Ini Mie Otentik Bangka, Kuah Tenggirinya SUEGERRR!!!

Sekilas mie otentik Bangka ini keliatan mirip sama mie ayam ya. Tapi… cobain deh sesendok dlu kuahnya, pasti ada sensasi aneh yang terasa di lidah. Mungkin bagi yang kurang suka ikan, rasa amis ikan yang agak menghilangkan semangat untuk menyantap mie ini. Eits… jangan khawatir ada tips nya supaya rasa amisnya berganti dengan rasa segar yang tiada tara haaaaa…

Sebelum diulas lebih lanjut, kenalan dulu yuk dengan makanan khas Bangka ini. Namanya Mie Koba. Dari beberapa sumber yang dibaca, sejak abad ke-19, menyantap mie menjadi budaya yang tak terpisahkan dari keseharian masyarakat Bangka. Kebiasaan ini tak lepas dari kepiawaian warga Bangka keturunan Tiongkok dalam mengolah mie. Bangka dikenal juga dengan tambang timahnya, disela-sela waktu istirahatnya para pekerja tambang ini biasanya menyantap mie sehingga menjadi kebiasaan yang turun temurun.

Kenapa namanya Mie Koba? Denger-denger sih… nama Koba ini diberikan secara spontan oleh Bupati Bangka Tengah saat itu. Ceritanya begini, setelah otonomi daerah, Bangka Tengah menjadi Kabupaten mandiri. Pameran-pameran digalakkan pemerintah sebagai bentuk promosi wisatanya. Iskandar, salah seorang penjual mie di Koba (nama kecamatan di Bangka Tengah), kerap diundang untuk menyuguhkan mie buatannya kepada para pengunjung. Respon yang baik dari penikmat kuliner ini memunculkan nama “Koba” yang akhirnya dipakai sebagai nama Mie legendaris ini. Terlebih, warung mie milik Iskandar yang pertama ada juga terdapat di Koba.

Sekarang kita ulas yuk mie Koba Iskandar yang berada di pusat kota Pangkal Pinang. Warung mie ini merupakan cabang dari yang ada di Koba. Alamat lengkapnya bisa cekidot di gmaps guys…

Mie Koba Iskandar

Gedung Nasional, Taman Sari, Gedung Nasional, Taman Sari, Kota Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung 33684

0812-7842-7777

https://g.co/kgs/xm9Sme

Lokasinya di pinggir jalan, tempatnya sih B aja kaya warung bakso mie ayam pinggir jalan. Jadi ini rumah biasa yang di depannya dikasih meja dan kursi. Fyi, kata orang sini sih… di Bangka ini tempat bagus ga jaminan di rasa makanannya hihiihiii. Warung mie Pak Iskandar yang terkenal di Koba aja ya begitu-begitu aja, tapi tiap orang yang datang dari luar kota tetap aja nyariin dan makan disana.

Balik lagi ke warung mie Koba Iskandar di Pangkal Pinang ya… kebetulan kesini pas bulan ramadan, jadi baru bisa nyicipin malam hari. Pas dateng, sepi sih cuma berdua langsung pesan lalu voilaaaaa mie koba hangat sudah terhidang di depan mata. Cicipin dlu rasa originalnya, rasanya manis, sedikit aromatik rempah, dan dominan rasa kaldu ikan segar yang terasa.

Agak aneh karena biasanya mie ayam itu rasa gurih yang dominan. Ternyata ini kuahnya dibuat pakai kaldu dari ikan tenggiri segar ditambah bumbu rempah. Disadur dari laman website masdede.com, kuah kaldu ikan tenggirinya ini diproses secara tradisional. Ikan yang dibeli dari pasar dibersihkan, direbus sampai matang, didinginkan, dan dibersihkan dari kulit dan duri-durinya. Daging ikan tadi ditumbuk sampai benar-benar halus, kemudian ditumis dengan berbagai ramuan bumbu.

Menurut salah satu karyawan Mie Koba, Pipit, rahasia Mie Koba ada pada kuah yang tidak bau amis ikan tenggiri dan rempah-rempah yang digunakan untuk membuat kaldu tersebut. “Kami pakai banyak rempah-rempah loh mas. Seperti kayu manis, pala, cengkeh, ketumbar, kembang pala dan gula aren asli. Selain melezatkan, racikan bumbu tersebut mampu menghilangkan dan mengusir bau amis ikan,” katanya.

