When an Introvert is Giving Up

Aku percaya ketika seorang introvert akan lebih nyaman bercerita dengan tipe orang yang sama. Introvert bukan berarti pendiam. Dia ceria, pintar membawa diri, pintar menjaga rahasia dan kepercayaan, loyal, pendengar yang baik, dan seringkali menjadi tempat curhatan siapapun yang butuh. Iya, menurutku seorang introvert selalu bisa diandalkan untuk menjadi penolong bagi jiwa-jiwa galau.

If the meaning of best friends are people who make your problems are their problems… the introvert maybe a right person to choose.

But when you pay their loyality with your no respect to them, just come and go to their lives, no take and give attention. You’d better watchout…

The introvert is not an easy person to trust someone. When they tell you their secrets… they really mean you as best friend. It means a lot to them. They truly listen to every single problem you had, give you their best time, the best reaction and solution if you want…no matter how busy they are.

But they are a human tough. They can be give up on you… not because they don’t care but because YOU DON’T

Iklan

Bukan Sekedar Nyaman

Apa sih yang bisa buat kita dekat terus percaya sama seseorang? 

Itu pertanyaan spontan yang kutanyakan pada seorang yang sering kuajak diskusi tentang hal yang random…. dan pertanyaan aku cuma dijawabnya dengan satu kata; “Nyaman“.

Ketika kita merasa nyaman, maka otak akan mengirimkan sinyal lebih lanjut ke tubuh. Bentuknya macam-macam, salah satunya yaitu kita bisa lebih terbuka untuk cerita ke orang tersebut. Sekalipun yang kita ceritakan itu adalah cerita yang pribadi banget dalam hidup kita. Kenyamanan membuat kita lepas dalam bersikap, bertutur dan saling menghormati satu sama lain (respect). 

Pada tahap ini, kita mungkin merasa cocok banget nih sama si temen ini karena nyaman. Ekspektasinya sih ketika kenyamanan kita itu udah pada level yang nyaman banget, percaya banget, kita berharap dan merasa bahwa kita udah nemuin Best Friend Forever (BFF) dalam hidup. Yang istilah sekarang juga disebut bestie. Whatever lah sebutannya apa yaaa haaa…

FYI nih, tulisan ini bukan tulisan akademis yang bisa dipertanggung jawabkan secara ilmiah. Ini sekedar tulisan random yang berawal dari pertanyaan random lalu dijawab oleh orang random dan diceritakan kembali oleh orang random ๐Ÿคฃ

Oke, mungkin ekspektasi kita berlebihan karena untuk sampai pada tahap nemui BFF itu ga segampang itu. Butuh waktu, kekonsistenan dan orang yang tepat. Karena terlalu banyak hal yang fake di masa ini. Termasuklah dalam berteman. Meme ini sepertinya cukup mewakili ketidakpercayaan orang-orang yang pernah tersakiti atau punya ekspektasi lebih dalam sebuah pertemanan. 


๐Ÿ‘†๐Ÿผsimpelnya dari meme ini adalah: pertemanan atas dasar kebutuhan. Beberapa bisa kita temui orang-orang dengan spesies model begini. Yang katanya “temenan” tapi ternyata adanya cuma saat dia butuh. Kalo mereka yang butuh ya mereka loyal banget, kalo mereka ga butuh atau kita yang butuh? Boro-boro ๐Ÿ˜„ Temen model begini ini fake banget, na’udzubillahi min dzalik deh…

๐Ÿ‘†๐Ÿผnah kalo kita punya temen yang model gini… ini orang potensial banget untuk dijadiin BFF nih. Ga mudah nemuinnya, tapi ada. They are exist actually…. not many but rare. Semacam, mereka itu diciptain tapi limited edition gitu haaaaa ~> abaikan karena ini berlebihan wkwkwk. 
Kalo kamu ngerasa diri kamu orang yang limited edition tadi… siap-siap aja nih ngalamin hal yang begini ๐Ÿ‘‡๐Ÿผ


