Sebenarnya Sendiri

Terkadang manusia merasakan ketidakadilan dalam hidup. Ia melakukan sebisa apapun untuk Ia Ia yang lain…

Jebakan logika dan perasaan akan ada tatkala tiada satu ini di dalamnya. Satu yang bisa menjungkirbalikkan logika dan perasaan menjadi kenyataan. 

Kenyataan yang tidak bisa diterima nalar. Tapi itu ada.

Satu itu adalah… ikhlas. 

Karena apa-apa yang Ia lakukan seyogyanya hanya untuk Ia. Bukan untuk Ia Ia yang lain. 

***

Sebenarnya sendiri…

Ketika memberi

Maknanya sendiri…

Ketika berbagi

Buahnya sendiri…

Ketika mengasihi

Memberi, berbagi, mengasihi…

Wujudnya semata untuk diri

Ya… Hanya sendiri

Bengkulu, 15 Oktober 2016

GreenMagenta

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s