Carilah Sahabat Setia

Syaikh DR. Sulaiman Ar-Ruhaili Hafidzahullahu :

Diantara ucapan hikmah Imam Syafi’i rahimahullah adalah ucapan beliau :

“Selayaknya bagi seseorang untuk berantusias dalam mencari sahabat yang setia dan jujur. Sebagaimana dia berantusias dalam mencari orang yang amanah dan terpercaya dalam menyimpan barang titipannya..”

Ini adalah landasan penting sekali dalam mencari sahabat.
Ketika engkau memiliki sahabat maka engkau memberitahukan kepadanya apa yang ada dalam dirimu dan engkau mengabarkan kepadanya tentang privasimu serta engkau mendekatkan dirinya kepadamu.

Maka selayaknya engkau memilih dari orang-orang yang setia dan jujur. Karena sahabat yang setia seandainya terjadi sesuatu (perselisihan) antara dirimu dengannya, maka dia akan menutupi apa yang dia ketahui tentang dirimu.

Adapun sahabat yang tidak setia meskipun engkau bersahabat dengannya bertahun-tahun dan dia mengetahui rahasia-rahasiamu lebih dari keluargamu sendiri maka ketika terjadi sesuatu antara dirimu dan dengannya maka dia akan menyebarkan rahasia-rahasiamu.

Hal ini sangat menonjol di zaman now terutama dengan adanya media sosial.

Sahabat yang baik dia akan setia kepadamu. Jika dia melihat darimu sesuatu yang jelek/salah darimu maka dia akan menasihatimu dan memberitahukannya kepada dirimu.

Adapun sahabat yang kadzdzab/pendusta (serigala berbulu domba) maka dia tampakkan yang manis-manis kepadamu padahal dibalik itu dia berbuat jelek kepadamu.

Inilah hikmah yang selayaknya kita pegang erat dengan gigi geraham kita.

Semoga kita bukan bersahabat yang hanya berkumpul sesekali utk bercerita kesana kemari, ketawa haha hihi tetapi lebih dari itu saling mengingatkan dalam kebenaran, saling menyemangati dalam perbaikan, berlomba dalam kebaikan, sehingga kita akan di kumpulkan sebaik baik tempat berkumpul… di syurga Nya kelak. Aamiin

Taken from ig ihsanridwan

Iklan

Nature, Nurture and Toxic Friends

Ada satu teori psikologi yang mengatakan bahwa kepribadian seseorang dipengaruhi oleh nature dan nurture. Nature adalah ketika faktor genetik membawa pengaruh pada kepribadian seseorang. Sedangkan Nurture adalah ketika faktor lingkungan sosial, pergaulan, dan faktor luar lain berpengaruh pada perkembangan kepribadian dirinya.

Dua hal tersebut akan terus memberi pengaruh seiring dengan pertambahan usia dan kedewasaan emosional seseorang. Yah… emotional quotion merupakan salah satu parameter yang bisa dilihat jelas dari adanya pengaruh dua faktor ini. Ribet ya bahasanya hahhaa udah macem karya ilmiah 😂

Satu hal yang ingin disampaikan dari teori ini bahwa… faktor karakter bawaan dari diri seseorang bukanlah merupakan faktor utama, tetap ada faktor luar seperti lingkungan sosial, pergaulan teman, something that we are concern yang membawa warna lain dan menguatkan karakter kita.

Ketika kita dihadapkan pada relationship, lingkungan yang tidak membuat kita bertumbuh, berpikir positif, dan menjadi lebih baik maka pilihan yang tepat untuk memilih “Nurture” yang lebih baik.

Bete dong kalo tiada hari tanpa ribut, iri, buat sakit hati dan tidak ada rasa percaya dalam suatu hubungan. Sadarlah bahwa itu toxic relationship dan saatnya untuk diakhiri.

Toxic friend creates toxic relationship.

Energi positif yang harusnya membuat kita bertumbuh malah terkuras oleh energi negatif yang tak berujung.

Sebelum terlambat… bertumbuhlah.

Karena usia itu singkat.

Dan karya itu nyata.

Lampung, 25 November 2018

Tips Parenting: Anak Sukses Bermula dari Bangun Pagi


1| Perbaikan kualitas generasi selayaknya dimulai dgn kebiasaan bangun di pagi hari. Sebab generasi unggul bermula dari pagi yg berkualitas (sibuk).

2| Kebiasaan bangun pagi hendaklah dimulai dari usia dini. Peran Ayah amat dinanti. Ayah yg peduli tak abai dalam urusan bangun pagi buah hati.

3| Jika anak terbiasa bangun siang. Maka keberkahan hidup melayang. Aktivitas ruhani menjadi jarang. Perilaku menjadi uring-uringan.

4| Mulailah dgn malam yg berkualitas. Anak tidak terjaga di ambang batas. Harus buat peraturan tegas. Kapan terjaga dan kapan pulas.

5| Sehabis ‘lsya jangan ada aktivitas fisik berlebihan. Upayakan aktivitas yg menenangkan. Membaca atau bercerita yg berkesan.

6| Biasakan berbagi perasaan. Mulai dgn cerita aktivitas harian. Evaluasi jika ada yg tidak berkenan. Sekaligus sarana pengajaran.

7| Buat kesepakatan bangun jam berapa. Lantas anak mau dibangunkan bagaimana. Jadikan ini sebagai modal membangunkan di pagi harinya. 

8| Tutuplah aktivitas malam dgn mendengarkan tilawah. Agar anak tidur membawa kalimat Allah Pemberi Rahmah. Terekam dalam memorinya.

9| Pagi pun datang. Jalankan kesepakatan yg dibuat sebelum tidur menjelang. Bangunkan anak penuh kasih sayang. Bangunkan dgn cara yg ia sepakati.

10| Jika anak menolak tuk beranjak, ingatkan akan kesepakatan semalam. Anak siap terima konsekuensi tanpa diancam. Batasi kesenangan yg ia idamkan.

11| Bangunkan anak dgn kalimat Illahi. Agar paginya diberkahi. Jika perlu adzan di telinga kanan dan kiri. Bisikan dgn lembut tembus ke hati.

12| Jika ia segera bangun, jangan lupa apresiasi. Hadiahi dgn doa dan kecupan di pipi. Tak lupa bertanya tentang mimpi. Anak butuh waktu transisi.

13| Jika anak telah terjaga, siapkan aktivitas olah jiwa dan raga. Agar fisik anak bergerak tak kembali ke kasur yg menggoda. Semoga jadi pola keseharian.

14| Jalankan pola ini minimal 2 pekan. Agar lama-lama jadi kebiasaan. Insyaa Allah anak bangun pagi dgn kesadaran. Sebab tubuhnya telah menyesuaikan.

15| Jika ayah tak sempat membangunkan, karena harus segera ke kantor kejar setoran, mintalah ibu berganti peran. Agar anak tak merasa diabaikan.

