Bukan Sekedar Nyaman

Apa sih yang bisa buat kita dekat terus percaya sama seseorang? 

Itu pertanyaan spontan yang kutanyakan pada seorang yang sering kuajak diskusi tentang hal yang random…. dan pertanyaan aku cuma dijawabnya dengan satu kata; “Nyaman“.

Ketika kita merasa nyaman, maka otak akan mengirimkan sinyal lebih lanjut ke tubuh. Bentuknya macam-macam, salah satunya yaitu kita bisa lebih terbuka untuk cerita ke orang tersebut. Sekalipun yang kita ceritakan itu adalah cerita yang pribadi banget dalam hidup kita. Kenyamanan membuat kita lepas dalam bersikap, bertutur dan saling menghormati satu sama lain (respect). 

Pada tahap ini, kita mungkin merasa cocok banget nih sama si temen ini karena nyaman. Ekspektasinya sih ketika kenyamanan kita itu udah pada level yang nyaman banget, percaya banget, kita berharap dan merasa bahwa kita udah nemuin Best Friend Forever (BFF) dalam hidup. Yang istilah sekarang juga disebut bestie. Whatever lah sebutannya apa yaaa haaa…

FYI nih, tulisan ini bukan tulisan akademis yang bisa dipertanggung jawabkan secara ilmiah. Ini sekedar tulisan random yang berawal dari pertanyaan random lalu dijawab oleh orang random dan diceritakan kembali oleh orang random 🤣

Oke, mungkin ekspektasi kita berlebihan karena untuk sampai pada tahap nemui BFF itu ga segampang itu. Butuh waktu, kekonsistenan dan orang yang tepat. Karena terlalu banyak hal yang fake di masa ini. Termasuklah dalam berteman. Meme ini sepertinya cukup mewakili ketidakpercayaan orang-orang yang pernah tersakiti atau punya ekspektasi lebih dalam sebuah pertemanan. 


👆🏼simpelnya dari meme ini adalah: pertemanan atas dasar kebutuhan. Beberapa bisa kita temui orang-orang dengan spesies model begini. Yang katanya “temenan” tapi ternyata adanya cuma saat dia butuh. Kalo mereka yang butuh ya mereka loyal banget, kalo mereka ga butuh atau kita yang butuh? Boro-boro 😄 Temen model begini ini fake banget, na’udzubillahi min dzalik deh…

👆🏼nah kalo kita punya temen yang model gini… ini orang potensial banget untuk dijadiin BFF nih. Ga mudah nemuinnya, tapi ada. They are exist actually…. not many but rare. Semacam, mereka itu diciptain tapi limited edition gitu haaaaa ~> abaikan karena ini berlebihan wkwkwk. 
Kalo kamu ngerasa diri kamu orang yang limited edition tadi… siap-siap aja nih ngalamin hal yang begini 👇🏼


Tau kenapa? Karena ketika kamu sudah lakuin yang terbaik yang kamu bisa, kamu bantuin dia, percaya banget sama dia, apapun kamu beri ke dia dan kamu sayang banget ke temen kamu ehhh tapi ternyata temen kamu ngelakuin hal standar atau malah dibawah standar dalam hubungan pertemanannya sama kamu. That’s why it always seems you hurt the most. Maybe…

Bisa jadi hal itu karena:

  1. Kamu ekspektasinya ketinggian sama si temen
  2. Kamu terlalu baik
  3. Si temen emang bukan orang yang tepat 
  4. Kamu ga ikhlas
  5. …………..  (Isi sendiri di kolom komentar yaaa haaaaa)

Kalau pernah nonton film filosofi kopi, kita akan ngeliat tuh gimana sahabat atau teman itu seharusnya. Seperti persahabatannya Ben dan Jody. Envy banget punya temen yang saling menanggung beban. Kalo kata mamah Dedeh di acara mamah dan Aa itu istilahnya “takaful” (Saling menanggung beban). Takaful ini merupakan tahapan pertemanan yang paling tinggi. Ketika susahnya temen jadi susahnya kita, ketika temen butuh kita lakuin yang terbaik yang kita bisa. Sekalipun itu masalah duit, kita bantuin dia. Selama bukan masalah pasangan hidup (bc: pacar, suami, istri) 😂


Kalo kamu temenan dengan yang dikit-dikit sirik, berantem mulu, atau kamu ngerasa dia bawa efek negatif ke hidup kamu. It’s better for you untuk ngambil keputusan: just friend. Okelah kalo sekedar temen jalan, temen ngobrol biasa. Tapi untuk dijadikan orang yang kamu percaya, mungkin kamu harus berpikir ulang.


👆🏼I absolutely agree with that meme. Jadi inget hadits tentang berteman dengan penjual minyak wangi vs pandai besi. Orang yang dekat dengan kita, sedikit banyak mempengaruhi sifat, cara berpikir, cara ngomong, kebiasaan, bahkan gaya hidup kita juga bisa berubah. 


Jika kamu pernah menjadi orang yang tidak percaya dengan suatu pertemanan, pilihan untuk menjadi lonelier atau merasa sendirian sekalipun di tengah keramaian adalah bukan hal yang tepat. Itu malah akan membuat hidup kamu lebih membosankan. Mungkin kamu bisa mempertimbangan hal ini dalam memilih true friend.


Bisa jadi ini kaidah dasar dalam membangun pertemanan sehat dengan seseorang. 

Friends should motivate and inspire you. Your circle should be well rounded and supportive.

Ada dua hal yang disebut disitu, yakni motivasi dan inspirasi. Dan lingkungan pun harus mendukung dalam mengembangkan diri secara positif. Intinya sih berteman sehat dan positif. Kalo kamu temenan cuma mau sekedar gosip, mending kamu temenan sm lambe turah, lambe nyinyir dan lambe2 lainnya aja di IG haaaa

Pilih lah teman yang tepat dalam mendukung hidup kamu. Karena mereka mempengaruhi masa lalu, masa sekarang, bahkan masa depanmu. Teman adalah cerminan dirimu… walau ga sepenuhnya benar. But sometimes it is true

Selamat menemukan teman yang tepat. Karena temenan bukan sekedar nyaman. Semoga bermanfaat. 

Twitter: @reni_triasari | FB & IG: @reni.triasari | Youtube: https://m.youtube.com/channel/UCdTqUQelj2E9NwY0urYUwuA

Iklan

One thought on “Bukan Sekedar Nyaman

  1. waaa bagus tulisannya apalagi dilengkapi dengan meme itu jadi semakin menarik. tapi bener juga si apa yg ditulis itu dan nggak mudah menemukan teman yang bff sebutannya. kalo teman biasa gampang dan mudah sekali. tapi pasti setiap orang punya deh satu orang sahabat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s