When an Introvert is Giving Up

Aku percaya ketika seorang introvert akan lebih nyaman bercerita dengan tipe orang yang sama. Introvert bukan berarti pendiam. Dia ceria, pintar membawa diri, pintar menjaga rahasia dan kepercayaan, loyal, pendengar yang baik, dan seringkali menjadi tempat curhatan siapapun yang butuh. Iya, menurutku seorang introvert selalu bisa diandalkan untuk menjadi penolong bagi jiwa-jiwa galau.

If the meaning of best friends are people who make your problems are their problems… the introvert maybe a right person to choose.

But when you pay their loyality with your no respect to them, just come and go to their lives, no take and give attention. You’d better watchout…

The introvert is not an easy person to trust someone. When they tell you their secrets… they really mean you as best friend. It means a lot to them. They truly listen to every single problem you had, give you their best time, the best reaction and solution if you want…no matter how busy they are.

But they are a human tough. They can be give up on you… not because they don’t care but because YOU DON’T

Iklan

Bukan Sekedar Nyaman

Apa sih yang bisa buat kita dekat terus percaya sama seseorang? 

Itu pertanyaan spontan yang kutanyakan pada seorang yang sering kuajak diskusi tentang hal yang random…. dan pertanyaan aku cuma dijawabnya dengan satu kata; “Nyaman“.

Ketika kita merasa nyaman, maka otak akan mengirimkan sinyal lebih lanjut ke tubuh. Bentuknya macam-macam, salah satunya yaitu kita bisa lebih terbuka untuk cerita ke orang tersebut. Sekalipun yang kita ceritakan itu adalah cerita yang pribadi banget dalam hidup kita. Kenyamanan membuat kita lepas dalam bersikap, bertutur dan saling menghormati satu sama lain (respect). 

Pada tahap ini, kita mungkin merasa cocok banget nih sama si temen ini karena nyaman. Ekspektasinya sih ketika kenyamanan kita itu udah pada level yang nyaman banget, percaya banget, kita berharap dan merasa bahwa kita udah nemuin Best Friend Forever (BFF) dalam hidup. Yang istilah sekarang juga disebut bestie. Whatever lah sebutannya apa yaaa haaa…

FYI nih, tulisan ini bukan tulisan akademis yang bisa dipertanggung jawabkan secara ilmiah. Ini sekedar tulisan random yang berawal dari pertanyaan random lalu dijawab oleh orang random dan diceritakan kembali oleh orang random 🤣

Oke, mungkin ekspektasi kita berlebihan karena untuk sampai pada tahap nemui BFF itu ga segampang itu. Butuh waktu, kekonsistenan dan orang yang tepat. Karena terlalu banyak hal yang fake di masa ini. Termasuklah dalam berteman. Meme ini sepertinya cukup mewakili ketidakpercayaan orang-orang yang pernah tersakiti atau punya ekspektasi lebih dalam sebuah pertemanan. 


👆🏼simpelnya dari meme ini adalah: pertemanan atas dasar kebutuhan. Beberapa bisa kita temui orang-orang dengan spesies model begini. Yang katanya “temenan” tapi ternyata adanya cuma saat dia butuh. Kalo mereka yang butuh ya mereka loyal banget, kalo mereka ga butuh atau kita yang butuh? Boro-boro 😄 Temen model begini ini fake banget, na’udzubillahi min dzalik deh…

👆🏼nah kalo kita punya temen yang model gini… ini orang potensial banget untuk dijadiin BFF nih. Ga mudah nemuinnya, tapi ada. They are exist actually…. not many but rare. Semacam, mereka itu diciptain tapi limited edition gitu haaaaa ~> abaikan karena ini berlebihan wkwkwk. 
Kalo kamu ngerasa diri kamu orang yang limited edition tadi… siap-siap aja nih ngalamin hal yang begini 👇🏼


Tau kenapa? Karena ketika kamu sudah lakuin yang terbaik yang kamu bisa, kamu bantuin dia, percaya banget sama dia, apapun kamu beri ke dia dan kamu sayang banget ke temen kamu ehhh tapi ternyata temen kamu ngelakuin hal standar atau malah dibawah standar dalam hubungan pertemanannya sama kamu. That’s why it always seems you hurt the most. Maybe…