Tau kenapa? Karena ketika kamu sudah lakuin yang terbaik yang kamu bisa, kamu bantuin dia, percaya banget sama dia, apapun kamu beri ke dia dan kamu sayang banget ke temen kamu ehhh tapi ternyata temen kamu ngelakuin hal standar atau malah dibawah standar dalam hubungan pertemanannya sama kamu. That’s why it always seems you hurt the most. Maybe…

Bisa jadi hal itu karena:

  1. Kamu ekspektasinya ketinggian sama si temen
  2. Kamu terlalu baik
  3. Si temen emang bukan orang yang tepat 
  4. Kamu ga ikhlas
  5. …………..  (Isi sendiri di kolom komentar yaaa haaaaa)

Kalau pernah nonton film filosofi kopi, kita akan ngeliat tuh gimana sahabat atau teman itu seharusnya. Seperti persahabatannya Ben dan Jody. Envy banget punya temen yang saling menanggung beban. Kalo kata mamah Dedeh di acara mamah dan Aa itu istilahnya “takaful” (Saling menanggung beban). Takaful ini merupakan tahapan pertemanan yang paling tinggi. Ketika susahnya temen jadi susahnya kita, ketika temen butuh kita lakuin yang terbaik yang kita bisa. Sekalipun itu masalah duit, kita bantuin dia. Selama bukan masalah pasangan hidup (bc: pacar, suami, istri) ๐Ÿ˜‚


Kalo kamu temenan dengan yang dikit-dikit sirik, berantem mulu, atau kamu ngerasa dia bawa efek negatif ke hidup kamu. It’s better for you untuk ngambil keputusan: just friend. Okelah kalo sekedar temen jalan, temen ngobrol biasa. Tapi untuk dijadikan orang yang kamu percaya, mungkin kamu harus berpikir ulang.


๐Ÿ‘†๐ŸผI absolutely agree with that meme. Jadi inget hadits tentang berteman dengan penjual minyak wangi vs pandai besi. Orang yang dekat dengan kita, sedikit banyak mempengaruhi sifat, cara berpikir, cara ngomong, kebiasaan, bahkan gaya hidup kita juga bisa berubah. 


Jika kamu pernah menjadi orang yang tidak percaya dengan suatu pertemanan, pilihan untuk menjadi lonelier atau merasa sendirian sekalipun di tengah keramaian adalah bukan hal yang tepat. Itu malah akan membuat hidup kamu lebih membosankan. Mungkin kamu bisa mempertimbangan hal ini dalam memilih true friend.


Bisa jadi ini kaidah dasar dalam membangun pertemanan sehat dengan seseorang. 

Friends should motivate and inspire you. Your circle should be well rounded and supportive.

Ada dua hal yang disebut disitu, yakni motivasi dan inspirasi. Dan lingkungan pun harus mendukung dalam mengembangkan diri secara positif. Intinya sih berteman sehat dan positif. Kalo kamu temenan cuma mau sekedar gosip, mending kamu temenan sm lambe turah, lambe nyinyir dan lambe2 lainnya aja di IG haaaa

Pilih lah teman yang tepat dalam mendukung hidup kamu. Karena mereka mempengaruhi masa lalu, masa sekarang, bahkan masa depanmu. Teman adalah cerminan dirimu… walau ga sepenuhnya benar. But sometimes it is true

Selamat menemukan teman yang tepat. Karena temenan bukan sekedar nyaman. Semoga bermanfaat. 