Ternyata warna coklat pada kuahnya berasal dari gula aren, pantesan manis ya. Yang spesial juga mie nya dibuat khusus dengan ukuran yang lebih tipis dan lebih mudah diseruput. Hemm… di awal artikel saya punya tips kan ya buat penikmat kuliner yang kurang suka aroma kaldu ikan yang kuat. Rahasianya ada di tambahan jeruk kunci (jeruk limau) dan sambal yang akan membuat kuah mie Koba makin SPESIAL karena rasanya menjadi SUEGERRR banget. Seriusssss.

Oiya, setelah disiram dengan kuah ikan tenggiri, mie Koba ini ditambahkan juga bawang goreng dan daun seledri diatasnya (beberapa warung ada yang nambahin kecambah). Untuk pelengkapnya ada jeruk kunci, sambal, dan kecap plus telur rebus. Harga nya juga murmer dengan porsi yang sedang menurut saya. Untuk harga mie koba nya sendiri Rp. 12.000, kalau kita pakai telur rebus harganya jadi Rp. 15.000. Kalau biasa makan mie ayam dengan porsi agak gede sih dijamin bakal nambah lagi pesan mie koba nya satu mangkok haaaa. Karena porsi sedang itu nanggung menurut saya.

Jadi kalo teman-teman main ke Bangka wajib nyobain Mie Koba ini ya. Mie legendaris, penuh historis, minimalis, dan ga buat kantong tipis

Salam

IG: @reni.palembang

Twitter: @reni_palembang

Iklan

Asian Games 2018 membuat Trans Musi kembali dilirik. Aplikasi Moovit jadi panduan.

Tau dong kalau Palembang menjadi salah satu tuan rumah Asian Games 2018 bersama ibu kota tercinta Jakarta. Ya, kota yang mempunyai fasilitas olahraga yang lengkap dan berstandar Internasional ini pun berbenah memperbaiki fasilitas layanan publiknya. Ada dua transportasi massal yang menjadi andalan selama perhelatan pesta olahraga se-Asia ini digelar, yaitu Light Rail Transit (LRT) dan Bus Rapid Transit (BRT) Trans Musi.

Sebagai warga asli Palembang, pasti ngalamin gimana macetnya jalanan Palembang menjelang Asian Games akibat pembangunan ini itu serta pengalihan jalan akibat dari penutupan Jembatan Ampera pada waktu-waktu tertentu. Karena waktu penutupan dan pengalihan jalan yang tidak bisa diprediksi, akhirnya mau ga mau warga pada beralih menggunakan transportasi publik. Karena selain kendaraan yang mempunyai stiker khusus asian games, hanya transpotasi inilah yang diizinkan untuk melintasi jalanan yang ditutup untuk kendaraan pribadi.

LRT mungkin bisa menjadi pilihan, tetapi selama Asian Games berlangsung operasional LRT pertama di Indonesia ini lebih diprioritaskan untuk atlet, official, dan panitia Asian Games. Bahkan sebelum pembukaan dimulai selama tiga hari, operasionalnya khusus diperuntukkan hanya untuk atlet, official dan panitia Asian Games hiks… so sad. Dan Stasiun pemberhentian LRT pun belum semuanya rampung. Jadilah akhirnya Trans Musi menjadi transportasi pilihan warga (termasuk saya) untuk menyebrangi sungai Musi melalui Jembatan Ampera.

Trans Musi ini mulai beroperasi di Palembang sejak tahun 2010. Dulu pernah nyobain keliling-keliling sama temen pas awal euforia Trans Musi ini. Mulai dari dikelola pemerintah, lalu diserahkan ke BUMD. Mulai dari karcis yang harganya Rp. 3000, lalu pakai kartu khusus (e-money), dan akhirnya balik lagi pake karcis dengan harga Rp. 5000 (sejak 2014 hingga 2018 saat ini). Mulai dari hanya 15 unit dengan dua koridor hingga sekarang sekitar 150 unit yang melayani 9 koridor.

