Catatan Singkat Long Weekend (Last day) 

  
Sekedar video singkat dari last day vacation>>
–  Sunrise gunung salak yang terlihat malu-malu (tapi ga malu-maluin) dari lantai 5 salah satu gedung di jalan Pakuan, Bogor.
– Aktifitas pagi para pelancong. Pagi-pagi udah heboh berenang bersama keluarga. Long weekend saat yang tepat berkumpul dan berbahagia bersama keluarga.
– Sarapan kecil sebelum memulai aktifitas. Kalo ane sih sebelum pulang ke tempat mengadu nasib 😁
– Packing simple, bawa tottebag gift sebagai kenang2an ultah ke-20-nya Rezky Wiranti Dhike (@dhikejkt48) tanggal 22 November 2015 kemarin. Lumayan buat belanja, kan kita harus cinta lingkungan untuk ngurangin sampah plastik di bumi tercinta. Thanks to Dhikeringer Family (@dhikeJKT48Fans).
– Sampai di bandara, check in, boarding… Dan bye Bogor. https://youtu.be/SUXMHbwYzaI

See you on next vacations~
*banyak review makanan dan tempat makan yang belom ditulis di blog ini. Stay tune

Sharing, caring, loving

IMG_0552
Guys, mau ga dikasih hadiah? Barangkali ada yang ga mau??? Untuk aku aja kalo ga mau 😆 Semua orang pasti suka dikasih hadiah. Mungkin fitrah ya bagi seorang manusia. 

Saling memberi itu kebaikan. Salah satu kewajiban terhadap saudara adalah saling memberi hadiah. Jadi inget kata Mamah Dedeh: “ngasih hadiah sama orang baik itu biasa. Tapi kalo ngasih sama orang koret itu baru luar biasa”

Saking pentingnya kita memberi sesuatu kepada orang lain yang baik sama kita, apalagi orang koret atau orang yang jahat sama kita. Memberi itu bukan hanya materi, bisa nasehat, senyum, atau bahkan sekedar mendoakan saudara kita.

Kemarin ketika dikasih kesempatan ke Bandung, banyak teman-teman yang memberi. Mulai dari bantuan arah jalan, mobil gratis, makan, tumpangan motor, bahkan pinjeman mangkok dan sendok 😅 Terlihat sederhana, tapi itu berarti banget. Nilai persaudaraan di dalamnya bahkan melebihi materi mungkin.

Begitupun beberapa hari ini, ada aja yang kasih buah tangan, tumpangan rumah, motor, dan makan gratis 😁 Itulah rezeki, buah dari ukhuwah. Di dunia aja ditampakkan reward nya, semoga di akhirat pun juga begitu. Aamiin.

Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri. Dan jika kamu berbuat jahat, maka (kerugian kejahatan) itu untuk dirimu sendiri [Al-Isra: 7]

“…Dan berbuat baiklah kalian karena sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berbuat baik.” [al-Baqarah:195]

“…serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia….” [al-Baqarah: 83]

“…Dan berbuat baiklah terhadap dua orang ibu bapak, kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat maupun yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan para hamba sahayamu….” [an-Nisaa`: 36]

Semoga kita selalu diberikan kesempatan dan kemauan untuk berbuat baik. Berawal dari berbagi, saling memberi perhatian maka akan hadir rasa saling menyayangi. 

Sekedar nasehat untuk diri sendiri, agar menjadi manusia yang lebih baik.

Sharing, caring, loving… Thanks Pal 😘

~reni_triasari~

Sepenggal Car Free Night Bandung dan Kang Emil

image

Malam ini (14/11/2015) berkesempatan nyicipin hiruk pikuknya Car Free Night di kota Bandung. Ga ada planning sebenernya, cuma iseng abis sholat maghrib di Masjid Agung dan duduk-duduk di Alun-Alun Kota terus makan sop kaki kambing, melipir dulu di pedestrian jalan Asia Afrika.

Sembari nyemil es krim durian, duduk-duduk cantik di kursi, ngelihat lalu lalang warga Bandung bahkan ada juga yang dari luar kota ngumpul di seputaran jalan bersejarah ini. Asik juga sih, polisi juga banyak yg mengamankan lokasi. Jadi kita berasanya nyaman dan aman nongkrong disini.

Tepat di Jalan Sukarno yang baru di resmikan Walikota Bandung, Kang Emil, berderetlah tenda-tenda dan merchant-merchant produk. Sebagai informasi aja nih, jalan Sukarno ini dulunya bernama jalan Cikapundung Timur. Di hari pahlawan tanggal 10 November 2015 kemarin, untuk menghormati Presiden pertama Indonesia, Ir. Sukarno yang pernah belajar di kota ini (ITB) maka digantilah nama jalan Cikapundung Timur menjadi jalan Sukarno.

