(Kadang) Lupa

Namanya juga manusia…

Kalimat pemakluman yang jamak didengar ketika kita dihadapkan pada kealfaan sebagai sesama manusia. Mulai dari hal kecil, remeh temeh sampai hal besar.

Untuk hal sepele okelah dimaklumi, seperti lupa naroh kaos kaki, hp, kunci, dan lainnya. Tapi gimana untuk pertemanan? Apakah (kadang) lupa dalam hal ini bisa dimaklumi?

Apalagi (kadang) lupa dengan teman yang udah bantuin secara moral, spiritual, material wkwkwk berasa mau bangun rumah material 😂

Kalau saya pribadi sih berteman dengan yang udah dianggap deket banget itu… apapun yang bisa kita lakukan untuk teman kita ya lakuin. Selama emang bisa ngebantu dia. Karena prinsip tangan di atas lebih baik dari tangan di bawah berlaku bagi saya dalam suatu pertemanan.

Walaupun… butuh keikhlasan super setelahnya hhahaaa IYKWIM 🤣

Makanya kalau saya punya teman yang memperlakukan saya sebaik mungkin itu rasanya terharu banget. Apalagi kalo level baiknya tingkat dewa. Ada tuh saya temen yang bgitu. Semoga Allah menjaga dan membalas kebaikanmu wahai sahabat.

“In ahsantum ahsantum li anfusikum. wa in asa’tum fa lahaa..”

(Qs. 17: 7)

“Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri. Dan jika kamu berbuat jahat, maka (kerugian kejahatan) itu untuk dirimu sendiri…”

Ya… salah satu ayat dalam Al-Quran itulah yang selalu jadi penyemangat saya ketika keikhlasan sebagai seorang teman, sahabat sedang diuji.

Kembali lagi ke pertanyaan di awal:

Apakah (kadang) lupa dalam hal pertemanan bisa dimaklumi?

Menurut saya bisa dimaklumi. Tetapi kadar pemakluman dan reaksi tiap orang berbeda-beda. Pemakluman dan reaksi itu tergantung dari kedewasaan, keikhlasan, dan emotional quotionnya.

Mungkin… si teman menganggap kita sama dengan benda. Temannya yang ada dikala dia butuh… disamakan dengan kaos kaki, hp, kunci, dan lainnya.

Maklumin aja… kan manusia (kadang) lupa.

Kertapati to Tanjung Karang

21 November 2018

Iklan

When Loyalty based on The Needs


Menjadi baik itu bukanlah pilihan
Itu kewajiban; fitrahnya makhluk

Baik itu relatif dari sudut pandang individu

Tetapi absolut jika takarannya hati

Terkadang kita sudah merasa baik; tetapi tetap saja dinilai tidak

Rasanya ingin sudahi saja menjadi yang baik

Mungkin masa bodoh bisa jadi pilihan yang baik

Muak sudah menjadi baik selain untuk diri

Yah… lebih baik menjadi baik hanya untuk diri; bukan yang lain

Finding a true one is not an easy way

Terlalu banyak asas pemanfaatan dalam suatu hubungan manusia

Beragam motif; beragam tujuan

Mungkin butuh seumur hidup untuk menemukannya

Some people aren’t loyal to you…

They are loyal to their need of you…

Once their needs change, so does their loyalty

Ini titik nadir… ketika kepercayaan, penghormatan, dan pengorbanan menguap tak berbekas

-Bengkulu, Ramadhan 11 to 12 Juni 2017-

TRUST

I just wanna be a good friend. Like a star in the sky… I will shine you whether you need or not.

But the sky is yours… it can be open or close star’s shine.

It doesn’t hurt the star… cause it its job. The faithful star always waiting when the sky is opened… to send its warm and light shine…

to warming and lighting…
to guiding and helping…
to protecting and praying…

it is your choice…
to open or close the sky…

Trust the star…