Trans Musi Palembang tahun 2011. Photo: Anton Da Carola

Hari itu kebetulan saya mau ke daerah seberang nih. FYI, Kota Palembang itu dibelah oleh Sungai Musi yang memisahkan kawasan Seberang Ulu dan Seberang Ilir sehingga muncullah istilah ” ke seberang” dalam percakapan sehari-hari warga Palembang. Karena terakhir naik Trans Musi ini tahun 2011, iseng googling mau cari info ehhh ternyata sekarang udah ada aplikasi jadwal dan rute LRT serta Trans Musi loh. Nama aplikasinya Moovit. Recommended nih untuk diunduh menurut saya.

Tapi ga mau percaya begitu aja, saya cross check ke temen yang biasa naik Trans Musi. Dan bener sih katanya… jadi sekarang ini waktu tunggu dan pelayanannya udah bagus. Kurang lebih tiap 30 menit, akan ada Trans Musi yang dateng melayani warga sesuai rute-rute yang telah ditentukan. Akhirnya saya nyobain naik Trans Musi koridor 9 yang dari Terminal Alang-alang Lebar dengan tujuan akhir OPI Mall (Water Fun). Ga lama nunggu di Halte, bis nya beneran nongol dan datang malah lebih awal 3 menit. Duduklah dengan manisnya di depan, lalu kondektur menanyakan tujuan dan kita bayar karcisnya Rp. 5000.

Tiap halte, bisnya berhenti dan kondekturnya siap membantu penumpang yang turun dan yang naik. Sembari beberapa ada yang bertanya halte-halte transit dan dijelaskan dengan sopan oleh kondektur. Tak lupa sebelum sampai halte berikutnya, kondektur mengingatkan halte apa yang akan disinggahi. Sopirnya juga bawa mobil santai dan nyaman, malah sering banget dipepet sama mobil atau motor untuk dipotong jalurnya tapi si sopir sih nyantai aja kasih jalan. Teladan banget nih bapak. Full musik lagi, cuma selera lagunya agak jadul sih menurut saya. Suka-suka bapak sopir lah yaaa… haaaaa.

Hari itu karena berangkat di hari kerja dan jam jam aman… jadi lengang lengang aja kondisi di dalam Trans Musi. Tapi jangan ditanya kalau jam berangkat kerja, sekolah maupun jam baliknya, bisa dipastikan agak berdesakan.

Oiya, naik transportasi publik macem Trans Musi ini juga mau ga mau ngajarin kita untuk lebih beradab dalam menggunakan fasilitas publik. Mulai dari menjaga fasilitasnya, antri, menghargai orang lain, sopan dan lain-lain. Budaya yang biasanya bar-bar seperti pas ngejar bis, desak-desakan yang bodo amat sama orang lain, copet berkeliaran, bis berhenti sembarangan, sopir ugal-ugalan, nunggu bis di tempat yang malah bikin macet jalan dan lain-lain itu berubah menjadi budaya yang lebih santun dan beradab. Hal inilah yang sebenarnya menurut saya yang dibutuhkan untuk mengimbangi percepatan pembangunan fisik dan kemajuan zaman, yaitu perubahan budaya dan sosial yang lebih baik bagi warganya.

Ga terasa udah sampai aja nih di OPI Mall. Dari terminal alang-alang lebar ke jakabaring memakan waktu sekitar 1 jam. Dan si bis pun tepat berada di halte OPI Mall sesuai dengan jadwal di aplikasi Moovit. Menyenangkan jika transportasi publik sudah termanajemen dengan baik seperti ini. So… jangan ragu untuk menggunakan transportasi publik ya di Palembang.

Soto Gerabah: Makanan Otentik, Murah, Rasa Juara

Saat ini, harga mungkin jadi pertimbangan pertama ketika kita membeli makanan. Apalagi sebagai anak rantau yang harus kreatif dan pintar-pintar menghemat uang haaa…

Menurut pengalaman saya selama merantau di Jawa Tengah tepatnya di Cepu, Blora ini merupakan salah satu kota yang “ramah”. Ramah terhadap kantong kita maksudnya. Ga sulit mencari makanan murah dan cocok di lidah. Salah satunya Soto Gerabah yang berlokasi dekat dengan Taman Tuk Buntung.

Lokasi ini banyak dipenuhi bermacam kuliner, karena dari sore hingga malam hari khususnya di hari libur taman Tuk Buntung ini merupakan tempat nongkrong favorit anak muda di Cepu. Kita intip yuk menu murah meriah rasa juara di tempat makan ini.