Kenapa namanya Sukarno? Ga pake nama Soekarno? hayo kenapa? Berdasarkan penjelasan Kang Emil, hal ini karena Soekarno itu merupakan ejaan lama di jaman Belanda. Sehingga untuk saat ini, dinilai bahwa ejaan Indonesia dinilai lebih tepat digunakan untuk dijadikan nama jalan. Usul penamaan jalan Sukarno ini juga awalnya diwacanakan oleh keluarga Bapak Proklamator kita. Jadilah nama jalannya resmi: Jl. Ir. Sukarno.

image

Oke kita balik lagi nih dengan acara car free night malam ini. Ternyata malam ini akan diadakan acara Urban Gigs. Acara ini merupakan ajang kreatifitas anak muda Bandung untuk menunjukkan kemampuannya di bidang musik. Sekitar pukul 8 malam, acara ini baru dimulai. Performer pembuka langsung menggebrak dan menarik perhatian para warga. Diva’s Percussion mencuri perhatian dengan beat-beat drum mereka. Selain emang karena musik mereka membuat pumping, kecantikan dua wanita ini juga menjadi daya tarik tersendiri bagi warga yang hadir.

Tiba-tiba di tengah keramaian, terlihatlah sosok seseorang yang sangat familiar. Ya.. dialah Kang Emil. Malam itu, pemimpin kota Bandung ini sengaja menyisir sepanjang jalan Asia Afrika untuk melihat sejauh apa partisipasi rakyat di Car Free Night.

Menariknya…
Kang Emil berkeliling dengan berjalan kaki dan hanya dikawal oleh seorang berseragam Pol PP yang berpostur tinggi besar. Tidak ada protokoler atau bodyguard khusus. Warga pun mengamati sang Walikota dengan tatapan hormat dan takjub. Biasa aja, ga ada warga yang minta foto bersama atau memanggil beliau. What a humble and charismatic leader.

image

Di sisi lain jalan ini, car free night menjadi ajang berkumpulnya berbagai komunitas. Layaknya car free day di jakarta atau kota-kota lain seperti surabaya, solo, palembang, ajang ini menjadi salah satu sarana bagi para komunitas untuk unjuk gigi atau bahkan hanya untuk sekedar ngumpul.

Beberapa komunitas yang malam ini hadir, komunitas Dji Phantom, In line skate, melukis, mahasiswa ITB, grup biola, anak band, bahkan para Cosplayer pun ikut meramaikan Car Free Night Bandung.

Kemeriahan warga dalam Car Free Night ini menurut saya menyumbang beberapa hal positif. Ajang ini bisa meningkatkan kreatifitas anak muda, menjadi sarana berbagai komunitas untuk tampil dan berkembang, ekonomi para pedagang kecil di sekitar area penyelenggaraan yang berdenyut dan menjadi sarana hiburan serta ajang silaturahim, bukan hanya untuk anak muda tapi juga keluarga serta pasangan muda maupun pasangan tua.

Banyak senyum dan bahagia disini. Yang jelas, keberadaan event Car Free Night ini secara tidak langsung akan menaikkan indeks kebahagiaan dan rekreasi warga Bandung. Patut dicontoh nih buat walikota di kota lain. Mengemas suatu event dengan lebih kreatif dan bermanfaat.

~@reni_triasari~

Nomaden? No Worries, Mate

image

Inget ga pas jaman belajar sejarah di sekolah dengan istilah: “Nomaden”? Inget dong… ya dong… *maksa* haaa. Secara ringkas nomaden itu merupakan aktifitas berpindah dari satu tempat ke tempat lain (tidak menetap). CMIIW, karena itu berdasarkan ingatan diriku sebagai insan yang kerap khilaf dan lupa XD

Nomaden ini ternyata bukan hanya dilakonin manusia purba di masa lalu. Masa kini pun ternyata aktifitas nomaden balik lagi dilakonin manusia modern. Bener ga guys?

Menurut saya nih…

Kalo dulu, nomaden dilakonin oleh manusia purba karena faktor keterbatasan. Misal: keterbatasan bahan pangan, keamanan (gangguan dari hewan, suku lain), bahkan faktor lingkungan (bencana alam).

Masa kini nomaden cenderung dijalani karena keadaan dan didukung oleh teknologi yang ada. Sekarang ini kita hidup dimana migrasi bisa dilakukan begitu cepat dan dinamis. Ada pesawat, kereta, kapal laut, infrastruktur jalan yang mendukung mobilitas kita untuk lebih cepat berpindah dari satu tempat ke tempat lain.

Nah… saya termasuk pelaku Nomaden yang disebabkan keadaan. Tuntutan hidup dan tuntutan profesi yang menyebabkan saya menjadi manusia purba yang hidup di masa kini haaa.

Walaupun ini kebiasaan manusia purba dulu… tapi nomaden punya keuntungan sendiri loh. Salah satunya adalah, kita bisa kenal dengan orang-orang baru. Terus juga, kita bisa mendapatkan pengalaman kerja, bersosialisasi serta adaptasi yang lebih banyak.

Termasuklah hari ini…
Saya kembali dipertemukan dengan orang baru. Senang rasanya dikasih kesempatan oleh Tuhan bertemu dengan orang-orang profesional dan berdedikasi di bidangnya. Orang-orang yang bekerja di balik layar dengan segenap hati, yang layak disebut saudara. Memperjuangkan kebaikan tanpa pamrih. Membangun peradaban masa kini untuk masa depan.