Twitter: @reni_triasari | FB & IG: @reni.triasari | Youtube: https://m.youtube.com/channel/UCdTqUQelj2E9NwY0urYUwuA

Selektif dalam Memilih Orang Terpercaya

Allah Swt. berfirman:

โ€ŽูŠูŽุง ุฃูŽูŠูู‘ู‡ูŽุง ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ู„ูŽุง ุชูŽุชูŽู‘ุฎูุฐููˆุง ุจูุทูŽุงู†ูŽุฉู‹ ู…ูู†ู’ ุฏููˆู†ููƒูู…ู’ ู„ูŽุง ูŠูŽุฃู’ู„ููˆู†ูŽูƒูู…ู’ ุฎูŽุจูŽุงู„ู‹ุง ูˆูŽุฏูู‘ูˆุง ู…ูŽุง ุนูŽู†ูุชูู‘ู…ู’ ู‚ูŽุฏู’ ุจูŽุฏูŽุชู ุงู„ู’ุจูŽุบู’ุถูŽุงุกู ู…ูู†ู’ ุฃูŽูู’ูˆูŽุงู‡ูู‡ูู…ู’ ูˆูŽู…ูŽุง ุชูุฎู’ูููŠ ุตูุฏููˆุฑูู‡ูู…ู’ ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑู ู‚ูŽุฏู’ ุจูŽูŠูŽู‘ู†ูŽู‘ุง ู„ูŽูƒูู…ู ุงู„ู’ุขูŠูŽุงุชู ุฅูู†ู’ ูƒูู†ู’ุชูู…ู’ ุชูŽุนู’ู‚ูู„ููˆู†ูŽ

โ€œHai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang, di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya.โ€ QS. Ali Imran:118

Intisari Ayat

โ€ŽูŠูŽู‚ููˆู„ ุชูŽุจูŽุงุฑูŽูƒูŽ ูˆูŽุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰ ู†ูŽุงู‡ููŠู‹ุง ุนูุจูŽุงุฏูŽู‡ู ุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ููŠู†ูŽ ุนูŽู†ู’ ุงูุชูู‘ุฎูŽุงุฐู ุงู„ู’ู…ูู†ูŽุงููู‚ููŠู’ู†ูŽ ุจูุทูŽุงู†ูŽุฉู‹ ุฃูŽูŠู’ ูŠูุทู’ู„ูุนููˆู’ู†ูŽู‡ูู…ู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ุณูŽุฑูŽุงุฆูุฑู‡ูู…ู’ ูˆูŽู…ูŽุง ูŠูุถู’ู…ูุฑููˆู†ูŽู‡ู ู„ูุฃูŽุนู’ุฏูŽุงุฆูู‡ูู…ู’ ูˆูŽุงู„ู’ู…ูู†ูŽุงููู‚ููˆู’ู†ูŽ ุจูุฌูู‡ู’ุฏูู‡ูู…ู’ ูˆูŽุทูŽุงู‚ูŽุชูู‡ูู…ู’ ู„ูŽุง ูŠูŽุฃู’ู„ููˆู’ู†ูŽ ุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ููŠู†ูŽ ุฎูŽุจูŽุงู„ู‹ุง ุฃูŽูŠู’ ูŠูŽุณู’ุนูŽูˆู’ู†ูŽ ูููŠ ู…ูุฎูŽุงู„ูŽููŽุชูู‡ูู…ู’ ูˆูŽู…ูŽุง ูŠูŽุถูุฑูู‘ู‡ูู…ู’ ุจููƒูู„ูู‘ ู…ูู…ู’ูƒูู†ู ูˆูŽุจูู…ูŽุง ูŠูŽุณู’ุชูŽุทููŠู’ุนููˆู’ู†ูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ู…ูŽูƒู’ุฑู ูˆูŽุงู„ู’ุฎูŽุฏููŠู’ุนูŽุฉู ูˆูŽูŠูŽูˆูŽุฏูู‘ูˆู’ู†ูŽ ู…ูŽุง ูŠูŽุนู’ู†ูŽุชู ุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽูŠูุญู’ุฑูุฌูู‡ูู…ู’ ูˆูŽูŠูŽุดูู‚ูู‘ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูู…ู’