16| Jangan sampai anak tumbuh remaja, punya kebiasaan yg tidak mulia. Bangun pagi selalu tertunda. Sholat shubuh di waktu dhuha. Banyak melamun tak ada guna.

17| Jika terlanjur anak bangun kesiangan. Buatlah rencana bersama pasangan. Konsisten dan tidak saling menyalahkan. Fokus kepada upaya perbaikan.

18| Sebelum terlambat, segera bertindak cepat. Agar masa depan anak selamat. Fokuslah kepada perbaikan pola tidur yg sehat.

19| Jika anak terbiasa bangun pagi sedari dini, itu ciri anak berprestasi. Tak mudah dipengaruhi berbagai pergaulan yg tidak islami.

20| Jadi, tunggu apalagi. Jangan cuma bisa marah dan berteriak. Segera bertindak untuk buah hati. Fokuslah kepada bangun pagi. Selamat beraksi.

Yuk Menjadi Lebih Baik

#Tips Parenting
Semoga Bermanfaat

THE FIRST (AND MOST IMPORTANT) 3 MINUTES OF YOUR PRESENTATION


Saya duduk di pesawat Garuda yang sedang terbang dari Surabaya bersama dua sahabat saya. Kami baru saja menghadiri seminar Human Resources di kota buaya tersebut. Sementara kedua sahabat saya tertidur saya membaca sebuah majalah tentang Social Media Marketing ….
Mata saya tertuju pada sebuah interview dengan Country Director sebuah perusahaan internet.
Wawancara itu membahas tentang video marketing melalui social media platform.

Dan di situ dia menyatakan betapa pentingnya lima detik pertama pada video yang akan anda tampilkan di social media.

Lima detik pertama itu akan menentukan apakah audience (target group) anda akan memutuskan untuk terus melihat video anda atau langsung lari dan pindah ke content lain.

Padahal anda punya objective agar message anda nyampai ke objective anda. Dan untuk itu anda harus make sure bahwa audience anda akan stay until the last second of your video.

What a great lesson! Bukankan hal ini juga kita bisa terapkan pada …

  • sales pitch kita
  • presentasi kita
  • training kita
  • meeting kita
  • pada saat kita berjabat tangan dan berkenalan dengan partner bisnis kita
  • job interview anda

Sebelumnya mari kita belajar dulu dari film favorite saya, James Bond. Saya mengidolakan James Bond karena dia selalu mempunyai senjata yang paling mutakhir (dan sama sekali bukan karena alasan lainnya 😀).

Sutradara film film James Bond selalu memulai filmnya dengan adegan yang sangat seru. Biasanya dia sedang mengerjakan misi lain dan dikejar musuhnya dalam adegan full-action yang sangat seru. Pada saat orang melihat ini, pasti tidak ada satupun yang beranjak. Mereka ingin terus menonton. They want to stay.

Meskipun setelah itu kita disuguhi adegan agak membosankan di mana dia menemui bossnya untuk dijelaskan misi utamanya.

Coba seandainya kita nonton James Bond dan langsung disuguhi adegan yang membosankan di awalnya (meeting yang boring dengan bossnya), pasti anda akan kabur dan tidak sabar.
And that’s exactly the same point that I want to talk about …

Selama presentasi anda, meeting anda, training anda, sales anda, jabat tangan dan perkenalan anda dan job interview anda…. dalam lima detik pertama … apakah anda cukup menarik untuk dilihat (atau didengarkan) sehingga orang akan terus mendengarkan anda, ataukah anda begitu membosankan dan orang-orang akan mengalihkan perhatiannya (ke smartphone mereka, pergi ke toilet, atau ngobrol dengan teman sebelahnya?).

Pikirkan hal ini, mereka hanya punya sedikit waktu untuk memutuskan hal itu.
Ok, mungkin untuk video bagi millennial generation di social media perlu waktu 3 detik. Dan untuk presentasi anda (atau interview anda) audience anda akan memerlukan waktu 3 menit untuk menentukan apakah mereka akan mendengarkan atau tidak.
Kenapa demikian ?

Karena attention span makin lama makin pendek.

Contoh pertama adalah film. Dulu orang tahan nonton film 2 jam (bahkan film The Message dan juga Pengkhianatan 30S/PKI) itu lamanya 4 jam. They were ok with that.

Lama lama dari dua jam turun jadi satu jam (contoh Criminal Mind), kemudian turun jadi 30 menit (Friends, How I met your mother , Office …etc).

Sekarang anak anak saya melihat video clip di YouTube selama 3 menit dan exit.

Bukan hanya untuk video, tetapi juga untuk aspek lain dalam hidup kita. 

Masak mie rebus, dulu ibu saya perlu 1 jam untuk masak mie rebus (mie godhog) dengan segala pernak perniknya. Saya mulai memasak mie instant , dan saya hanya memerlukan 15 menit. Anak anak saya sekarang makan Pop Mie dengan hanya menuangkan air mendidih ke dalam mie … cukup 3 menit. 

Saya yakin bahwa cucu saya nanti akan langsung makan mie mentah dan kemudian minum air mendidih biar nyampur di perut 😀

Jadi bagaimana dong 

… How to Spend the First 3 Minutes of Business Presentations?

Before you proceed to your actual content, keep in mind that the first three minutes are crucial: your introduction can either connect or distance you from your audience.

The message you want to convey can be affected if your opening can’t catch their attention.

Ini beberapa tips yang bisa dicoba …

1. Develop a Sense of Belonging
Bikin mereka tertarik dengan create a sense of belonging among your audience.
Ceritakan sebuah story yang sangat berhubungan dengan topik anda.

2. Develop a catchy and memorable introduction to get their attention before you discuss the content.
Tell a quote atau tunjukkan gambar, foto, atau video, atau cerita yang menarik dan berhubungan. Sehingga mereka akan terus teringat topik itu seterusnya.

3. Establish Eye Contact
Jangan hanya melihat slide, lihatlah audience anda dan.lihatlah mereka.

Tunjukkan bawa anda sendiri tertarik dan menikmati dan menguasai topik yang anda presentasikan.

4. Answer the Audience’s Hidden Questions

Why am I here?

what is it for me?

Make sure mereka merasakam manfaat dari pembicaraan anda.

4. Tell a Story
Nothing beats the power of storytelling.
Ceritakan sesuatu yang sangat personal yang bisa dimengerti oleh semua orang, agar mereka tertarik untuk mendengarkan isi presentadi anda selanjutnya.

Remember, cacth your audience attention in the first 3 or 5 seconds.

If you fail to do this, you’ll have a harder time making them listen to the rest of your presentation. Make those first three minutes to be so interesting that they want to stay until the end of the presentation.