Harga_Soto_Gerabah_Cepu_2018

Menu makanan alias Dhaharan nya paling mahal Rp. 7000 yaitu Soto daging mangkok besar. Ada juga cemilan macem tempe, bakwan, perkedel, telor puyuh dan lain-lain (harga ada di foto).

Untuk minumannya standar sekitar Rp. 3000 – Rp. 3500. Dan rekomended wedang jahenya beghhh… seger banget, jahenya gede dan super panas man haaaa. Biasa kalo di Jawa bilang minta minum panas itu ya super panas banget… so, sebelum minum kudu dicek dlu.

Selain menu di foto, ada juga menu spesial yaitu Rica Bledek yang harganya cuma Rp. 5000 loh. Saatnya pesan makan nih… saya pesan untuk dua orang soto ayam mangkok kecil, soto daging mangkok besar, rica bledek ceker, dan tempe.

Rica_Bledek_Enak_Cepu_2018

Soto sama nasinya dicampur jadi satu. Oiya, ga jauh dari sini ada juga soto lamongan Cak Bondet. ini nih perbandingan harga dan penampakan sotonya. Disini kalo dipisah nasi sama sotonya harganya beda Rp. 1000. Lebih mahal yang dipisah nasi sama sotonya. Dan disini model soto lamongan, jadi pake taburan koya sotonya. Enakkkkkkk tapi lebih mahal dua kali lipat lebih.

Harga_Soto_Cak_Bondet_Cep_2018

IMG_5100

Kembali ke rasa Soto Gerabah nih… Model soto bening yang kaldu dan bumbunya light rasanya pas. Seger banget pake perasaan jeruk dan sambel rawitnya. Potongan ayam dan dagingnya juga lumayan untuk soto harga murmer bgini. Tempenya nih unik. Dia pake tempe yang kedelainya gede-gede dan agak sedikit semangit… cuma digoreng garing gt. Jadi nendang banget kedelainya.

Soto_Gerabah_Cepu_Enak

Rasa rica bledeknya gimana?? Wah… bumbunya berasa banget rempahnya. Campuran kencur, jahe, lengkuas, kemiri, cabe, tomat, bawang merah dan bawang putih serta aroma daun jeruk plus daun kemanginya juaraaaaa banget. Sayangnya ini diblender sih kayaknya, teksturnya beda sama hasil ulekan. Personally sih saya lebih suka yang diulek karena berasa lebih otentik gitu.

Rica_Bledek_Ceker_Cepu

Secara keseluruhan… makan di Soto Gerabah ini mantap djiwaaaa. Bisa hemat dan makan enak heee… sekian review kali ini, semoga bermanfaat. Bisa mutual melalui twitter di @reni_triasari, IG @reni.triasari atau nonton video kuliner dan jalan-jalan via youtube di https://m.youtube.com/channel/UCdTqUQelj2E9NwY0urYUwuA

-Salam Makan Lemak-   

Mudahnya Bayar Pajak Sendiri #NoPungli

Samsat_Palembang_ED

Wah… samsat Kota Palembang baru nih. Lebih keren sih keliatannya dari luar. Yuk kita masuk, saatnya bayar pajak guys.

Intermezo nih, dulu kantor samsat yang melayani wajib Pajak warga Palembang terpusat di kantor Samsat depan PS Mall (Jalan Balap Sepeda Pom IX). Tapi sekarang, untuk mengurai antrian pembayar pajak dan memberikan pelayanan yang prima, dibuatlah kantor dan pelayanan samsat yang tersebar di seluruh kota/kabupaten di Sumatera Selatan.

Untuk wilayah Palembang dibagi Palembang satu dan Palembang dua. Di wilayah Palembang satu, warga bisa mendatangi kantor samsat yang berlokasi di Jl. Kapten A. Rivai ~> Google maps. Sedangkan untuk wilayah Palembang dua, warga Seberang Ulu bisa datang ke kantor samsat di Komplek Jaka Permai, Jakabaring ~> Google Maps

Nah guys, ketika saya lagi foto dan videoin pake gadget, kebetulan saya bertemu langsung nih dengan bapak Vicky (Kasi Penetapan Bapenda). Beliau menjelaskan bahwa pelayanan pajak saat ini menggunakan sistem “jemput bola”. Artinya, diberikan kemudahan akses kepada warga untuk membayar pajak.