Semoga Allah selalu meridhoi proyek peradaban ini, memberikan keberkahan di seluruh sendinya, menaburkan rahmat dan rahiim nya dalam segenap keringat yang tercurah.

Aamiin 💥🙏

Intinya guys, setiap apapun yang kita jalani… syukuri. Jalani sepenuh hati karena hidup bukan sekedar mengisi aktifitas. Hidup adalah pemberian yang harus kita maksimalkan untuk menebar kebaikan di tiap apapun profesi atau aktifitas kita.

Tiap kita diberi Tuhan potensi diri dan passion dalam suatu hal. Its gift from God. Kembangkan potensi dan passion diri kita, dimanapun berada. Ketika kita punya prinsip pengembangan diri dimanapun berada… maka nomaden bukanlah kendala yang membatasi.

Nomaden malahan merupakan peluang. Peluang kita untuk menempa diri menjadi pribadi yang berkualitas dan lebih baik, menjadi tempat kita menabur benih kebaikan sebagai bukti eksistensi dan kebermanfaatan kita bagi sesama.

So… nomaden? no worries, mate 🙂

~@reni_triasari~

Syiah disekitar kita!

image

Kisah nyata wanita yang bernama Aisyah ini terjadi di kota Medan, sebelum Aisyah pergi ke masjid untuk mengisi kajian ibu-ibu dekat rumah, dia menyempatkan untuk mampir dulu ke rumah sepupu karena ingin mengambil kitab Fiqih Sunnah yang beberapa hari lalu dipinjamkan kepada sepupunya karena Aisyah akan membawanya ke pengajian.

Ternyata di rumah sepupunya sedang ada tamu yang penampilannya sangat islami, Kemudian Aisyah bertanya kepada sepupunya.

Siapa mereka?

Sepupunya menjawab: Mereka itu temanku sewaktu SMA. Kemudian Aisyah memuji penampilan mereka yang sangat Islami, dia berkata: “nah begitu dong kamu seharusnya, pakai pakaian yang tertutup (jilbab besar)”.

Sepupunya menimpali: “Tapi pemahaman mereka beda dengan pemahamanmu yang kau ajarkan padaku Aisyah.”

Aisyah pun bertanya: “Memang bagaimana perbedaannya?”

Sepupunya menjawab: “Lebih baik kau bicara sendiri dengan mereka.”

Aisyah menjawab: “Tapi aku sedang ada pengajian.”

Sepupunya berkata: “Sebentar saja, setidaknya kau bisa mengetahui perbedaan pemahamanmu dengan mereka.”

Baiklah kata Aisyah.

Kemudian Aisyah ikut duduk di ruang tamu dengan mereka dan mengucapkan salam.

Setelah ngobrol beberapa waktu, Aisyah sudah bisa memastikan bahwa mereka ini adalah wanita-wanita Syiah.

Lalu Aisyah beranikan diri untuk bertanya: Kalian penganut syiah?
Si tamu pun menjawab: Benar.

Aisyah berkata: Subhanallah, sungguh indah penampilan wanita-wanita Syiah..

Si tamu pun tertawa ringan dan berkata: Terima kasih tapi memang beginilah kami di ajarkan dan kami kemari pun dengan tujuan mengajak teman kami ini (sepupu Aisyah) untuk ikut dalam pengajian kami. Jika mbak Aisyah ingin ikut juga, mari sama-sama.

Aisyah menjawab: Aisyah tertarik sekali ukht, tapi Aisyah sekarang sedang ada keperluan. Bagaimana kalau nanti malam kalian sempatkan datang ke rumah Aisyah untuk mendakwahi Aisyah dan keluarga Aisyah tentang ajaran yang kalian anut, apa kalian punya waktu?

Si tamu pun berkata: Tentu, tentu kami akan datang.

Aisyah mengatakan: Alhamdulillah, nanti Husna (sepupunya) akan menemani kalian, rumah Aisyah dekat dari sini kok.

Kemudian Aisyah pamit, sepupunya mengantarkan ke depan pagar dan bertanya: Aku gak ngerti aisyah, untuk apa kami ke rumahmu?

Aisyah menjawab: Nanti kau akan tau Husna

Sepupunya membalas: Duh syah, jangan gitu, bilang aja..

Aisyah: Mereka sedang berniat untuk mensyiahkanmu Husna, sementara sudah pernah kukatakan bahwa Syiah itu jauh dari Islam.

Maka nanti malam in sya Allah kita yang akan mengembalikan pemahaman mereka ke pemahaman yang benar, in sya Allah.

Setelah selesai shalat Isya’ beberapa menit kemudian datanglah mereka ke rumah Aisyah. Tapi Aisyah melihat mereka bersama seorang lelaki dan penampilannya juga luar biasa islaminya, berjubah putih dan imamah hitam.

Aisyah senyum saja dan sudah tau bahwa ini lah orang yang akan mereka andalkan dalam mendakwahi Aisyah sekeluarga.