Salam Hangat

Pambudi Sunarsihanto

[Repost]: 3 MENIT (PERTAMA) YANG PALING PENTING DALAM PRESENTASI ANDA 

Memilih Takdir Kepemimpinan(Taushiyah Ustad Anis Matta pada Rakernas KA-KAMMI)


Oleh Yanuardi Syukur*

Dalam Pelantikan dan Rapat Kerja Pengurus Nasional Keluarga Alumni KAMMI dengan tema “kaum muda Indonesia memimpin perubahan dunia”, di Hotel Diradja, Jakarta (21 Januari 2017), Ust HM. Anis Matta, Lc menyampaikan empat hal penting terkait persiapan yang harus dilakukan oleh pemuda muslim Indonesia dalam upaya berkontribusi untuk peradaban dunia. 

Berikut adalah empat hal penting tersebut. 

1. Korelasi Kalimat Pertama dengan Debut Kepemimpinan

Ketika Umar bin Abdul Aziz hendak dilantik, ia berbisik kepada Imam Az-Zuhri, “inni akhafunnar” (saya takut kepada neraka). Itu kalimat pertama yang ia ucapkan ketika dilantik.

Apa korelasi kalimat itu dengan pencapaian seseorang dalam memulai debut kepemimpinan? 

Kalimat ini berarti bahwa beliau memulai dari akhir bahwa akhir dari semua ini adalah kematian dan hidup setelah kematian hanya mempunyai dua pilihan, yaitu surga dan neraka. Ulama mengatakan, “orang yang paling berakal adalah yang paling jauh pandangannya tentang akhir dari semua yang ia lakukan.”

Beliau memulai tidak dengan berharap surga, akan tetapi memulai dari rasa takut kepada neraka. Tidak ada yang menyangka bahwa umur beliau setelah ucapan itu hanya 2.5 tahun. Ia sangat sehat, bahkan ahli sejarah mengatakan bahwa batang leher beliau adalah orang yang terawat dengan baik, bahkan trendsetter dari keluarga Umawiyah yang ia dikenal dari parfum dan cara jalannya hingga disebut “Al-Masy-yal Umawiyyah” atau cara berjalan ala Umar. 

Setelah pelantikan, Umar bin Abdul Aziz mengumpulkan seluruh keluarganya dan mengambil harta mereka dikembalikan pada Baitul Mal. Ia bahkan mengancam istrinya jika tidak mau memberikan harta, antara kembalikan atau bersama Umar. Terjadi pergolakan tapi ia melewatinya dengan baik.

Saat ini kita hidup di era Kapitalisme yang berhasil dalam seratus tahun menyebarkan kesejahteraan ke banyak penduduk bumi. Tapi ada satu fakta yang tidak dicapai Kapitalisme, yang pernah dicapai di masa Umar, yaitu para amil zakat tidak mendapatkan orang yang menerima zakat. 

Ketika Umar wafat, ia mati muda di usia 39 tahun. Sebelum menghembuskan nafasnya, ia meminta istrinya untuk keluar kamar dan mengucapkan sebuah ayat yang menutup kisah Qarun tersebut sebagai berikut, 

تِلْكَ الدَّارُ اْلأَخِرَةُ نَجْعَلُهَا لِلَّذِينَ لاَيُرِيدُونَ عُلُوًّا فِي اْلأَرْضِ وَلاَفَسَادًا وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِينَ

“Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di (muka) bumi.Dan kesudahan (yang baik) itu adalah bagi orang-orang yang bertaqwa. (QS. Al-Qashash: 83)

Cerita tentang Qarun menjelaskan bahwa ia menafsirkan sebuah keberhasilan sebagai hasil dari kekuatan individu. Itu yang Allah tidak rela. Dalam ayat Al-Qur’an juga dijelaskan apakah Qarun tidak tahu bahwa dulunya juga ada yang lebih kaya dan dihancurkan oleh Allah. Qarun ditenggelamkan di masa-masa puncak ketika ia berkuasa dan ditutup dengan ayat tadi. 

Dr Imaduddin Khalil dalam buku biografi Umar bin Abdul Aziz berjudul “Revolusi Islam di zaman Umar bin Abdul Aziz” , ia menulis sebuah bab berjudul “tikungan jiwa”. Dari mana Umar mendapatkan energi sebesar itu dalam 2.5 tahun? 

Ternyata, sumber energinya adalah ketakutan pada neraka. Itu yang membuat kita tidak bermain-main dengan pilihan-pilihan yang kita putuskan untuk diri kita dan orang lain karena kita tahu akibat dari apa yang kita ambil. 

Makna dari ingatan pada akhirat itu melahirkan “ruhul mas’uliyah” (semangat pertanggungjawaban). Kita menyadari bahwa kita adalah pemikul beban, bukan pencari kuasa. Bukan pemburu popularitas. Karena sebeerapa besar beban yang kita pikul sebesar itu pula posisi kita di akhirat. Allah jika mencintai hamba-Nya maka Dia akan menjadikan hamba-Nya untuk kepentingan agama-Nya.

Ruhul mas’uliyah akan lahir dari pernyataan-pernyataan pribadi sejenis ini. Abu Bakar As Shiddiq misalnya, ia memerangi orang yang memisahkan zakat dari salat. Alasan pribadinya adalah, ia mengambil alihnya secara personal dalam perkataannya:

“Apakah Islam ini bisa berkurang padahal saya masih hidup?” 

“Ayanqushul Islamu wa ana hayy?”

Abu Bakar tidak menganggapnya fardu kifayah tapi menjadikannya tanggungjawab personal. Semangat pertanggungjawaban seperti ini yang dibutuhkan oleh umat kita sekarang ini.

Pernyataan seperti ini akan terlihat dari motif dari awal. Kita tidak dikumpulkan oleh kemarahan, kekecewaan, akan tetapi oleh semangat pertanggungjawaban pribadi kepada Allah dan kepada umat manusia. Semangat pertanggungjawaban seperti ini kita ambil secara pribadi yang akan membuat kita menjadi manusia bebas dan penuh energi. 

Karena kita merasa bahwa sumber pertanggungjawaban kita hanyalah kepada Allah. Kita bertanggungjawab atas pilihan-pilihan sadar yang didorong oleh semangat ruhul mas’uliyah dan perkataan Abu Bakar As Shiddiq, “ayanqushul Islamu wa ana hayy”.

Jika kita ingin bertahan lama maka pastikan dari awal niat kita benar.

Hanya dengan cara seperti itu maka kita akan menemukan pertemuan seperti ini menjadi gabungan energi yang besar. 

Point pertama ini mengantarkan pada point yang kedua.

2. Cara Memilih Peran yang Tepat

Jika salah memilih peran kita tidak efektif. Kita akan banyak membuang waktu tapi tidak menghasilkan apa-apa. Cara memilih peran itu adalah dengan memahami yang baik kebutuhan lingkungan, zaman, tempat kita, dan melihat kemampuan yang ada dalam diri kita yang diberikan Allah yang bisa kita berikan bagi manusia. 

Point pertama adalah “Wajibul Waqt” atau kewajiban kita terhadap zaman atau tuntutan zaman. Inilah peran yang diharapkan oleh zaman ini. Sedangkan yang kedua adalah membaca potensi diri kita yang kita bisa. “Setiap orang akan melakukan peran-peran yang untuk itu mereka diciptakan.” 