Hasil video lengkap bayar pajaknya bisa ditonton disini nih guys >> Tutorial Mudahnya Bayar Pajak Sendiri #NoPungli

Pembayaran tidak hanya dilakukan di kantor Samsat saja, tetapi disediakan juga layanan Samsat keliling dan Samsat Corner di Mall. Untuk layanan Samsat Keliling yang menggunakan mobil, disediakan armada yang totalnya (sampai saat ini) berjumlah 21 unit dan Samsat Corner yang sudah tersebar di beberapa titik. Kedepannya, kedua layanan ini bisa mengalami peningkatan jumlah sesuai kebutuhan dan evaluasi.

Samsat keliling ini bukan hanya ada di kota Palembang saja, tapi layanannya tersebar di seluruh kota/kabupaten di Sumatera Selatan. Di daerah seperti Bayung Lincir, Muara Enim, bahkan seperti di Pali dan Muratara pun ada loh.

Nah… untuk lokasi samsat keliling di Palembang ada beberapa tempat mangkal mobil samsat nih guys diantaranya:

  • Taman simpang polda (kolam retensi)
  • Jalan POM IX (depan TVRI)
  • Jalan samping kantor walikota (dekat riverside)
  • Seberang Ulu (lokasi berpindah2 masih survey spot yang strategis)

Sedangkan untuk Samsat Corner di Mall, layanan sudah ada di PS Mall, PIM Mall, PTC Mall, OPI Mall, Ruko Bank Sumsel di PTC Mall. Yang istimewanya, di Samsat Corner ini mempunyai layanan sore dan malam loh. Jadi buat yang bekerja atau kuliah di siang hari, bisa jadi solusi nih. Masih menurut Vicky, kedepan direncanakan akan dibuat juga layanan Samsat Corner di mall-mall lain yang  tersebar di kota/kabupaten yang ada di Sumsel.

Jadwal layanan Samsat Corner di Mall-Mall, sebagai berikut:

1. Jam Layanan Pagi
Jam 09.00 s.d 12.00 WIB
Jam 12.00 s.d 13.00 WIB istirahat

2. Jam Layanan Siang
Jam 13.00 s.d 15.30 WIB
Jam 15.30 s.d 16.00 WIB istirahat

3. Jam Layanan Sore
Jam 16.00 s.d 18.00 WIB
Jam 18.00 s.d 19.00 WIB istirahat

4. Jam Layanan Malam
Jam 19.00 s.d jam 21.00 WIB

Nah… keren kan layanan Samsat sekaran. Banyak pilihan dan waktunya juga lebih fleksibel. So… ga ada alasan lagi untuk ga bayar pajak guys. Yuk bayar pajak

Tempat Nongkrong Asik di PIK

Gojira_Ice_Cream_Bars_and_Dine_PIK

Mencari kuliner di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) bukan sesuatu yang sulit. PIK itu ibaratnya surga kuliner, ada banyak tempat makan yang bertebaran di sepanjang PIK Boulevard.

Kali ini kita akan mampir ke GOJIRA Bars and Dine. Menu makanan disini cukup komplit mulai dari makanan pembuka (appetizers), makanan utama (main course) hingga makanan penutup (dessert). Tinggal pilih aja pokoknya.

Di Gojira PIK ini juga ada menu yang lagi happening sesuai dengan event yang lagi berlangsung. Misalnya waktu itu di bulan Desember saya nyobain menu khusus Gojira Snowing: Matcha Fruity Ice Cream. Secara di belahan dunia lain kan lagi musim Salju tuh… biar berasa di luar negeri haaa…

Matcha_Fruity_Ice_Cream_Gojira_PIK

Kali ini, saya nyicipin menu makanan utama atau main course nya nih, yaitu Nasi Goreng Jepang (Japanese Fried Rice) dan Burger Hitam (Black Burger) Spesial ala Gojira. Rasanya???

Japanese_Fried_Rice_Gojira_PIK

Tonton aja video reviewnya berikut guys…

Japanese Fried Rice and Black Burger at Gojira PIK

Matcha Fruity Ice Cream at Gojira PIK

 

Salam

Reni Triasari

IG: @reni.triasari | Twitter: @reni_triasari | Youtube: Reni Triasari