Wanita-wanita itu memberi salam dan Aisyah menjawab salam mereka dengan senyum tapi Aisyah tidak langsung mempersilahkan mereka masuk rumah.

Aisyah berkata: afwan ukht, tunggu dulu, sebelum masuk rumah, Aisyah harus minta izin dulu pada mahram Aisyah, sebab kalian membawa seorang lelaki.

Mereka mengangguk saja dan tersenyum manis.

Aisyah bertanya pada abangnya: Bang, apakah laki-laki ini boleh masuk?

Abang Aisyah menjawab: Boleh.. biar abang yang menemani kalian. Kemudian masuklah mereka semua, dan memperkenalkan laki-laki yang ada bersama mereka, ternyata benar bahwa laki-laki itu yang membimbing mereka dan yang mengisi dakwah di pengajian mereka.

Singkat cerita, setelah basa-basi selama 3-4 menit maka dakwah mereka pun di mulai.

Salah seorang tamu tadi bertanya: Mbak Aisyah nama lengkapnya siapa?

Aisyah menjawab: Aisyah bintu Umar al Muhsin bin Abdul Rahman Salsabila, kenapa ya ukhty?

Si tamu: Wow panjang juga ya hehe.. oh enggak hanya kami ingin memanggil mbak dengan nama yang lain, bagaimana jika kami panggil dengan Salsa saja?

Aisyah sudah menyadari bahwa mereka tidak akan suka dengan nama Aisyah, sebab serupa dengan nama istri Rasulullah, dan mereka sangat benci kepada ummul mukminin Aisyah.. na’udzu billah min dzalik

Aisyah pun tersemnyum dan berkata: Boleh juga, tapi boleh tau alasannya apa ya ukht?

Si tamu: Kami tidak menyukai nama itu sebab ………. (dia cerita cukup panjang dan intinya menjelek-njelekkan ummul mukminin Aisyah).

Tiba-tiba si laki-laki (ustadz Syiah) yang mereka ajak itu angkat suara.

Ustadz Syiah itu berkata: Aisyah itu adalah pendusta dan pezina, semoga Allah membakarnya di neraka.

Mendengar ucapan orang bodoh ini mata Aisyah spontan tertutup dan hati aisyah terasa bergetar.. kemudian Aisyah menundukkan kepala dan mengucap istighfar, dan memohon pada Allah agar dikuatkan mendengar fitnah keji dari mulut-mulut yang masih jahil, kemudian setelah tenang, Aisyah angkat kepala dan senyum pada mereka dan membuat situasi seolah-olah Aisyah tidak tau tentang hal itu.

Aisyah berkata: Masya Allah, benarkah begitu ustadz?

Ustadz Syiah menjawab: Benar, dialah penyebab wafatnya rasulullah, dia yang meracuni rasulullah hingga wafat.. semoga laknat selalu menyertainya.

Air mata aisyah menetes mendengar ucapan orang ini, dalam hatinya bagai tersayat-sayat.. seorang ibu dihina di depan anak-anaknya, rasanya ingin melemparkan gelas ini ke wajahnya. Aisyah pun melihat abangnya sudah mengenggam kedua tangannya dan menahan amarah. Namun sebelumnya Aisyah sudah mengiingatkan kepada abangnya bahwa diskusi ini tentu akan membuat hati panas.

Aisyah pun menimpali: Astaghfirullah, sehebat itukah fitnahnya?

Si tamu wanita menjawab: Kok fitnah mbak? itu nyatanya, nih kami bawa kitab tafsir Al Ayyasyi (kitab Syiah) didalamnya terdapat bukti, bahkan Abdullah bin Abbas mengatakan Aisyah adalah seorang pelacur, ini ada kitabnya.

Dia keluarkan kitab tapi Aisyah lupa nama kitabnya, ma’rifat rijal kalau Aisyah tidak salah ingat. DanAisyah melihat memang isinya benar seperti yang mereka ucapkan.

Singkat cerita, mereka terus menghina Aisyah dan para sahabat, sampai telinga ini seperti sudah bengkak.

Akhirnya Aisyah tidak tahan dan berkata pada mereka: Sebentar ustadz, Aisyah mau ambil kitab Syiah punya Aisyah, ada yang ingin Aisyah tanyakan mengenai isinya.

Ustadz Syiah menjawab: Silahkan.
Aisyah sudah siapkan satu soal yang akan menunjukkan jati diri mereka, apakah mereka orang yang cerdas atau cuma bisa ngomong besar.

Dan pertanyaan ini juga pernah ditanyakan oleh syaikh Adnan kepada seorang syaikh Syiah, tapi syaikh Syiah malah bingung menjawabnya.

Aisyah berkata sambil menyodorkan kitabnya: Nih dia kitabnya.
Ustadz Syiah: Oh saya juga punya itu, Al Ghaibah, kebetulan saya bawa hehe.

Aisyah berkata: Oh iya, kebetulan..
Si tamu wanita berkata: Hehe, Allah memudahkan urusan kita hari ini.

Aisyah tersenyum ringan melihat tingkah laku mereka.