Point kedua ini membuat kita membaca arah zamannya sejarah. Jika dapat membaca sejarah maka kita dapat membaca masalah manusia dan menawarkan solusi untuk itu.

Sebuah kutipan mengatakan, “Hard time create strong leader. Strong leader create good time. Good time create weak leader. Good leader create hard time.” Itu siklusnya.

KAMMI lahir di Reformasi dan kini berada di kejatuhan global order atau kekacauan global. Sekarang muncul dua hal, yaitu trend kekacauan global dan lahirnya leadership style dari negara-negara besar yang diwakili oleh beberapa tokoh seperti Putin, Trump, dan Xi Jin Ping. Dulu di Perang Dunia II ada Stalin, Roosevelt, dan dst yang lahir di era hard time. 

Ketika sistem global jatuh, maka ada model kepemimpinan baru yang membawa dunia pada suatu arah yang tak ada seorangpun dapat meramalkannya. Ini menentukan geopolitik global di masa akan datang.

Sekarang kita telah selesai dari global disorder dan memasuki tahapan kedua yaitu global chaos. Tahap antara chaos dan selanjutnya biasanya satu dari dua hal, yaitu perang atau menemukan kesepakatan baru jika ada pemimpin yang bertangan dingin. Seperti apa tiap pemimpin mendefinisikan musuhnya maka seperti itulah ia akan bertindak.

Saat ini dunia Islam adalah outsider dan dalam sistem politik di seluruh dunia Islam harakah Islam masih outsider. Presiden Mursi baru masuk politik di Mesir sudah keluar lagi. 

Ayat geopolitik pertama dalam sejarah adalah surat Ar-Rum yang turun di Mekkah, gulibatirrum. Ayat tersebut agar generasi baru tahu bahwa “ini hanya masalah waktu.” Sudah ada kesadaran geopolitik global. Ayat tersebut definitif. Waktu itu Persi dan Romawi. Siklusnya mereka akan dikalahkan dalam beberapa tahun (‘bidh’a sinin’—antara 3 dan 9 tahun). Berkat kesadaran global itu Rasulullah mengerti bagaimana cara menemukan peta jalan bagi diri mereka sendiri.

Genghis Khan melewati 40 tahun pertama hidupnya sebagai buronan yang lari kemana-mana. Tapi karena ia tekanan itu, maka 20 tahun setelah itu ia menguasai hampir separuh dari seluruh dunia. 

Salah satu tipe dari orang yang lahir di hard time adalah kemampuan mereka mengubah tantangan menjadi peluang, ketakutan menjadi keberanian, kelemahan menjadi kekuatan. Saat ini kita perlu mendefinisikan peran sejarah yang ingin kita lakukan dengan melihat: sejarah dan potensi. 

Sejarah empat pemimpin mazhab, akan terlihat yang sama pada mereka yaitu mereka jauh dari politik dan dengan sadar menjauhi politik. Karena mereka tahu bahwa itu bukan peran utama yang dituntut oleh zamannya. Saat itu mereka established, sejahtera. 

Ekspansi Islam yang sangat luas membuat Islam bertemu dengan banyak budaya multikultur. Untuk itu maka secara intelektual, orang akan mengalami kesulitan dalam memahami teks-teks Al-Qur’an dan sunnah dalam melihat fenomena real di lapangan. Begitu banyaknya budaya baru yang bergabung dengan horizon Islam menjadi sangat besar peluang multi tafsir. Maka mereka-mereka bersepakat menyelesaikan masalah ini. 

Abu Hanifah misalnya, belajar di tengah jalan, karena ia pedagang. Ketika bertemu seorang ulama, ia ditanya kenapa tidak ke masjid ilmu? Ia berkata bahwa ia lebih sering ke pasar daripada ke ulama. Tapi kata ulama tersebut, kamu punya kecerdasan dan energi. Abu Hanifah memikirkan kalimat tadi dan sejak itulah ia mengubah jalan hidupnya. 

Imam Syafi’i lahir di Gaza, besar di Mekkah dan Madinah, keliling ke Irak dan Mesir. Umur 7 tahun hafal Al-Qur’an, 10 tahun hafal kitab Al-Muwaththa’ karangan Imam Malik. Beliau adalah imam para ahlul ra’i sedangkan Imam Malik adalah imam ahlul hadits. Beliau berkeliling ke seluruh negeri-negeri utama di jazirah tersebut. 

Hasilnya kemudian menemukan bahwa diperlukan suatu metodologi baru untuk memahami teks-teks Islam yang diturunkan dalam konteks lapangan, dan lahirlah ushul fiqh. Di luar dari Khulafaur Rasyidin, 4 imam tersebut yang paling dikenal. Cara kita beragama didefinisikan oleh 4 imam mazhab tersebut. Di Teluk, Syam adalah Hanabilah. Di Afrika Utama dan hampir seluruh Afrika adalah Imam Malik. Mesir dan Asia Tenggara adalah Imam Syafi’i. Sejak awal mereka mengerti sejarah yang harus mereka lakukan. Mereka memilih perannya. 

Ketika Tartar menyerbu seluruh dunia dan dunia Islam, ada satu orang yang mengalahkan Tartar, berdoa dan berpikir untuk itu. Ia merupakan orang Afghanistan, pernah menjadi budak dan jadi tentara. Sultan Muzaffar Qutuz, sang pahlawan tersebut berhasil mendefinisikan perannya secara tepat sesuai dengan tuntutan sejarah. 

3. Cara Melakukan Peran

Setiap generasi punya cara berpikirnya sendiri, cita rasa, dan bahasa sendiri.
Bekerjalah dengan perangkat-perangkat intelektual yang sesuai dengan zaman kita.

Lingkungan kita saat ini penuh dengan tangan berat yang tidak bisa dihadapi dengan cara berpikir biasa. Kita butuh banyak terobosan untuk itu. 

Dari berbagai buku tentang inovasi ternyata bukan oleh kecerdasan tapi keberanian dan rasa penasaran.

Hanya orang-orang penasaran yang bisa berinovasi. Inovasi menjadikan diri kita sendiri dan hanya orang-orang berani yang mau berdiri sendiri.

Sistem militer seperti sekarang dimulai oleh Romawi. Pola perang di jazirah Arab Badui tidak diketahui oleh Romawi. Kalau anda ingin memenangkan pertempuran berpikirlah dengan cara yang tidak dipikirkan lawan. Strategi dan taktik Khalid bin Walid adalah kombinasi perang ala Badui dengan Romawi. Strategi rotasi pasukan ala Khalid membuat lawan berpikir bahwa ada banyak suplai pasukan. Masing-masing pasukan punya keraguan tersendiri. Romawi banyak pasukan tapi ragu dengan pasukan Islam yang tidak pernah kalah. Sedangkan Islam ragu dengan pasukan besar Romawi.

Menjadi innovator menjadikan kita standing alone. Butuh keberanian, bukan sekedar kecerdasan. Paling tidak perlu keberanian menghadapi kesepian.