โ€œAllah Tabaaraka wa Taโ€™ala berfirman seraya melarang hamba-hamba-Nya yang mukmin menjadikan orang-orang munafik sebagai teman kepercayaan, yaitu menceritakan kepada mereka semua rahasia kaum mukmin dan semua rencana yang dipersiapkan kaum mukmin terhadap musuh-musuhnya. Orang-orang munafik akan berusaha dengan sekuat tenaga dan kemampuan mereka tanpa henti-hentinya untuk menimbulkan mudarat terhadap kaum mukmin, yaitu orang-orang munafik akan terus berupaya menentang kaum mukmin dan menimpakan mudarat terhadap mereka dengan segala cara yang mereka dapat dan dengan memakai tipu daya serta kepalsuan yang mampu mereka kerjakan. Mereka suka dengan semua hal yang mencelakakan kaum mukmin, gemar pula melukai kaum mukmin serta menyukai hal-hal yang memberatkan kaum mukmin.โ€ [1]

Tafsir Kosa Kata (Mufradat): Bithanah

Menurut Imam Al-โ€˜Ainiy, kata bithanah (ุงู„ุจุทุงู†ุฉ) bermakna:

โ€Žุงู„ุตูŽู‘ุงุญูุจู ุงู„ู’ูˆูŽู„ููŠู’ุฌูŽุฉู ูˆูŽุงู„ุฏูŽู‘ุฎููŠู’ู„ู ูˆูŽุงู„ู’ู…ูุทูŽู‘ู„ูุนู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ุณูŽู‘ุฑููŠู’ุฑูŽุฉู

โ€œSahabat karib, yang masuk lebih dalam dan mengetahui rahasia.โ€ [2]

Kata ini pada asalnya digunakan untuk baju, dalam arti lapisan atau bagian dalam pakaian (ุจูุทุงู†ูŽุฉู ุงู„ุซูŽูˆู’ุจู). Kemudian kata ini dipinjam untuk menunjuk makna keluarga atau orang kepercayaan. Demikian penjelasan pakar Bahasa Arab dan Tafsir, Imam Ar-Raghib Al-Asfahani. [3]

Dalam redaksi Imam Syekh Ahmad Asy-Syadziliy:

โ€ŽูˆูŽุณูู…ูู‘ูŠูŽุชู’ ุจูุทูŽุงู†ูŽุฉูŒ ุชูŽุดู’ุจููŠู’ู‡ุงู‹ ู„ูŽู‡ูŽุง ุจูุงู„ุซูŽู‘ูˆู’ุจู ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู’ ูŠูŽู„ููŠู’ ุจูŽุทู’ู†ูŽู‡ู

โ€œ(Teman dekat) dinamakan bithanah karena diserupakan dengan lapisan atau bagian dalam pakaian.โ€ [4]

Keluarga atau orang kepercayaan disebut bithanah (ุงู„ุจุทุงู†ุฉ) karena orang itu mengetahui rahasia pribadi orang yang mempercayainya. Sehubungan dengan itu, para ulama menjelaskan makna kata ini sebagai berikut:

Menurut Imam Ibnu Katsir:

โ€ŽุจูุทูŽุงู†ูŽุฉู ุงู„ุฑูŽู‘ุฌูู„ู ู‡ูู…ู’ ุฎูŽุงุตูŽู‘ุฉู ุฃูŽู‡ู’ู„ูู‡ู ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู’ู†ูŽ ูŠูŽุทูŽู‘ู„ูุนููˆู’ู†ูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฏูŽุงุฎูู„ู ุฃูŽู…ู’ุฑูู‡ู

โ€œBitanah seseorang adalah keluarga atau orang terdekat (kepercayan) yang mengetahui semua rahasia pribadinya.โ€ [5]

Dalam pandangan Imam As-Suyuthi:

โ€ŽุจูุทูŽุงู†ูŽุฉู ุงู„ุฑูŽู‘ุฌูู„ู ุตูŽุงุญูุจู ุณูุฑูู‘ู‡ู ูˆูŽุฏูŽุงุฎูู„ู ุฃูŽู…ู’ุฑูู‡ู ุงู„ูŽู‘ุฐููŠ ูŠูุดูŽุงูˆูุฑู‡ู ูููŠ ุฃูŽุญู’ูˆูŽุงู„ูู‡ู