Aisyah berkata: Begini ustadz, di dalam kitab ini disebutkan tentang beberapa wasiat rasul kepada imam ali, benarkah ini ustadz?

Ustadz Syiah: Halaman berapa?

Aisyah: 150 no 111

Ustadz Syiah: Sebentar saya lihat. Ya, benar, lalu apa yang ingin ditanyakan dari wasiat yg mulia ini?

Aisyah: Masih berlakukah wasiat ini ustadz?

Ustazd Syiah: Tentu, sampai hari kiamat.

Aisyah: Di dalam kitab ini rasul berwasiat
“Yaa ‘Aliy anta washiyyi ‘ala ahli baiti hayyihim wa mayyitihim wa ‘ala nisa-i. fa man tsabbattuha laqiyatniy ghadan, wa man tholaqtuha fa ana bari’un minha”.

Ustadz Syiah hanya bergumam

Aisyah: Benarkah ini ustadz?

Ustadz Syiah: Bagaimana kamu mengartikan kalimat wasiat itu.

Aisyah: Isi wasiat ini adalah
“wahai ‘Ali engkau adalah washiy ahlul baitku (penjaga ahlul baitku) baik mereka yang masih hidup maupun yg sudah wafat, dan juga ISTRI-ISTRIKU. Siapa diantara mereka yang aku pertahankan, maka dia akan berjumpa denganku kelak. Dan barang siapa yang aku ceraikan, maka aku berlepas diri darinya, ia tidak akan melihatku dan aku tidak akan melihatnya di padang mahsyar.”
Benarkah ini ustadz?

Ustadz Syiah: Benar ini wasiatnya.

Aisyah: Yang ingin saya tanyakan, apakah Aisyah istri Rasulullah itu pernah dicerai oleh Rasulullah?

Ustadz Syiah begumam dan berkata: Tidak..

Aisyah: Apakah Aisyah di pertahankan Rasulullah sampai Rasulullah wafat?

Ustadz Syiah: Ya benar.

Aisyah: Lalu kenapa tadi ustadz bilang Aisyah itu masuk neraka sedangkan dalam wasiat ini Aisyah tergolong orang yang masuk surga??

Ustadz Syiah: Bukan seperti itu maksud dari wasiat ini mbak Salsa.
Aisyah tersenyum melihat tingkah si ustadz dan Aisyah melirik kedua wanita syiah tadi yang mulai hilang senyumannya.

Aisyah: Entahlah ustadz tapi inilah isi dari kitab Syiah dan ini adalah wasiat dari Rasulullah, berarti wasiat ini tidak lagi dianggap oleh orang Syiah sendiri ya ustadz?

Ustadz Syiah: Oooh tidak begitu tapi,, tapi bukan begitu cara menafsirkannya.

Dan akhirnya dia menjelaskan tentang penafsirannya tapi sedikitpun tidak masuk akal bahkan kedua wanita syiah itu sendiri pun terlihat bingung mendengar penjelasan si Ustadz Syiah.

Abang Aisyah pun berkata: Ustadz, saya tidak faham dengan penjelasan antum, mohon diulangi ustadz.

Ustadz Syiah tersebut mulai gelisah.

Ustadz Syiah: Begini, intinya hadits wasiat ini dinilai oleh ahli ilmu hadits Syiah dan tentunya berdasarkan ilmu hadits Syiah adalah lemah sekali bahkan sampai derajat palsu.

Aisyah berkata dalam hati: Wah ini ustadz mulai aneh. tadi katanya wasiat ini masih berlaku sampai hari kiamat, sekarang menyatakannya sebagai hadits palsu.

Aisyah diam beberapa saat memikirkan bagaimana cara membuat orang ini terdiam dan malu karena pendapatnya sendiri.

Aisyah: Sudah-sudah, cukup, mungkin ini terlalu rumit pertanyaannya, nih ada pertanyaan lagi ustadz.

Seperti yang pernah saya dengar bahwa Syiah menganggap bahwa Ali lah yg seharusnya menjadi khalifah setelah wafatnya Rasulullah, apakah benar?

Ustadz Syiah: Ya benar sekali, tapi Abu Bakar rakus akan kekuasaan sampai-sampai dia berbuat kezaliman dan makar yang besar, diikuti pula oleh Umar dan Utsman.

Aisyah: Apakah ada dalil yang menunjukkan Ali sebagai orang yang dipilih Rasul menjadi khalifah sesudah wafatnya beliau?

Ustadz Syiah: Tentu ada, hadits Ghadir Khum , ketika Nabi sedang menunaikan haji wada’ disertai beberapa orang sahabat besar, Nabi berkata kepada Buraidah: “Hai Buraidah barangsiapa menganggap aku sebagai pemimpinnya, maka terimalah Ali sebagai pemimpin..”

Aisyah: Ustadz, kalau saya tidak mengamalkan dan sengaja menolak apa yang diperintahkan Nabi, kira-kira apa hukuman buat saya ustadz?

Ustadz Syiah: Mbak Salsabila bisa dihukumi kafir karena mendustakan Nabi.