4. Taufiq dari Allah (At-Taufiqul Ilahi) 

Kita bisa menjadi innovator tapi sukses itu pada akhirnya dari Allah. Kaidah mengatakan “Jika Allah ingin memberlakukan takdirnya maka Dia menciptakan sebab-sebabnya.” Titik ini bermakna bahwa kehendak kita bertemu dengan kehendak Allah. Gambaran paling visual adalah saat istikharah sebelum menikah. Di tengah ketidaktahuan jodoh kita terus berusaha dan menyiapkan kemungkinan bisa tidak jadi. 

Yang harus kita lakukan adalah terus-menerus menemukan takdir kita masing-masing.

Cara agar kita menemukan takdir kita masing-masing adalah dengan mengamalkan sebuah doa:

“Ya Allah jadikanlah seluruh keinginanku hanyalah akhirat.” 

Allahummaj’al hammi hammal akhirah.

Allahummaj’al hammi hammal akhirah. 

Allahummaj’al hammi hammal akhirah.

Yanuardi Syukur, Pengurus Departemen Perguruan Tinggi, Bidang PSDM & Pora, Keluarga Alumni KAMMI

[@salimafillah]: Knowledge and Wisdom

Agama ini adalah agama dalil. Setiap ‘amalnya harus ‘ilmiyah. Dan setiap ilmunya memang sangat ‘amaliyah.

Tapi hal ini tidak lalu berarti pelaksanaan dalil menafikan berbagai hal yang manusiawi; nurani, perasaan, akal, dan hubungan antar insan.

Bukankah Ibrahim ‘Alaihissalaam meminta pendapat putranya padahal perintah untuk menyembelih telah nyata? Yang seperti ini mohon jangan ada yang menanggapi, “Perintah yang qath’i tak perlu memperhatikan pendapat orang.”

Dan bukankah Allah menyebut sebagian kaum Ahli Kitab sebagai Al Maghdhub ‘Alaihim, yang dimurkai, sebab mereka ifrath dalam beragama di atas dalil?

Kasus pelanggaran hari Sabtu, misalnya. Sebagian Mufassir menyatakan ia bukan karena mereka menangkap ikan di hari Sabtu, tapi memasang perangkap pada Jumat sore dan mengangkatnya di Ahad pagi. Hari Sabtunya mereka tetap di rumah sesuai perintah, tapi hatinya mengembara dalam khayalan tentang tangkapan berlipat, uang yang didapat, dan belanja yang gemerlap.

Dalam Fiqih, jika duabelas orang faqir berkumpul dengan makanan pokok senilai zakat al fithr untuk satu orang lalu mereka membayarkannya urut; satu menyerahkan pada sebelahnya dengan ujar, lalu si penerima membayar lagi pada orang di sampingnya, terus berrantai sampai kembali ke asal; apakah yang salah?

Ada banyak celah untuk berhelah, dan ada banyak hati yang akan keki, jika dalil yang shahih tak dibersamai cinta yang jernih.

Alkisah seorang menghadap Al Maghfurlah KH Bisri Syansuri Denanyar. Kepada Mbah Bisri dia mengadu, betapa ingin berkurban bersama dengan kakak-adiknya yang berjumlah 8 orang dengan seekor lembu. Tapi bukankah sapi hanya boleh diserikati tujuh shahibul qurban saja?

“Ya gimana ya”, ujar Mbah Bisri. “Satu sapi itu menurut fekihnya hanya untuk bertujuh itu..”

“Jadi meski adik saya yang paling kecil itu masih agak kecil, ndak boleh berdelapan Mbah?”

Mbah Bisri yang terkenal amat teguh memegangi dalil itu menggeleng lemah.

“Meski sapinya gemuk?”

Dengan senyum prihatin, Mbah Bisri tetap menggeleng.

“Padahal kami ingin seperti wasiat almarhum Bapak dan Ibu, selalu kompak dunia akhirat. Termasuk soal qurban, inginnya besok berdelapan masuk surga mengendarai sapi yang sama”, agak basah mata lelaki berusia empatpuluhan itu. Pemahaman khas masyarakat kampung semacam ini, tak aib jika dihormati.

Lalu orang ini menghadap Almaghfurlah KHA Wahab Chasbullah.

“O tentu saja boleh”, jawab Mbah Wahab yang membuat pria itu terenyak.

“Wah, boleh Mbah qurban sapi untuk berdelapan?”

“Lha yo boleh. Tapi..”

“Tapi gimana Mbah?”

“Adikmu yang paling kecil itu kan masih agak kecil ya?”

“Iya Mbah..”

“Nha, kalau nanti mau naik ke sapi kan agak susah itu ya? Ngrekel-ngrekelnya itu lho..”

“Lha terus gimana Mbah?”

“Mbok kamu tambahi kambing satu ekor biar buat ancik-ancik, buat pijakan naik ke sapinya.”

“Wah, siap Mbah kalau begitu.”

Bukankah hakikat sebenarnya sama, masalah terselesaikan, dan tak ada hati yang kecewa? 

Maka ketika berita ini disampaikan kepada Mbah Bisri, beliau tersenyum dan menggumamkan Surat Yusuf ayat ke-76, “Wa fauqa kulli dzii ‘ilmin ‘aliim..” Dan di atas tiap pemilik pengetahuan, ada yang jauh lebih berpengetahuan..”

[Salim A. Fillah]

Rahasia Kesuksesan Petani Jepang

Di satu desa di Osaka, Jepang, terdapat petani yang menanam jagung unggulan & seringkali memenangkan penghargaan petani dengan jagung terbaik sepanjang musim.

Suatu hari, seorang wartawan dari koran lokal melakukan wawancara untuk menggali rahasia kesuksesan petani tersebut.

Wartawan itu menemukan bahwa ternyata petani itu selalu membagikan benih jagungnya kepada para tetangganya.

“Bagaimana Anda bisa berbagi benih jagung dengan tetangga Anda, lalu bersaing dengannya dalam kompetisi yang sama setiap tahunnya?,” tanya wartawan, dengan penuh rasa heran & takjub.

“Tidakkah Anda mengetahui bahwa angin menerbangkan serbuk sari dari jagung yang akan berbuah & membawanya dari satu ladang ke ladang yang lain.

Jika tetangga saya menanam jagung yang jelek, maka kualitas jagung saya akan menurun ketika terjadi serbuk silang.

Jika saya ingin menghasilkan jagung kualitas unggul, maka saya harus membantu tetangga saya untuk menanam jagung yang bagus pula,” jawab si Petani itu.

Petani ini sangat menyadari hukum “keterhubungan” (law of attraction) dalam kehidupan. 

Dia tidak dapat meningkatkan kualitas jagungnya, jika dia tidak membantu tetangganya untuk melakukan hal yang sama.

*****

Saudara-riku tercinta…

Dalam kehidupan ini,

Jika kita ingin menikmati kebaikan, kita harus memulai dengan menabur kebaikan kepada orang-orang di sekitar kita.

