Sepenggal Car Free Night Bandung dan Kang Emil

image

Malam ini (14/11/2015) berkesempatan nyicipin hiruk pikuknya Car Free Night di kota Bandung. Ga ada planning sebenernya, cuma iseng abis sholat maghrib di Masjid Agung dan duduk-duduk di Alun-Alun Kota terus makan sop kaki kambing, melipir dulu di pedestrian jalan Asia Afrika.

Sembari nyemil es krim durian, duduk-duduk cantik di kursi, ngelihat lalu lalang warga Bandung bahkan ada juga yang dari luar kota ngumpul di seputaran jalan bersejarah ini. Asik juga sih, polisi juga banyak yg mengamankan lokasi. Jadi kita berasanya nyaman dan aman nongkrong disini.

Tepat di Jalan Sukarno yang baru di resmikan Walikota Bandung, Kang Emil, berderetlah tenda-tenda dan merchant-merchant produk. Sebagai informasi aja nih, jalan Sukarno ini dulunya bernama jalan Cikapundung Timur. Di hari pahlawan tanggal 10 November 2015 kemarin, untuk menghormati Presiden pertama Indonesia, Ir. Sukarno yang pernah belajar di kota ini (ITB) maka digantilah nama jalan Cikapundung Timur menjadi jalan Sukarno.

Kenapa namanya Sukarno? Ga pake nama Soekarno? hayo kenapa? Berdasarkan penjelasan Kang Emil, hal ini karena Soekarno itu merupakan ejaan lama di jaman Belanda. Sehingga untuk saat ini, dinilai bahwa ejaan Indonesia dinilai lebih tepat digunakan untuk dijadikan nama jalan. Usul penamaan jalan Sukarno ini juga awalnya diwacanakan oleh keluarga Bapak Proklamator kita. Jadilah nama jalannya resmi: Jl. Ir. Sukarno.

image

Oke kita balik lagi nih dengan acara car free night malam ini. Ternyata malam ini akan diadakan acara Urban Gigs. Acara ini merupakan ajang kreatifitas anak muda Bandung untuk menunjukkan kemampuannya di bidang musik. Sekitar pukul 8 malam, acara ini baru dimulai. Performer pembuka langsung menggebrak dan menarik perhatian para warga. Diva’s Percussion mencuri perhatian dengan beat-beat drum mereka. Selain emang karena musik mereka membuat pumping, kecantikan dua wanita ini juga menjadi daya tarik tersendiri bagi warga yang hadir.

Tiba-tiba di tengah keramaian, terlihatlah sosok seseorang yang sangat familiar. Ya.. dialah Kang Emil. Malam itu, pemimpin kota Bandung ini sengaja menyisir sepanjang jalan Asia Afrika untuk melihat sejauh apa partisipasi rakyat di Car Free Night.

Menariknya…
Kang Emil berkeliling dengan berjalan kaki dan hanya dikawal oleh seorang berseragam Pol PP yang berpostur tinggi besar. Tidak ada protokoler atau bodyguard khusus. Warga pun mengamati sang Walikota dengan tatapan hormat dan takjub. Biasa aja, ga ada warga yang minta foto bersama atau memanggil beliau. What a humble and charismatic leader.

image

Di sisi lain jalan ini, car free night menjadi ajang berkumpulnya berbagai komunitas. Layaknya car free day di jakarta atau kota-kota lain seperti surabaya, solo, palembang, ajang ini menjadi salah satu sarana bagi para komunitas untuk unjuk gigi atau bahkan hanya untuk sekedar ngumpul.

Beberapa komunitas yang malam ini hadir, komunitas Dji Phantom, In line skate, melukis, mahasiswa ITB, grup biola, anak band, bahkan para Cosplayer pun ikut meramaikan Car Free Night Bandung.

Kemeriahan warga dalam Car Free Night ini menurut saya menyumbang beberapa hal positif. Ajang ini bisa meningkatkan kreatifitas anak muda, menjadi sarana berbagai komunitas untuk tampil dan berkembang, ekonomi para pedagang kecil di sekitar area penyelenggaraan yang berdenyut dan menjadi sarana hiburan serta ajang silaturahim, bukan hanya untuk anak muda tapi juga keluarga serta pasangan muda maupun pasangan tua.

Banyak senyum dan bahagia disini. Yang jelas, keberadaan event Car Free Night ini secara tidak langsung akan menaikkan indeks kebahagiaan dan rekreasi warga Bandung. Patut dicontoh nih buat walikota di kota lain. Mengemas suatu event dengan lebih kreatif dan bermanfaat.

~@reni_triasari~