Aisyah: Astaghfirullah, berarti imam Ali pun telah kafir dalam hal ini ustadz, sebab dia tidak mengindahkan perintah Nabi, jika memang ini dalil yang menunjukkan Ali sebagai khalifah, bahkan imam Ali membai’at Abu Bakar, maka Abu Bakar pun di hukumi kafir, begitu juga Umar, dan semua sahabat yang menyaksikan ketika itu semuanya kafir, sebab yang menjadi pesan Rasul adalah man kuntu maulahu fa ‘Aliyyun maulahu, siapa menganggap aku sebagai pemimpinnya, maka terimalah Ali sebagai pemimpin.
Benarkah begitu ustadz? Atau haditsnya palsu juga?

Ustadz Syiah: Hmmmm.. Haditsnya shahih.. tapi bukan begitu juga maksudnya.

Aisyah: Tapi tunggu ustadz, sebelum ustadz jelaskan maksudnya saya pengen tanya lagi biar kelar. Apakah setelah imam Ali yang akan menjadi khalifah adalah anaknya Al Hasan?

Ustadz Syiah: Ya benar sekali, tidak bisa dipungkiri.

Aisyah: Ada dalilnya? Shahih apa tidak?

Ustadz Syiah: Ada, shahih jiddan (sekali).

Aisyah: Bagaimana bunyinya?

Ustadz Syiah: Wahai Ali engkau adalah khalifahku untuk umatku sepeninggalku, maka jika telah dekat kewafatanmu maka serahkanlah kepada anakku Al Hasan,,
hadits ini cukup panjang menjelaskan tentang 12 imam.

Aisyah: Ustadz coba lihat kembali kitab Al Ghaibah yang berisi tentang wasiat Rasul tadi. Tidakkah isinya sama dengan yg baru saja ustadz sebutkan?

Ustadz Syiah: Sebentar.. oh iya sama.

Aisyah: Bukankah tadi saat kita membahas tentang keberadaan Aisyah di sorga, ustadz katakan hadits ini palsu?, tapi sekarang saat membahas tentang dalil kekhalifahan Ali dan Hasan malah ustadz berbalik mengatakan hadits ini shahih jiddan???

Ustadz Syiah pun diam seribu bahasa. Aisyah melihat raut ustadz berubah dari biasanya, mau senyum tapi tanggung, mau pulang tapi malu.

Aisyah: Ustadz, saya pernah dengar dari teman-teman saya bahwa Syiah itu suka bertaqiyah. Apakah ini bagian dari taqiyah itu?

Abang Aisyah: Hahahaha.. ustadz, akuilah bahwa Aisyah radhiyallahu ‘anha adalah penghuni surga, Abu bakar adalah khalifah pertama, Umar kedua, Utsman ketiga,dan Ali keempat,
kita semua mencintai ahlul bait ustadz, Ali juga setia kepada kepemimpinan Abu bakar, Umar dan Utsman. Dan Ali sangat mencintai ketiga sahabatnya, bahkan sampai-sampai nama anak-anak Ali dari istrinya yang lain (selain Fathimah) diberi nama Abu Bakar, Umar & Utsman … Apakah ustadz mau menafikan itu semua?

Ustadz Syiah: Hmmmmm.. sebaiknya kami pulang saja.

Aisyah: Tunggu ustadz, ustadz belum menjawab pertanyaan kami.

Ustadz Syiah: Sepertinya kalian sudah tau semua.

Aisyah: Oh berarti ustadz mengakui kebenaran ini?

Ustadz Syiah: Allahu a’lam, saya permisi dulu.

Husna (sepupu Aisyah): Bagaimana dengan kalian(kedua wanita syiah)?

Salah satu dari wanita Syiah angkat bicara: “Saya akan kembali lagi besok kesini dan saya harap Husna mau menemani saya”

Ustadz Syiah: Baiklah kalau begitu kalian tinggal disini dan saya pamit.

Wassalamu ‘alaikum..
Kami: Wa’alaikumussalam warahmatullah.

Selesai.

Sumber: Status FB Aisyah Salsabila

Semoga kisah ini membuka mata hati kita dan pengetahuan kita tentang ajaran yang menyimpang, khususnya Syiah di Indonesia. Share dan sebarkan kawan! JANGAN DIABAIKAN karena tentu kita berharap kepada Allah agar Indonesia tidak menjadi “sarang besar” penganut syiah yang sesat. Kita berharap kisah seperti ini mampu membendung laju mereka dan membuka wawasan kita semua agar sadar bahayanya paham syiah.

Semoga bermanfaat. Wassalam

Bawel yang berprinsip

Maaf ya kalo aku suka bawel mulai dari hal kecil, sampe diskusi-diskusi kita yang saling keras kepala. Dua manusia keras kepala.

Nanti ketika sudah lebih banyak pengalaman hidupnya, lebih bijak dalam berpikir dan bertindak, kamu tau apa yang aku bilang prinsip itu ya prinsip, sikap ya sikap.