Jika kita ingin bahagia, maka kita harus menabur kebahagiaan untuk orang lain.

Jika kita ingin hidup dengan kemakmuran, maka kita harus berupaya pula untuk meningkatkan taraf hidup orang-orang di sekitar kita.

Sebaliknya, jika kita menebar keburukan dan kejelekan kepada orang-orang di sekitar kita, maka percayalah, keburukan dan kejelekan itu niscaya akan menyelimuti hidup kita.

Anda tidak akan mungkin menjadi pribadi yang sukses, jika Anda tidak berhasil menabur dan menebar kebaikan pada orang-orang di sekitar Anda.

Kualitas Anda Ditentukan Oleh Orang-Orang di Sekitar Anda.

Orang yang cerdas itu sejatinya adalah orang yang mencerdaskan orang lain, begitu pula orang yang baik adalah orang yang mau membaikkan orang lain.

Menjadi orang penting itu baik, tapi menjadi orang baik itu lebih penting.


Semoga Tuhan selalu membimbing kita agar:

  • berhati bersih
  • berfikiran jernih
  • berkata baik, dan
  • berperilaku positif.

Semoga bermanfa’at 👏🏼

7 Saran Karier dari Jack Ma, Miliarder Kaya yang Dulunya Cuma Orang Biasa

Perkembangan karier adalah hal mutlak yang harus kamu dapatkan. Selain untuk peningkatan penghasilan, peningkatan karier juga akan memberimu kepuasan. Sehingga tahapan yang kamu capai di pekerjaan tidak berhenti begini-begini saja.

Nah, untuk membuat kariermu berkembang, ada baiknya kamu menyimak ilmu dari Jack Ma. Milyader dari China satu ini benar-benar menggambarkan apa itu ungkapan from zero to hero. Jack Ma adalah founder dari Alibaba.com, retail online yang saat ini kesuksesannya sudah mengalahkan eBuy, marketplace yang bergerak di bidang yang sama. 

Alibaba.com membawa Jack Ma, yang tadinya adalah seorang guru Bahasa Inggris, menjadi orang terkaya di China. Setelah Jack Ma melepas saham pertama Alibaba di US, posisinya menjadi orang terkaya ke-23 di dunia.

Bagaimana caranya seorang guru Bahasa Inggris, bisa menjadi bos dari perusahaan retail online yang berskala internasional seperti Alibaba? Untuk kamu para pekerja muda, ini saran Jack Ma, supaya kariermu berkembang.

1. Sebelum kamu berusia 20, jadilah murid yang baik

Jangan malas menempuh pendidikan dan menimba ilmu dari manapun. Saat kamu masih di bangku kuliah atau sebelum-sebelumnya, jadilah murid yang baik. 

Jangan malas belajar ataupun mencari tahu. Menjadi murid tidak hanya berarti kamu belajar dari dosen-dosen di kelas. Tapi kamu bisa menjadi murid dari siapapun untuk hal apapun. Saat usiamu belum 20, waktumu untuk menimba ilmu masih sangat banyak. 

Manfaatkan baik-baik untuk mendapatkan ilmu dari manapun. Karena nanti setelah kamu memasuki dunia kerja, waktu yang kamu punya untuk belajar tentunya tidak sebebas saat kamu masih belum bekerja.

Jack Ma sendiri sebelumnya pernah ditolak sekolah, karena nilai matematikanya yang tidak bagus. Tapi Jack Ma tidak menyerah. Dia terus berusaha mengejarnya. 

Di waktu lain, Jack Ma rela menaiki sepeda sejauh 40 km untuk mengunjungi hotel tempatnya bisa belajar Bahasa Inggris dari para orang asing. Karena banyak bertemu dengan orang asing inilah, Jack Ma jadi punya pandangan yang berbeda dari kebanyakan orang China.

2. Di awal usia 20an, pengalaman adalah yang utama. 

Bekerja di perusahaan kecil bisa kamu pertimbangkan sebelum menjajal tempat yang lebih besar.

Setelah menimba banyak ilmu semasa kuliah, pasca kelulusan adalah masanya kamu mempraktikkan ilmu yang kamu punya, sambil sekaligus juga menambah ilmu dari sumber-sumber lainnya. 

Tak perlu minder atau ragu jika kamu tidak bekerja di perusahaan multinasional. Di perusahaan besar, kamu akan menjadi bagian dari mesin atau sistem yang sudah kaku. 

Sementara berkarya di perusahaan kecil justru membuatmu merasakan pengalaman-pengalaman berharga yang tidak bisa kamu dapatkan di multinational company.

Di perusahaan kecil, start up misalnya, kamu juga bisa mengenal lebih dekat pemimpin perusahaan. Darinya, kamu tidak hanya belajar tentang pekerjaan, tapi juga tentang passion dan mimpi. Tak perlu malu mengikuti dan mengambil ilmu dari orang lain, karena di rentang usia 20-30 tahun, memang waktumu untuk mengikuti orang lain.

3. Sampai usiamu 30, buatlah kesalahan sebanyak mungkin. Jangan ragu-ragu untuk mencoba hal-hal baru.

Apa yang membuat keadaan kita macet di sini-sini saja, terkadang karena kita terlalu takut untuk mencoba hal-hal baru. Kita takut pada kegagalan yang menanti jika kita keluar dari zona nyaman. Karena takut membuat kesalahan, seringnya kita menjadi cukup puas dengan apa yang sudah ada dan enggan berinovasi untuk merasakan pengalaman yang baru. 

Sampai usiamu 30 tahun, membuat kesalahan tak jadi masalah. Kamu masih muda. Salah sekali, di situ kamu bisa mengambil pelajaran untuk tidak mengulangi lagi. Jatuh sekali, kamu masih bisa bangkit berkali-kali.

4. Kamu berpikir untuk membuat usaha sendiri? Lakukan itu di usia 30-40 tahun. 

Sepuluh tahun waktu yang kamu punya untuk merintis usaha. 

Setelah sepuluh tahun bekerja untuk orang, pengalamanmu sudah cukup banyak. Ilmu yang kamu dapatkan juga sudah lebih banyak dari saat kamu berusia 20an. Kondisi psikologismu juga jauh lebih matang. Jika kamu berencana untuk membuat usaha sendiri, inilah usia yang tepat untuk memulai.

Jika kamu sudah punya rencana sejak lama tentang usaha apa yang ingin kamu buat nanti, inilah saat mewujudkannya. Sampai usiamu 40 tahun nanti, carilah model-model baru usaha yang cocok untukmu. 

Berbekal pengalamanmu sebelumnya, amunisimu untuk memulai sudah cukup memadai.

5. Jangan mencoba-coba hal baru bila usiamu sudah lebih dari 40 tahun. 

Fokuslah untuk melakukan hal-hal yang kamu memang bagus di dalamnya.