โ€œBitanah seseorang adalah orang yang memegang rahasia dan masuk pada urusannya, yaitu orang yang diajak bermusyarah dalam berbagai hal.โ€ [6]

Syekh Muhammad Rasyid Ridha menjelaskan:

โ€ŽุจูุทูŽุงู†ูŽุฉู ุงู„ุฑูŽู‘ุฌูู„ู ูˆูŽู„ููŠุฌูŽุชูู‡ู ูˆูŽุฎูŽุงุตูŽู‘ุชูู‡ู ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ูŠูŽุณู’ุชูŽุจู’ุทูู†ููˆู†ูŽ ุฃูŽู…ู’ุฑูŽู‡ู ูˆูŽูŠูŽุชูŽูˆูŽู„ูŽู‘ูˆู’ู†ูŽ ุณูุฑูŽู‘ู‡ู

โ€œBitanah seseorang adalah sahabat karib dan orang terdekatnya, yang mengetahui hakekat urusannya dan menguasai rahasianya.โ€ [7]

Tafsir Hukum: Bithanah Teoritis & Praktis

Dari berbagai penjelasan ulama tentang makna Bithanah di atas kita dapat memahami bahwa firman Allah Swt.:

โ€Ž{ู„ูŽุง ุชูŽุชูŽู‘ุฎูุฐููˆุง ุจูุทูŽุงู†ูŽุฉู‹ ู…ูู†ู’ ุฏููˆู†ููƒูู…ู’}

โ€œJanganlah kalian ambil menjadi teman kepercayaan kalian orang-orang yang di luar kalangan kalian.โ€ (QS. Ali Imran: 118) mengandung larang bagi orang Islam mengangkat orang yang tidak seagama alias kafir atau orang munafik sebagai teman dekat, orang terpercaya, atau pemimpin yang untuk mengelola urusan dan rahasia pribadi serta masyarakat muslim. Karena kalimat “min duunikum”, menurut Imam Ibnu Katsir bermakna:

โ€ŽุฃูŽูŠู’ ู…ูู†ู’ ุบูŽูŠู’ุฑููƒูู…ู’ ู…ูู†ู’ ุฃูŽู‡ู’ู„ู ุงู„ู’ุฃูŽุฏู’ูŠูŽุงู†ู

โ€œYakni selain dari kalangan kalian yang tidak seagama.โ€ [8]

Adapun praktik Umar diterangkan dalam riwayat berikut:

โ€ŽุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจููŠ ุฏูู‡ู’ู‚ูŽุงู†ูŽุฉูŽุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ: ู‚ููŠู„ูŽ ู„ูุนูู…ูŽุฑูŽ ุจู’ู†ู ุงู„ู’ุฎูŽุทูŽู‘ุงุจู: ุฃูŽู†ูŽู‘ ู‡ูŽุงู‡ูู†ูŽุง ุบูู„ุงู…ุงู‹ ู…ูู†ู’ ุฃูŽู‡ู’ู„ู ุงู„ู’ุญููŠุฑูŽุฉู ุญูŽุงููุธุงู‹ ูƒูŽุงุชูุจุงู‹ ููŽู„ูŽูˆูŽ ุงุชูŽู‘ุฎูŽุฐู’ุชูŽู‡ู ูƒูŽุงุชูุจุงู‹ ู‚ูŽุงู„ูŽ: ู‚ูŽุฏู ุงุชูŽู‘ุฎูŽุฐู’ุชู ุฅูุฐู‹ุง ุจูุทูŽุงู†ูŽุฉู‹ ู…ูู†ู’ ุฏููˆู†ู ุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ููŠู†ูŽ