Butuh waktu, pengetahuan, dan pemahaman utk menemukan prinsip dan menetapkan sikap. Itulah yang membuatnya layak untuk dihargai. Tetapi tanpa meniadakan masukan dari orang lain.

Mendengarkan orang lain itu bagian dari menurunkan egoisme dan obat bagi keras kepala. Tidak sulit, just listen… Tapi tidak mudah.

Pacu diri untuk menjadi manusia yang lebih baik dari hari sebelumnya. Kita ga tau sampe kapan dikasih waktu untuk hidup di dunia. Rugi kalo ga dipake buat ngumpulin pahala. Ibadah itu wajib, soalnya yang pertama dihisab kan sholat dan ibadah-ibadah sunnah lain sebagai penyempurna.

Yang ga kalah penting ngumpulin pahala dari kebaikan demi kebaikan yang kita lakukan, untuk diri sendiri maupun orang lain. Bahagiain orang lain, saling menasehati dalam kebenaran dan sabar, ahh terlalu banyak hal baik yang bisa kita lakukan dalam hidup.

Tanpa sadar itu semua prinsip. Prinsip kita dalam hidup: mau jadi baik atau buruk, mau jadi penebar manfaat atau orang yang ngejalanin hidup hanya sekedar untuk hidup. Mau jadi lebih atau ala kadarnya. Itu pilihan… Dan itu prinsip… Itu sikap.

Kontemplasi #1

20 April 2014. Tahajud kali ini doanya panjang. Lebih panjang dari biasanya. Lebih lengkap dan spesifik utk orang-orang yang kusayang. Suami, orangtua, keluarga, dan sahabat, teman. Lebih spesifik orang perorang.

Bukan hanya karena hari ini adalah hari lahir suamiku. Semoga suamiku selalu diberikan nikmat iman, ketaatan, dan kesehatan oleh Alloh.

Tapi ini lebih kepada moment yang memang ditakdirkan Sang Maha Pengasih bagiku untuk menjadi hamba-Nya yang lebih baik.

Tiga nama sahabat yang sampai saat ini selalu hadir dalam setiap doa-doa yang aku panjatkan, apa yang menjadi hal penting bagi hidup mereka saat ini.

Begitupun teman-teman yang lagi butuh sedikit waktuku dalam doa. Yang terlewat, mendoakan teman-teman yang tidak sedang butuh untuk didoakan. Mungkin disitulah letak kebaikan yang ikhlas dan tulus.

Mendoakan orang yang ga baik sama kita itu sulitnya minta ampun, apalagi melantunkan doa-doa kebaikan untuk mereka. Sekedar mengingat nama mereka dalam lantunan doa walau sebait pun mungkin terlupa.

Tapi… Tidak ada salahnya mencoba. Sedikit menarik nafas lalu lantunkan dengan tulus seiring hembusan nafas.

Mungkin itu yang namanya ikhlas… Mungkin itu yang namanya tulus…

Galau Bijak

Malam ini, saat kau menatap bulan, yakinlah kita melihat bulan yg sama, mensyukuri banyak hal, berterimakasih atas segalanya, terutama atas kesempatan utk saling mengenal.

Do what u gonna do.. Just follow ur truly heart.. If you miss someone, say it. If you love someone, show it. Life just once. If it can be simple, make itu simple :))

Sesuatu abstrak itu tidak bisa diukur. Seperti perasaan suka, sayang, cinta dan sebangsanya. Kita tidak tau kapan itu datang dan pergi. Malah terkadang tak berbalas bahkan dkhianati.

Mungkin itu kenapa Tuhan menciptakan rasa itu abstrak. Agar kita tidak menghitung hitung seberapa besar rasa itu kita berikan utk siapapun dan apapun disekitar kita.

Agar ketika ia tak berbalas, tak terucap, bahkan ketika ia hilang kita akan ikhlas. Karena ia datang dari ketulusan

Setiap manusia itu unik. DNA tiap orang tidak akan pernah sama. Sifat, kepribadian, sikap yang berbeda dari tiap orang itulah yg membuat berwarna hidup kita.

*teruntuk semua makhluk yang telah mewarnai hidupku ahaayy~

Sekedar dan Tidak Sekedar

Menjadi dan mencari yg “sekedar” itu gampang dan banyak

Menemukan yang “tidak sekedar” itu bukan maunya kita. Tp memang sudah dipilihkan oleh yang Maha Menemukan (Al-Waajid)

Artinya yang “tidak sekedar” itu sebenarnya sudah dipersiapkan

Tetapi ketika yg “tidak sekedar” itu tidak dijaga dan disyukuri keberadaannya… Maka hak-Nya utk mengambil nikmat itu dari kita

Selalu bersyukur pada setiap nikmat yg didapat dgn menjaga dan melakukan apapun dgn tulus utk itu

Sudah tertulis dgn jelas bahwa siapa yang bersyukur maka akan ditambah nikmat pada diri kita

Ketika kita menjadi “tidak sekedar” bagi orang lain maka orang itu akan memperlakukan kita serupa

Tetapi… Sekali lagi… Yang “tidak sekedar” itu memang sudah disiapkan

Waktu yang bisa membuktikannya… Apakah kita berusaha utk menjaganya sbg btk syukur kita

