Rahasia Sedapnya Cue Babeh Mangga Besar Jakarta

Sebagai anak kos seneng dong kalo diajakin makan gratis haaa. Malam itu bagai mendapat berkah karena ditraktir makan di tempat yang udah punya nama dan terkenal yaitu Warung Nasi Goreng dan Lalapan Babeh. Lokasinya di Jalan Raya Mangga Besar (persis di depan hotel Royal Regal). Warung makan ini sekilas terlihat biasa aja, malah lampunya pada malam hari agak remang-remang. Tapi pas liat ke dalamnya, wahhh ternyata rame banget yang antri makan disini.

Oiya, sebelum masuk ke dalam kita akan ketemu dengan penjual mangga gerobak. Penjualnya ramah loh dan saya merekomendasikan untuk beli mangganya. Karena apa? Mangganya itu padet, ga berair, dan yang pasti rasanya manis.

Memasuki bagian depan warung, terdapat beberapa gerobak dan penggorengan besar. Deretan ikan Cue terlihat menanti dengan manis untuk diolah menjadi beberapa menu istimewa. Selain cue, ada beberapa menu lain yang juga disajikan disini.

Melihat daftar menunya mengingatkan saya akan masakan rumahan. Menu rumahan yang dimasak sederhana tapi menggugah selera. Kali ini kita pesan menu yang direkomendasikan abang saya, yaitu cue tumis, kangkung tumis, cumi goreng bawang ditemani telor dadar, tahu, tempe dan sambal. Untuk minumnya kita pesan jeruk hangat. FYI, kita harus menunggu sekitar 35 menitan (bahkan bisa lebih) kalau pengunjung lagi rame kaya gini.

SEKILAS TENTANG CUE

Sambil menunggu pesanan selesai dimasak kita cerita sedikit tentang Cue yang jadi andalan disini. Cue sendiri merupakan hasil olahan ikan yang diawetkan dengan cara kombinasi penggaraman dan pemasakan (perebusan atau pengasapan). Di beberapa daerah ikan cue ini biasa disebut ikan pindang. Kenapa saya bilang di beberapa daerah? Karena kalau di Sumatera Selatan, Pindang merupakan olahan ikan segar yang dimasak menggunakan bumbu dapur dengan kombinasi rasa asam, manis, pedas dan gurih yang berasal dari kaldu ikan. Ada juga Pindang Serani khas Jepara dengan citarasa sedikit sama dengan pindang dari Sumatera Selatan. Cue sendiri biasanya dibuat dari jenis ikan-ikan pelagis seperti ikan layang, selar, lemuru, ikan kembung, tuna, cakalang, atau tongkol. Di Warung Babeh ini menggunakan cue tongkol ukuran sedang dengan rasa asin yang pas, malah cenderung ga berasa asin di lidah saya.

RASA

Setelah menunggu (agak) lama, akhirnya pesanan datang juga. Pertama kita cicipi dulu menu utamanya yaitu cue tumis. Hemm… rasa kuahnya pas, manis asin yang berimbang dan ga pedas. Saya malah terinspirasi untuk membuat tambahan cue tumis pedas mantap atau cue tumis HOT di daftar menu haaa. Rasa daging cue nya diluar dugaan sih, saya pikir agak asin ehhh ternyata ga asin sama sekali. Jadi aman buat penderita darah tinggi atau yang darahnya cenderung kental.

Kita beralih ke menu utama kedua yaitu cumi goreng bawang. Menggunakan cumi kering ukuran kecil (bukan cumi fresh) lalu dimasak bersama bawang goreng dalam jumlah yang waw dan irisan besar cabe merah, ibaratnya kita makan bawang goreng yang ada cumi berendam di dalamnya. Kayaknya lebih pas dinamain Bawang Goreng Cumi di menunya hihihi… tapi rasanyaaaaaa enak loh. Garingnya bawang goreng berpadu dengan gurihnya cumi itu pas banget.

Lalu kita cobain kangkung tumisnya yang berwarna hijau segar. Masaknya pas banget, warna, tekstur, dan rasa kangkungnya oke. Telur dadar nya tebel dan ga berasa micin-able. Karena biasanya kalo beli telur dadar di beberapa tempat itu berasa micin-able banget. Tempe sama tahunya dipotong-potong ukuran one or two bites nih idenya oke sih. Jadi bisa buat lauk makan, bisa juga untuk cemilan. Sambelnya enak, walau menurut saya ga yang istimewa banget. Penggunaan terasinya pas.

Dari dua menu utama yang dipesan (cue tumis dan cumi goreng bawang), menurut saya rahasia masakan di Warung Nasi Goreng dan Lalapan Babeh ini ada di penggunaan bawang merahnya. Penggunaan bawang merah yang ga pelit ini menjadi penyedap rasa tersendiri bagi masakannya.

HARGA

Kalau dibandingkan dengan warung pecel lele pinggir jalan sih harga disini agak sedikit lebih mahal. Untuk seporsi cue tumis, dua nasi putih, dan dua teh manis bisa merogoh kocek sekitar 70 ribuan. Porsi cue nya gede loh, bisa untuk 3-4 orang dan porsi nasinya juga sedang menurut saya. Sesuai sih antara harga dengan kelezatan cita rasa masakannya. WORTH IT.

Nah… buat temen-temen yang ingin kesini, warung Babeh ini buka dari jam 10 siang sampai jam 3 tengah malem loh. Kalau pagi menjelang siang, nasi goreng jadi andalan disini, mulai siang ke malem cue nya mulai deh beraksi menggoyang lidah. Dan disini tuh, rame terus yang makan jadi harus rela antri dan menunggu proses masak yang (agak) lama. Oiya, mengingat kawasan ini dikenal dengan “keramahan” malamnya jadi disarankan buat kaum hawa kalau datang di malam hari bersama teman-teman ya. Selamat menikmati kuliner citarasa Indonesia guys…

Alamat Warung Nasi Goreng dan Lalapan Babeh

  • Jl. Mangga Besar 8, Taman Sari, Jakarta Barat
  • Jl. Gunung Sahari Raya, Lokasari Flyover Kemayoran

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s