Dari Abu Duhqanah, ia berkata, โ€œAda yang berkata kepada Khalifah Umar bin Khatab: โ€œBahwa di sana terdapat seorang budak laki-laki Nasrani dari penduduk Hirah, ia seorang yang amanah dan pandai dalam tulis menulis. Sekiranya Anda berkenan menjadikannya sebagai sekretaris Anda.โ€ Dengan tegas, Khalifah Umar menyatakan, โ€œJika demikian berarti aku telah menjadikan non mukmin sebagai orang kepercayaan.โ€ HR. Ibnu Abi Hatim dan Ibnu Abu Syaibah, dengan sedikit perbedaan redaksi. [11]

Menurut Imam Fakhruddin Ar-Razi:

โ€ŽููŽู‚ูŽุฏู’ ุฌูŽุนูŽู„ูŽ ุนูู…ูŽุฑู ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ ู‡ุฐูู‡ู ุงู„ุขูŠูŽุฉูŽ ุฏูŽู„ููŠู’ู„ุงู‹ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู†ูŽู‘ู‡ู’ูŠู ู…ูู†ู ุงุชูู‘ุฎูŽุงุฐู ุจูุทูŽุงู†ูŽุฉู

โ€œSungguh Umar menjadikan ayat ini sebagi dalil larangan menjadikan (kafir) sebagi orang dekat atau terpercaya.โ€ [12]

Motif Hukum dan Hikmah Larangan

Pada ayat ini, larangan menjadikan kafir sebagai teman dekat dan orang terpercaya untuk mengelola urusan umat Islam disertai keterangan โ€˜illat (motif hukum), yaitu firman Allah:

โ€Žู„ูŽุง ูŠูŽุฃู’ู„ููˆู†ูŽูƒูู…ู’ ุฎูŽุจูŽุงู„ุง ูˆูŽุฏูู‘ูˆุง ู…ูŽุง ุนูŽู†ูุชูู‘ู…ู’

โ€œMereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudaratan bagi kalian. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kalian.โ€ (QS. Ali Imran: 118)

Kalimat ini menjelaskan bahwa sebab dilarangnya menjalin kedekatan dengan mereka karena mereka selalu mencurahkan segala daya upaya untuk menyengsarakan orang Islam. Dengan kata lain, jika mereka tidak memerangi orang Islam secara terang-terangan maka mereka tidak pernah kenal lelah membuat tipu daya untuk orang Islam.

Kemudian Allah Swt. menegaskan sebab larangan itu dengan menjelaskan karakter mereka. Allah Swt. berfirman:

โ€Žู‚ูŽุฏู’ ุจูŽุฏูŽุชู ุงู„ู’ุจูŽุบู’ุถุงุกู ู…ูู†ู’ ุฃูŽูู’ูˆุงู‡ูู‡ูู…ู’ ูˆูŽู…ุง ุชูุฎู’ูููŠ ุตูุฏููˆุฑูู‡ูู…ู’ ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑู

โ€œTelah nyata kebencian dari mulut mereka dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi.โ€ (QS. Ali Imran: 118)
Yakni sesungguhnya terbaca pada roman wajah dan lisan mereka ungkapan permusuhan mereka terhadap kaum mukmin, selain dari apa yang tersimpan di dalam hati mereka, yaitu kebencian yang sangat kepada agama Islam dan para pemeluknya. Hal itu mudah dibaca oleh orang yang jeli lagi cerdik. Karena itu, dalam firman selanjutnya disebutkan:

โ€Žู‚ูŽุฏู’ ุจูŽูŠูŽู‘ู†ูŽู‘ุง ู„ูŽูƒูู…ู ุงู„ุขูŠูŽุงุชู ุฅูู†ู’ ูƒูู†ู’ุชูู…ู’ ุชูŽุนู’ู‚ูู„ููˆู†ูŽ

โ€œSungguh telah Kami terangkan kepada kalian ayat-ayat (Kami) jika kalian memahaminya.โ€ (QS. Ali Imran: 118)
Jika orang Islam tidak jeli lagi cerdik, tampilan dan pencitraan mereka dapat menipu umat Islam. Sehubungan dengan propaganda mereka, Allah Swt. telah mengingatkan umat Islam, pada ayat selanjutnya, dengan firman-Nya:

โ€Žู‡ูŽุง ุฃูŽู†ู’ุชูู…ู’ ุฃููˆู„ุงุกู ุชูุญูุจูู‘ูˆู†ูŽู‡ูู…ู’ ูˆูŽู„ุง ูŠูุญูุจูู‘ูˆู†ูŽูƒูู…ู’

โ€œBegitulah kalian, kalian menyukai mereka, padahal mereka tidak menyukai kalian.โ€ (QS. Ali Imran: 119)
Yakni kalian, hai orang-orang mukmin, menyukai orang-orang munafik karena apa yang mereka lahirkan kepada kalian berupa iman. Oleh sebab itu, kalian menyukai mereka, padahal baik batin maupun lahirnya mereka sama sekali tidak menyukai kalian.

Juga dengan firman-Nya:

โ€Žุฅูู†ู’ ุชูŽู…ู’ุณูŽุณู’ูƒูู…ู’ ุญูŽุณูŽู†ูŽุฉูŒ ุชูŽุณูุคู’ู‡ูู…ู’ ูˆูŽุฅูู†ู’ ุชูุตูุจู’ูƒูู…ู’ ุณูŽูŠูู‘ุฆูŽุฉูŒ ูŠูŽูู’ุฑูŽุญููˆุง ุจูู‡ูŽุง

โ€œJika kalian memperoleh kebaikan, niscaya mereka bersedih hati; tetapi jika kalian mendapat bencana, mereka bergembira karenanya.โ€ (QS. Ali Imran: 120)

Keadaan ini menunjukkan kerasnya permusuhan mereka terhadap kaum mukmin. Yaitu apabila kaum mukmin mendapat kemakmuran, kemenangan, dukungan, dan bertambah banyak bilangannya serta para penolongnya berjaya, maka hal tersebut membuat susah hati orang-orang munafik. Tetapi jika kaum muslim tertimpa paceklik atau dikalahkan oleh musuh-musuhnya, hal ini merupakan hikmah dari Allah, seperti yang terjadi dalam Perang Uhud, orang-orang munafik merasa gembira akan hal tersebut.

Sehubungan dengan itu, Rasulullah saw. telah mengingatkan pula agar umat Islam selektif dalam memilih orang terpercaya dengan sabda beliau:

โ€Žู…ูŽุง ุจูŽุนูŽุซูŽ ุงู„ู„ู‡ู ู…ูู†ู’ ู†ูŽุจููŠ ูˆูŽู„ุง ุงุณู’ุชูŽุฎู’ู„ูŽููŽ ู…ูู†ู’ ุฎูŽู„ููŠููŽุฉ ุฅูู„ูŽู‘ุง ูƒูŽุงู†ูŽุชู’ ู„ูŽู‡ู ุจูุทูŽุงู†ูŽุชูŽุงู†ู: ุจูุทูŽุงู†ูŽุฉูŒ ุชูŽุฃู’ู…ูุฑูู‡ู ุจูุงู„ู’ุฎูŠุฑู ูˆุชูŽุญูุถูู‘ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูุŒ ูˆูŽุจูุทูŽุงู†ูŽุฉูŒ ุชูŽุฃู’ู…ูุฑูู‡ู ุจูุงู„ุณูู‘ูˆุกู ูˆูŽุชูŽุญูุถูู‘ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูุŒ ูˆูŽุงู„ู’ู…ูŽุนู’ุตููˆู…ู ู…ูŽู†ู’ ุนูŽุตูŽู… ุงู„ู„ู‡ู

โ€œTidak sekali-kali Allah mengutus seorang nabi dan tidak pula mengangkat seorang khalifah, melainkan didampingi oleh dua teman terdekatnya. Seorang teman menganjurkannya untuk berbuat kebaikan dan memberinya semangat untuk melakukan kebaikan itu. Dan teman lainnya selalu memerintahkan kejahatan kepadanya dan menganjurkan kepadanya untuk melakukan kejahatan, sedangkan orang yang terpelihara ialah orang yang dipelihara oleh Allah.โ€ HR. Al-Bukhari