Menjaga dgn HATI DAN NIAT YANG TULUS melalui kebaikan, waktu, perhatian, bantuan, apapun itu yg terbaik yg kita punya

Syaratnya hati dan niat yg tulus itu sudah harga mati. Karena ketika kita kehilangan… Kita tdk akan pernah menyesal karena kita tlah memberikan yg terbaik yg kita punya

Kehilangan hal yg berarti pasti mempunyai rasa “lebih”. Tetapi hal itulah yang akan memacu kita utk belajar dari kesalahan dan menjadi manusia yang lebih baik dari sebelumnya

Tetapi yakinlah… Ketika kita sudah berusaha untuk menjadi yang “tidak sekedar” bagi orang lain…

Maka… Siapapun yg membuat kita kehilangan… Dia akan menyadari bahwa kita adalah salah satu teman terbaik dalam hidupnya

Kita boleh kehilangan dia… Tapi dia tidak akan pernah kehilangan kita. Kapanpun dia membutuhkan…

Catatan yang ada adalah…

Bagaimana mengembalikan rasa?

Caranya? Tinggal tambah garam, gula dengan penuh sayang

Menguatkan pondasi yang sudah ada aja sih hee..

*Catatan hati teruntuk orang-orang yang pernah ataupun masih singgah dalam hatiku asseekkk XD

Kereta Mogok dan Cukstaw

Kereta gumarang jurusan jakarta-surabaya melaju. Kali ini melewati pemberhentian di kota kedua, Semarang. Waktu menunjukkan pukul 23.30 wib.

Beberapa penumpang asal semarang pun naik. Gerbong dua di kereta bernomor K1 0 58 03 memang terlihat lengang. Curiga sih, cukup lama kereta ini berhenti.

Penumpang yang lelap tertidur pun perlahan terjaga. Tak lama ada seorang petugas yang berlarian dari ujung lorong ke belakang gerbong kami. Kenapa nih? pasti ada sesuatu. Eh… benar sodara sodara, tak lama petugas menginformasikan untuk berpindah gerbong. Semua penumpang harus membawa barang-barangnya turun.

image

Sepanjang pengalamanku sebagai pengguna jasa kereta api jakarta-surabaya sejak tahun 2012 yang lalu, ini kali pertama. Kalau istilah pengguna bis, ini sih dioper namanya.

Dari informasi petugas teknis kereta api didapatkan ada kerusakan pada gerbong. Sehingga mengharuskan gerbong yang kami gunakan ditarik dan diganti dengan gerbong lainnya. Kalau dilihat dari usia kereta ya wajar sih, diproduksi tahun 1958. Barang tua seharusnya maintenance nya juga harus lebih ‘extra’ dari biasanya.

image

Coba bayangkan jika ini terjadi di dunia penerbangan. Nyawa penumpang yang jadi taruhan. Peningkatan pelayanan dan sistem seharusnya dibarengi juga dengan peningkatan teknologi. Seorang penumpang bercerita, “Kereta di Indonesia ini termasuk yg lambat. Di negara lain gila gilaan larinya. Kemarin di China saya liat kecepatannya 350 km/jam. Jadi jakarta-surabaya itu cuma 2,5 jam”.

Sejauh ini gerbong kereta indonesia kebanyakan ‘bekas’ negara Jepang. Yang lalu direnovasi, dipercantik. Padahal anak negeri ini mampu membuat pesawat, seharusnya membuat gerbong made in indonesia bukan hal yang mustahil toh! (mungkin Pak Habibie akan berkata seperti ini).

Pergantian gerbong ini pun memakan waktu kurang lebih 70 menit. Gerbong yang menggantikan ini tahun pembuatannya tertulis 2002. Masih muda usia gerbongnya, jauh dengan gerbong tahun 1958 tadi, ibarat kakek dan cucu.

Menjelang kami naik ke kereta, ada seorang penumpang yang mau membatalkan tiket keretanya. Dia seharusnya berangkat naik pesawat dari surabaya ke ujung pandang jam 6 pagi. Akibat keterlambatan, kereta ini prediksinya sampai di surabaya sekitar jam 6.30. Siapa yang disalahkan atas keterlambatan ini? Yang jelas bukan salah kambing hitam.

Yang lebih ‘nyesek’ lagi, saat saya menaiki gerbong pengganti ini. Kursi saya bernomor 2B diduduki dengan nyaman oleh penumpang lain yang berseragam PT.KAI. Saya tanya, “Maaf pak, jadi saya pindah ke belakang?”. “Oh ya gakpapa saya pindah ke belakang”, kata si bapak tanpa perasaan bersalah. Saya bilang, “Saya sih ga masalah di belakang pak”. Sampai disitu sudah, tanpa ada permintaan maaf sama sekali. Kalau kata anak gaul sekarang “cukstaw” aja lah….

Yah… selalu ada pemakluman di negara kita. Negara yang mencoba bertransformasi untuk mengubah budaya bangsanya seiring kemajuan peradaban dunia.