Setelah usiamu 40 tahun, eksperimen bukan lagi hal yang bisa kamu lakukan. Mencoba-coba hal baru sudah bukan masamu lagi. Membuka usaha tidaklah mudah. Tak jarang prosesnya berjalan panjang, termasuk jatuh bangun yang tak terhitung banyaknya. 

Memang selalu ada kemungkinan untuk sukses meski kamu sudah 40 tahun. Tapi risiko kegagalan lebih besar, karena banyak hal tak terduga bisa datang. Kamu sudah tak punya waktu terlalu banyak lagi untuk memulai dari awal lagi. Jika kamu sudah menemukan hal apa yang cocok untuk kamu kerjakan dan sudah terbukti memberimu kesejahteraan yang cukup, lanjutkan saja.

6. Saat usiamu 50 tahun, akuilah bahwa kamu sudah tua. 

Saatnya memberi kesempatan kepada yang muda, kamu cukup memberikan investasi saja.

Sudah lebih dari 30 tahun kamu bekerja, saatnya sekarang kamu mulai menyingkir dari panggung utama. 50 tahun jelas bukan usia muda lagi. Ini saatnya kamu memberikan kesempatan pada yang muda-muda untuk berkarya. Mereka lebih enerjik dan mungkin lebih kreatif daripada kamu yang sudah menua. 

Investasikan saja ilmu dan dana yang kamu punya, dan dukunglah ide-ide brilian yang kaum muda itu rencanakan.

7. Jika kamu sudah 60 tahun, sudahlah, tak usah lagi bekerja. 

Jalan hidupmu sudah tidak mungkin diubah lagi. Apa yang ada hanya bisa kamu nikmati saja

60 adalah batas akhir semuanya. Saat ini, kamu sudah tidak bisa mengubah apa-apa. Barangkali di usia ini kamu masih punya ganjalan mimpi-mimpi yang belum tercapai. Tapi sudah, cukup. 

Di usia ini sudah bukan lagi waktunya untuk memikirkan bisnis atau mengubah rencana hidup. Apa yang kamu miliki hanya bisa kamu nikmati. Daripada terus menyesali apa yang seharusnya kamu lakukan atau tidak kamu lakukan, lebih baik nikmati sisa hidupmu dengan berbagai hal positif dan menghibur.

Kesuksesan Jack Ma tidak datang dalam semalam. Tapi apa yang bisa Jack Ma lakukan, bisa menginspirasi semua orang. Apa yang Jack Ma lakukan, bisa juga kamu lakukan. Mulai hari ini buat plan hidupmu sedetail mungkin. Sekaligus carilah pengalaman sebanyak mungkin, dan lakukan kesalahan sebanyak mungkin.

This is my advice to the young people: 25 years old, make enough mistakes. Don t worry! You fall, you stand up, you fall enjoy it! You re 25 years old, enjoy the show! – Jack Ma

Untuk saat ini, tak perlu takut melakukan kesalahan. Seperti kata Jack Ma, toh kita baru dua puluh lima.

Taufiq Ismail: Tentang Lagu yang Melumpuhkan Chrisye


Lagu Chrisye “Pengadilan Hari Terakhir” (Surat Yasin, ayat 65).

Penyair Taufiq Ismail menulis sebuah artikel tentang Chrisye atau Krismansyah Rahadi (1949-2007) di majalah sastra HORISON:

Di tahun 1997 saya bertemu Chrisye sehabis sebuah acara, dan dia berkata, “Bang, saya punya sebuah lagu. Saya sudah coba menuliskan kata-katanya, tapi saya tidak puas. Bisakah Abang tolong tuliskan liriknya?” Karena saya suka lagu-lagu Chrisye, saya katakan bisa. Saya tanyakan kapan mesti selesai. Dia bilang sebulan. Menilik kegiatan saya yang lain,deadline sebulan itu bolehlah.

Kaset lagu itu dikirimkannya, berikut keterangan berapa baris lirik diperlukan, dan untuk setiap larik berapa jumlah ketukannya, yang akan diisi dengan suku kata. Chrisye menginginkan puisi relijius.

Kemudian saya dengarkan lagu itu. Indah sekali. Saya suka betul. Sesudah seminggu, tidak ada ide. Dua minggu begitu juga. Minggu ketiga inspirasi masih tertutup. Saya mulai gelisah. Di ujung minggu keempat tetap buntu. Saya heran. Padahal lagu itu cantik jelita. Tapi kalau ide memang macet, apa mau dikatakan. Tampaknya saya akan telepon Chrisye keesokan harinya dan saya mau bilang, “Chris, maaf ya, macet. Sori.” Saya akan kembalikan pita rekaman itu.

Saya punya kebiasaan rutin baca Surah Yasin. Malam itu, ketika sampai ayat 65 yang berbunyi,A’udzubillahiminasy syaithonirrojim. “Alyauma nakhtimu ’alaa afwahihim, wa tukallimuna aidhihim, wa tasyhadu arjuluhum bimaa kaanu yaksibuun” saya berhenti. Maknanya, “Pada hari ini Kami akan tutup mulut mereka, dan tangan mereka akan berkata kepada Kami, dan kaki mereka akan bersaksi tentang apa yang telah mereka lakukan.” Saya tergugah. Makna ayat tentang Hari Pengadilan Akhir ini luar biasa!

Saya hidupkan lagi pita rekaman dan saya bergegas memindahkan makna itu ke larik-larik lagu tersebut. Pada mulanya saya ragu apakah makna yang sangat berbobot itu akan bisa masuk pas ke dalamnya. Bismillah. Keragu-raguan teratasi dan alhamdulillah penulisan lirik itu selesai. Lagu itu saya beri judul Ketika Tangan dan Kaki Berkata.

Keesokannya dengan lega saya berkata di telepon, “Chris, alhamdulillah selesai.” Chrisye sangat gembira. Saya belum beritahu padanya asal-usul inspirasi lirik tersebut.

Berikutnya hal tidak biasa terjadilah. Ketika berlatih di kamar menyanyikannya baru dua baris Chrisye menangis, menyanyi lagi, menangis lagi, berkali-kali.

Di dalam memoarnya yang dituliskan Alberthiene Endah, Chrisye–Sebuah Memoar Musikal, 2007 (halaman 308-309), bertutur Chrisye: 

“Lirik yang dibuat Taufiq Ismail adalah satu-satunya lirik dahsyat sepanjang karier, yang menggetarkan sekujur tubuh saya. Ada kekuatan misterius yang tersimpan dalam lirik itu. Liriknya benar-benar mencekam dan menggetarkan. Dibungkus melodi yang begitu menyayat, lagu itu bertambah susah saya nyanyikan! Di kamar, saya berkali-kali menyanyikan lagu itu. Baru dua baris, air mata saya membanjir. Saya coba lagi. Menangis lagi. istri saya, Yanti, sampai syok! Dia kaget melihat respons saya yang tidak biasa terhadap sebuah lagu. Taufiq memberi judul pada lagu itu sederhana sekali, Ketika Tangan dan Kaki Berkata.

