiknya yang melanggar norma agama, norma kesusilaan, norma kesopanan, peraturan tertulis maupun tidak tertulis yang ditetapkan guru, peraturan tingkat satuan pendidikan, dan peraturan perundang-undangan dalam proses pembelajaran yang berada di bawah kewenangannya,” bunyi Pasal 39 ayat 1.

Dalam ayat 2 disebutkan, sanksi tersebut dapat berupa teguran dan/atau peringatan, baik lisan maupun tulisan, serta hukuman yang bersifat mendidik sesuai dengan kaidah pendidikan, kode etik guru, dan peraturan perundang-undangan.

Selain itu, guru juga tidak bisa seenaknya dimasukkan penjara satau diancam-ancam. Apalagi dari pihak yang terkenal arogan dan seolah tidak pernah dididik. Tidak punya rasa malu, sopan santun dan agamanya sendiri saja dihina dan diinjak-injak.

“Guru berhak mendapat perlindungan dalam melaksanakan tugas dalam bentuk rasa aman dan jaminan keselamatan dari pemerintah, pemerintah daerah, satuan pendidikan, organisasi profesi guru, dan/atau masyarakat sesuai dengan kewenangan masing-masing,” papar Pasal 40.

Rasa aman dan jaminan keselamatan tersebut diperoleh guru melalui perlindungan hukum, profesi dan keselamatan dan kesehatan kerja.

“Guru berhak mendapatkan perlindungan hukum dari tindak kekerasan, ancaman, perlakuan diskriminatif, intimidasi, atau perlakuan tidak adil dari pihak peserta didik, orang tua peserta didik, masyarakat, birokrasi, atau pihak lain,” tegas Pasal 41.

Dengan demikian kesimpulannya guru BERHAK MEMBERIKAN SANKSI KEPADA MURID!.

UNTUK Murid wanita muslim guru boleh mewajibkan memakai jilbab syar’i.

Untuk murid lelaki guru boleh mewajibkan celana cingkrang. Guru boleh mencukur rambut bila terlalu panjang. Dstnya.

KADAR HUKUMAN. 

Di atas telah diuraikan bahwa HUKUMAN TERHADAP MURID ADA YG TAK MELANGGAR UU Positif.

Misalnya menghukum murid tidak sampai luka ringan. Luka ringan adalah seseorang yg TIDAK BISA BERAKTIVITAS SELAMA 3 HARI BERTURUT -TURUT.

LUKA BERAT ADALAH CACAT= MENJADI TULI, HILANG PANCA INDRA.

HARUS DIPERHATIKAN!:

1. SEBAIKNYA GURU/ SEKOLAH PUNYA KUASA HUKUM TETAP AGAR BISA LANGSUNG MENGANTISIPASI BILA DILAPORKAN ORTU MURID.

2. BUAT ATURAN INTERN SEKOLAH TENTANG SANKSI BILA MURID MELANGGAR ATURAN SEKOLAH.

3. CEPAT PERIKSA MURID KE RUMAH SAKIT TERDEKAT BILA TERJADI HUKUMAN FISIK. GUNA ANTISIPASI VISUM REKAYASA.

4. SEGERA HUBUNGI KUASA HUKUM , WALAUPUN ANDA BELUM DILAPORKAN ORTU.

*) Penulis adalah advokat PEDULI MUSLIM dan wartawan fokusislam.com.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s