Bisa jadi hal itu karena:

  1. Kamu ekspektasinya ketinggian sama si temen
  2. Kamu terlalu baik
  3. Si temen emang bukan orang yang tepat 
  4. Kamu ga ikhlas
  5. …………..  (Isi sendiri di kolom komentar yaaa haaaaa)

Kalau pernah nonton film filosofi kopi, kita akan ngeliat tuh gimana sahabat atau teman itu seharusnya. Seperti persahabatannya Ben dan Jody. Envy banget punya temen yang saling menanggung beban. Kalo kata mamah Dedeh di acara mamah dan Aa itu istilahnya “takaful” (Saling menanggung beban). Takaful ini merupakan tahapan pertemanan yang paling tinggi. Ketika susahnya temen jadi susahnya kita, ketika temen butuh kita lakuin yang terbaik yang kita bisa. Sekalipun itu masalah duit, kita bantuin dia. Selama bukan masalah pasangan hidup (bc: pacar, suami, istri) 😂


Kalo kamu temenan dengan yang dikit-dikit sirik, berantem mulu, atau kamu ngerasa dia bawa efek negatif ke hidup kamu. It’s better for you untuk ngambil keputusan: just friend. Okelah kalo sekedar temen jalan, temen ngobrol biasa. Tapi untuk dijadikan orang yang kamu percaya, mungkin kamu harus berpikir ulang.


👆🏼I absolutely agree with that meme. Jadi inget hadits tentang berteman dengan penjual minyak wangi vs pandai besi. Orang yang dekat dengan kita, sedikit banyak mempengaruhi sifat, cara berpikir, cara ngomong, kebiasaan, bahkan gaya hidup kita juga bisa berubah. 


Jika kamu pernah menjadi orang yang tidak percaya dengan suatu pertemanan, pilihan untuk menjadi lonelier atau merasa sendirian sekalipun di tengah keramaian adalah bukan hal yang tepat. Itu malah akan membuat hidup kamu lebih membosankan. Mungkin kamu bisa mempertimbangan hal ini dalam memilih true friend.


Bisa jadi ini kaidah dasar dalam membangun pertemanan sehat dengan seseorang. 

Friends should motivate and inspire you. Your circle should be well rounded and supportive.

Ada dua hal yang disebut disitu, yakni motivasi dan inspirasi. Dan lingkungan pun harus mendukung dalam mengembangkan diri secara positif. Intinya sih berteman sehat dan positif. Kalo kamu temenan cuma mau sekedar gosip, mending kamu temenan sm lambe turah, lambe nyinyir dan lambe2 lainnya aja di IG haaaa

Pilih lah teman yang tepat dalam mendukung hidup kamu. Karena mereka mempengaruhi masa lalu, masa sekarang, bahkan masa depanmu. Teman adalah cerminan dirimu… walau ga sepenuhnya benar. But sometimes it is true

Selamat menemukan teman yang tepat. Karena temenan bukan sekedar nyaman. Semoga bermanfaat. 

Twitter: @reni_triasari | FB & IG: @reni.triasari | Youtube: https://m.youtube.com/channel/UCdTqUQelj2E9NwY0urYUwuA

“Lebih Baik Dari Beri’tikaf di Masjid Nabawi…!”

Betapa tingginya fadilah dan pahala orang yang membantu permasalahan yang dihadapi sesama Muslim.

Sungguh, berjalannya seseorang di antara kamu untuk memenuhi kebutuhan saudaranya, lebih baik baginya daripada i’tikaf di masjidku ini selama sebulan.

Mari kita renungkan potret indah suri tauladan shahabat Abu Hurairah RA. 

Suatu hari ketika beri’tikaf di masjid Nabawi, Abu Hurairah mengetahui ada seseorang di duduk bersedih di pojok masjid. 

Abu Hurairah pun menghampirinya dan menanyakan ada apa gerangan hingga ia tampak bersedih. 

Setelah mengetahui masalah yang menimpa orang itu, Abu Hurairah pun segera menawarkan bantuan.

”Mari keluar bersamaku wahai saudara, aku akan memenuhi keperluanmu,” ajak Abu Hurairah.

“Apakah kau akan membatalkan i’tikaf demi menolongku?” tanya orang tersebut terkejut.

