Lost and Disappointed

Kau tau arti kehilangan?

Hampa…

.

Kau tau arti dikecewakan?

Sakit…

.

Bayangkan ketika kehilangan dan kekecewaan hadir di saat bersamaan? Ya… hampa berbalut sakit. Mungkin bukan pertama, tapi ketika sumbernya lebih banyak menggores ingatan dengan semua hal yang menguras emosi baik ataupun buruk… bisa dipastikan dampaknya pasti lebih dalam. Sakitnya, hampanya.

Memori dan deja vu pada tempat, alunan musik, dan semua hal yang pernah ada. Makin terasa hampa, sakit, menekan, lalu mengendap…

Kali ini akan kupastikan semua usai. Tidak akan kembali bahkan mengenyahkan harapan untuk kembali.

Agar tidak kembali hampa.

Agar tidak kembali sakit.

Cukup sekadarnya…

#PrayForBantendanLamsel

Semoga Allah memberikan kekuatan bagi para korban. Segera ditemukan bagi korban yang belum ditemukan. Dan diberikan tempat terbaik bagi korban yang meninggal dunia. Aamiin 🙏🏼

Palembang, 24/12/2018

Iklan

Aku, Kamu, dan Jarak

jarak

Aku, Kamu, dan Jarak
Tiga kata yang menggambarkan kita saat ini
Saat dimana rindu tidak dapat terbayar dengan satu pertemuan
Aku dan kamu memang ada di bawah langit yang sama
namun hangat senja yang menghangatkanmu
dapat melehkan putih salju di atapku

Aku, Kamu, dan Jarak
Sitsi yang seharusnya tidak disesali
Tapi harus kita jalani
Ini tak akan lama
Waktu akan membayar semuanya
Karena tidak akan ada yang sia-sia
Kita bertahan bersama meski di titik yang berbeda
Cukupkan bahagia kita dengan doa

Aku, Kamu, dan Jarak
Bukan hal yang mudah untuk dilalui
Namun masih mungkin dapat diatas dengan tiga kata
Doa dan Percaya

-Befourion Films, dengan gubahan @yuzalea

Sebenarnya Sendiri

Terkadang manusia merasakan ketidakadilan dalam hidup. Ia melakukan sebisa apapun untuk Ia Ia yang lain…

Jebakan logika dan perasaan akan ada tatkala tiada satu ini di dalamnya. Satu yang bisa menjungkirbalikkan logika dan perasaan menjadi kenyataan. 

Kenyataan yang tidak bisa diterima nalar. Tapi itu ada.

Satu itu adalah… ikhlas. 

Karena apa-apa yang Ia lakukan seyogyanya hanya untuk Ia. Bukan untuk Ia Ia yang lain. 

***

Sebenarnya sendiri…

Ketika memberi

Maknanya sendiri…

Ketika berbagi

Buahnya sendiri…

Ketika mengasihi

Memberi, berbagi, mengasihi…

Wujudnya semata untuk diri

Ya… Hanya sendiri

Bengkulu, 15 Oktober 2016

GreenMagenta