“Lebih Baik Dari Beri’tikaf di Masjid Nabawi…!”

Betapa tingginya fadilah dan pahala orang yang membantu permasalahan yang dihadapi sesama Muslim.

Sungguh, berjalannya seseorang di antara kamu untuk memenuhi kebutuhan saudaranya, lebih baik baginya daripada i’tikaf di masjidku ini selama sebulan.

Mari kita renungkan potret indah suri tauladan shahabat Abu Hurairah RA. 

Suatu hari ketika beri’tikaf di masjid Nabawi, Abu Hurairah mengetahui ada seseorang di duduk bersedih di pojok masjid. 

Abu Hurairah pun menghampirinya dan menanyakan ada apa gerangan hingga ia tampak bersedih. 

Setelah mengetahui masalah yang menimpa orang itu, Abu Hurairah pun segera menawarkan bantuan.

”Mari keluar bersamaku wahai saudara, aku akan memenuhi keperluanmu,” ajak Abu Hurairah.

“Apakah kau akan membatalkan i’tikaf demi menolongku?” tanya orang tersebut terkejut.

Ya. Sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda,

“Sungguh, berjalannya seseorang di antara kamu untuk memenuhi kebutuhan saudaranya, lebih baik baginya daripada i’tikaf di masjidku ini selama sebulan.”

I’tikaf bulan Ramadhan di Masjid Nabawi memiliki keutamaan yang luar biasa pahalanya. Tapi ternyata membantu menyelesaikan permasalahan sesama muslim lebih utama daripada i’tikaf di Masjid Nabawi sebulan penuh.

Semoga nasihat ini menjadi spirit bagi kita dalam melayani umat. 

Semoga dengan menjiwai sabda Rasulullah SAW dan keteladanan Abu Hurairah RA tersebut, langkah kita menjadi ringan di jalan Allah, seiring keikhlasan jiwa-jiwa yang memiliki keterpanggilan untuk berkontribusi menyelesaikan problem saudara sesama Muslim.

Berbahagialah wahai insan yang memiliki jiwa, semangat dan karakter “nafi’un li ghairihi” (bermanfaat bagi orang lain).

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain” 

(HR. Ahmad, Thabrani, Ad-Daruqutni).

Iklan