Lirik itu begitu merasuk dan membuat saya dihadapkan pada kenyataan, betapa tak berdayanya manusia ketika hari akhir tiba. Sepanjang malam saya gelisah. Saya akhirnya menelepon Taufiq dan menceritakan kesulitan saya.

“Saya mendapatkan ilham lirik itu dari Surat Yasin ayat 65…” kata Taufiq. Ia menyarankan saya untuk tenang saat menyanyikannya. Karena sebagaimana bunyi ayatnya, orang memang sering kali tergetar membaca isinya.

Walau sudah ditenangkan Yanti dan Taufiq, tetap saja saya menemukan kesulitan saat mencoba merekam di studio. Gagal, dan gagal lagi. Berkali-kali saya menangis dan duduk dengan lemas. Gila! Seumur-umur, sepanjang sejarah karir saya, belum pernah saya merasakan hal seperti ini. Dilumpuhkan oleh lagu sendiri!

Butuh kekuatan untuk bisa menyanyikan lagu itu. Erwin Gutawa yang sudah senewen menunggu lagu terakhir yang belum direkam itu, langsung mengingatkan saya, bahwa keberangkatan ke Australia sudah tak bisa ditunda lagi. Hari terakhir menjelang ke Australia, saya lalu mengajak Yanti ke studio, menemani saya rekaman. Yanti sholat khusus untuk mendoakan saya.

Dengan susah payah, akhirnya saya bisa menyanyikan lagu itu hingga selesai. Dan tidak ada “take” ulang! Tidak mungkin. Karena saya sudah menangis dan tak sanggup menyanyikannya lagi. Jadi jika sekarang Anda mendengarkan lagu itu, itulah suara saya dengan getaran yang paling autentik, dan tak terulang! Jangankan menyanyikannya lagi, bila saya mendengarkan lagu itu saja, rasanya ingin berlari!

Lagu itu menjadi salah satu lagu paling penting dalam deretan lagu yang pernah saya nyanyikan. Kekuatan spiritual di dalamnya benar-benar meluluhkan perasaan. Itulah pengalaman batin saya yang paling dalam selama menyanyi.

Penuturan Chrisye dalam memoarnya itu mengejutkan saya. Penghayatannya terhadap Pengadilan Hari Akhir sedemikian sensitif dan luarbiasanya, dengan saksi tetesan air matanya. Bukan main. Saya tidak menyangka sedemikian mendalam penghayatannya terhadap makna Pengadilan Hari Akhir.

Syair lagunya :

Akan datang hari

Mulut dikunci

Kata tak ada lgi

Akan tiba masa

Tak ada suara

Dari mulut kita

Berkata tangan kita

Tentang apa yang dilakukannya

Berkata kaki kita

Kemana saja dia melangkahnya

Tidak tahu kita

Bila harinyaTanggung jawab, tiba…

Rabbana

Tangan kami

Kaki kami

Mulut kami

Mata hati kami

Luruskanlah

Kukuhkanlah

Di jalan cahaya

Sempurna

Mohon Karunia

Kepada kami

Hambamu

Yang hina

Surah Yasin ayat 65:

الْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلَىٰ أَفْوَاهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَا أَيْدِيهِمْ وَتَشْهَدُ أَرْجُلُهُم بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang telah mereka lakukan.

Changes


Nokia dulu menyebut Android . sebagai semut kecil merah yg mudah digencet dan mati. Arogansi dan rasa percaya diri yg berlebihan membuat Nokia terjebak dlm innovator dilemma. Sejarah mencatat, yg kemudian mati justru Nokia – tergeletak kaku dlm kesunyian yg perih. 

Kodak menyebut kamera digital hanyalah tren sesaat, dan kamera produksi mereka akan terus bertahan. Kodak terjebak halusinasi dan innovator dilemma yg akut. Akibatnya, ruangan ICU yg pengap menanti raga mereka yg merintih kesakitan. 

Intel dan Microsoft (Dominasi yang dulu dikenal dengan duo Wintel) terlalu menikmati kekuasannya dalam dunia PC dan Laptop, dan pelan2 terjebak innovator dilemma. Mereka terbuai dgn kekuasaannya, dan lengah betapa dramatis kecepatan kemajuan era mobile computing. Kini era PC/Laptop sdh hampir berakhir, diganti era mobile smartphone. Dan hegemoni Microsoft serta Intel kian menjadi tidak relevan dlm era smartphone. Intel dan Microsoft lalu hanya duduk saling bertatapan mata, diam dan termangu. Dalam rasa penyesalan yg pedih dan pahit. Namun dlm bisnis, penyesalan tdk pernah mendapat tempat terhormat. 

Pizza hut terus menerus mengenalkan menu baru setiap enam bulan. Sabun Lifebouy ber-kali2 melakukan rejuvenasi. Facebook dan Bukalapak juga selalu melakukan evolusi. 

Nokia kolaps dihantam iPhone di tahun 2007, padahal produsen iPhone bukan perusahaan telco, namun dari industri komputer. Koran dan majalah mati bukan krn sesama rivalnya, namun karena Facebook dan Social Media (remaja dan anak muda tak lagi kenal koran/majalah kertas. Mereka lebih asyik main Path, IG atau FB. Pelan tapi pasti industri koran dan majalah akan mati).

Televisi seperti RCTI, Trans dan SCTV kelak akan kolaps bukan krn persaingan sesama pemain di industri yg sama, tapi dari makhluk alien bernama Youtube. Di Amerika, jumlah pemirsa televisi dikalangan anak muda dan remaja, menurun drastis. Dan semua lari ke Youtube. Ini juga kelak akan terjadi di tanah air. 

Industri taksi seperti Blue Bird goyah bukan karena pesaing sesama taksi, namun dr layanan taksi independen berbasis aplikasi. Di banyak negara, banyak perusahaan taksi konvensional mati digilas Uber dan layanan taksi berbasis aplikasi lainnya. 

Dan kini produsen Toyota, BMW dan Mercedes Benz takut bukan karena persaingan sesama mereka. Namun krn kehadiran TESLA, yg entah dari mana tiba2 melakukan inovasi radikal dgn produk mobil berbasis elektrik, dengan teknologi mobil tanpa sopir atau otonom (Autopilot Hardware) (Minggu lalu, mobil seri Tesla3 terjual hingga 300 ribu unit hanya dalam dua hari, padahal unitnya baru dirilis 2018. Jadi inden-nya dua tahun).

Manusia yg dapat segera beradaptasi dengan perubahan keadaan lingkungannya maka dia akan survive. Jika tidak dapat beradaptasi perubahan maka mereka akan tersingkir dan punah dari lingkungannya. Ide perubahan dan kreatif adalah salah satu wujud syukur. 

“Kuncinya adalah kerendahan hati & mau belajar dari kelebihan orang lain, jangan pernah meremehkan apapun & siapapun”

Hanya 2 hal yg pasti di dunia ini yaitu Tuhan dan perubahan, so Hold on to God and ready for changes!

Have a glorious day!