Ya. Sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda,

“Sungguh, berjalannya seseorang di antara kamu untuk memenuhi kebutuhan saudaranya, lebih baik baginya daripada i’tikaf di masjidku ini selama sebulan.”

I’tikaf bulan Ramadhan di Masjid Nabawi memiliki keutamaan yang luar biasa pahalanya. Tapi ternyata membantu menyelesaikan permasalahan sesama muslim lebih utama daripada i’tikaf di Masjid Nabawi sebulan penuh.

Semoga nasihat ini menjadi spirit bagi kita dalam melayani umat. 

Semoga dengan menjiwai sabda Rasulullah SAW dan keteladanan Abu Hurairah RA tersebut, langkah kita menjadi ringan di jalan Allah, seiring keikhlasan jiwa-jiwa yang memiliki keterpanggilan untuk berkontribusi menyelesaikan problem saudara sesama Muslim.

Berbahagialah wahai insan yang memiliki jiwa, semangat dan karakter “nafi’un li ghairihi” (bermanfaat bagi orang lain).

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain” 

(HR. Ahmad, Thabrani, Ad-Daruqutni).

TRUST

I just wanna be a good friend. Like a star in the sky… I will shine you whether you need or not.

But the sky is yours… it can be open or close star’s shine.

It doesn’t hurt the star… cause it its job. The faithful star always waiting when the sky is opened… to send its warm and light shine…

to warming and lighting…
to guiding and helping…
to protecting and praying…

it is your choice…
to open or close the sky…

Trust the star…

Kontemplasi #1

20 April 2014. Tahajud kali ini doanya panjang. Lebih panjang dari biasanya. Lebih lengkap dan spesifik utk orang-orang yang kusayang. Suami, orangtua, keluarga, dan sahabat, teman. Lebih spesifik orang perorang.

Bukan hanya karena hari ini adalah hari lahir suamiku. Semoga suamiku selalu diberikan nikmat iman, ketaatan, dan kesehatan oleh Alloh.

Tapi ini lebih kepada moment yang memang ditakdirkan Sang Maha Pengasih bagiku untuk menjadi hamba-Nya yang lebih baik.

Tiga nama sahabat yang sampai saat ini selalu hadir dalam setiap doa-doa yang aku panjatkan, apa yang menjadi hal penting bagi hidup mereka saat ini.

Begitupun teman-teman yang lagi butuh sedikit waktuku dalam doa. Yang terlewat, mendoakan teman-teman yang tidak sedang butuh untuk didoakan. Mungkin disitulah letak kebaikan yang ikhlas dan tulus.

Mendoakan orang yang ga baik sama kita itu sulitnya minta ampun, apalagi melantunkan doa-doa kebaikan untuk mereka. Sekedar mengingat nama mereka dalam lantunan doa walau sebait pun mungkin terlupa.

Tapi… Tidak ada salahnya mencoba. Sedikit menarik nafas lalu lantunkan dengan tulus seiring hembusan nafas.

Mungkin itu yang namanya ikhlas… Mungkin itu yang namanya tulus…

Galau Bijak

Malam ini, saat kau menatap bulan, yakinlah kita melihat bulan yg sama, mensyukuri banyak hal, berterimakasih atas segalanya, terutama atas kesempatan utk saling mengenal.

Do what u gonna do.. Just follow ur truly heart.. If you miss someone, say it. If you love someone, show it. Life just once. If it can be simple, make itu simple :))

Sesuatu abstrak itu tidak bisa diukur. Seperti perasaan suka, sayang, cinta dan sebangsanya. Kita tidak tau kapan itu datang dan pergi. Malah terkadang tak berbalas bahkan dkhianati.

Mungkin itu kenapa Tuhan menciptakan rasa itu abstrak. Agar kita tidak menghitung hitung seberapa besar rasa itu kita berikan utk siapapun dan apapun disekitar kita.

Agar ketika ia tak berbalas, tak terucap, bahkan ketika ia hilang kita akan ikhlas. Karena ia datang dari ketulusan

Setiap manusia itu unik. DNA tiap orang tidak akan pernah sama. Sifat, kepribadian, sikap yang berbeda dari tiap orang itulah yg membuat berwarna hidup kita.

*teruntuk semua makhluk yang telah mewarnai hidupku ahaayy~