Adapun hikmah yang dapat dipetik dari ayat ini dinyatakan oleh Imam Al-Qasyani berikut ini:

โ€Žุฃู† ุจุทุงู†ุฉ ุงู„ุฑุฌู„ ุตููŠู‡ ูˆุฎู„ูŠุตู‡ ุงู„ุฐูŠ ูŠุจุทู†ู‡ ูˆูŠุทู„ุน ุนู„ู‰ ุฃุณุฑุงุฑู‡ ุŒ ูˆู„ุง ูŠู…ูƒู† ูˆุฌูˆุฏ ู…ุซู„ ู‡ุฐุง ุงู„ุตุฏูŠู‚ ุฅู„ุง ุฅุฐุง ุงุชุญุฏุง ููŠ ุงู„ู…ู‚ุตุฏ ูˆุงุชูู‚ุง ููŠ ุงู„ุฏูŠู† ูˆุงู„ุตูุฉ ุŒ ู…ุชุญุงุจูŠู† ููŠ ุงู„ู„ู‡ ู„ุบุฑุถ . ูƒู…ุง ู‚ูŠู„ ููŠ ุงู„ุฃุตุฏู‚ุงุก : ู†ูุณ ูˆุงุญุฏุฉ ููŠ ุฃุจุฏุงู† ู…ุชูุฑู‚ุฉ . ูุฅุฐุง ูƒุงู† ู…ู† ุบูŠุฑ ุฃู‡ู„ ุงู„ุฅูŠู…ุงู† ุŒ ูุจุฃู† ูŠูƒูˆู† ูƒุงุดุญุงู‹ ุฃุญุฑู‰

โ€œSesungguhnya bithanah seseorang adalah kekasih dan orang pilihannya yang memahami dan mengetahui berbagai rahasia yang dia miliki. Sahabat semisal ini tidak mungkin terwujud kecuali setelah adanya kesamaan tujuan hidup, agama dan karakter dan bersahabat karena Allah, seperti dikatakan pada shahabat: โ€œsatu jiwa dalam raga yang berbeda.โ€ Maka jika dua orang tersebut tidak seiman maka persahabatannya tentu akan segera berantakan.โ€ [15]

Jadi, Allah Swt. telah memberikan petunjuk kepada kaum mukmin jalan keselamatan dari kejahatan orang-orang yang jahat dan tipu muslihat orang-orang yang zalim. Kini, tinggal kita bersikap selektif dalam memilih orang terpercaya dalam mengelola urusan yang berhubungan dengan kehormatan dan rahasia kita.


By Amin Muchtar, sigabah.com/beta

[1]Lihat, Tafsir Ibnu Katsir, III: 164

[2]Lihat, Umdah Al-Qari Syarh Shahih Al-Bukhari, 24:269

[3]Lihat, Mufradat Alfazh Al-Qurโ€™an, I:98

[4]Lihat, Tafsir Al-Bahr al-Madid, I:491

[5]Lihat, Tafsir Ibnu Katsir, III: 164

[6]Lihat, Hasyiah As-Suyuthi โ€˜Ala Sunan an-Nasaโ€™I, V: 490

[7]Lihat, Tafsir Al-Manar, IV:67

[8]Lihat, Tafsir Ibnu Katsir, III: 164

[9]Lihat, Tafsir Ibnu Katsir, III: 166.

[10]Ibid.

[11]HR. Ibnu Abi Hatim, Tafsir Ibnu Abi Hatim, III:147, dan Ibnu Abu Syaibah, Mushannaf Ibnu Abu Syaibah, V:259, No. 25.872,.

[12]Lihat, Tafsir Mafatih Al-Ghaib, VIII:339

[13]Lihat, Tafsir Ibnu Katsir, III: 166

[14]Lihat, As-Sunan Al-Kubra, X:127, No. 20.196

[15]Lihat, Tafsir Al-Qasimi, II:442